Banjir di Solo mengejutkan warga karena airnya tiba-tiba berubah merah dan sempat menimbulkan kepanikan di permukiman setempat.
Banjir di RW 06 Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Kota Solo viral karena airnya berubah merah pada 15 April 2026. Warga kaget melihat genangan setinggi betis berwarna mencurigakan seperti darah. Lurah Bambang Kristianto menelusuri sumbernya dan memastikan bukan limbah berbahaya, melainkan pewarna dari plastik. Peristiwa ini viral di media sosial.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Kronologi Kejadian
Hujan deras sejak Selasa malam 14 April 2026 genangi 9 kelurahan di Solo secara tiba-tiba. Pagi Rabu 15 April, warga RW 06 Joyotakan terbangun dengan air masuk rumah berwarna merah mencolok. Jumadi, warga setempat, pertama kali laporkan kejadian ini saat bangun tidur pagi-pagi buta.
Genangan awalnya bening dan jernih, berubah merah sekitar jam 6 pagi secara misterius. Tinggi air capai mata kaki hingga betis orang dewasa, terjebak karena Sungai Wingko meluap deras. Warga panik bagikan video di media sosial, picu viral nasional sepanjang hari Rabu.
Petugas kelurahan datangi lokasi siang hari dengan cepat. Mereka temukan plastik berisi kain pewarna merah dekat pintu air sungai. Penemuan ini jawab misteri warna aneh tersebut secara bertahap dan meyakinkan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Penyebab Terjadinya Fenomena
Lurah Bambang Kristianto jelaskan warna merah dari bungkus plastik pewarna sablon dekat tangga pintu air. “Ada kain di dalamnya yang mengeluarkan warna merah. Bukan limbah industri, cuma tinta pewarna biasa,” ungkapnya saat dicek langsung di lokasi banjir.
Jumadi duga ada yang buang obat sablon ke sungai hulu secara sembarangan. Fenomena lokal hanya di RW 06, wilayah lain tetap bening tanpa perubahan. Konsentrasi pewarna tinggi akibat air banjir lambat mengalir keluar.
Luapan Kali Jenes jadi pemicu banjir utama akibat curah hujan ekstrem Solo Raya belakangan ini. Pewarna terperangkap genangan statis, ciptakan efek visual mencolok dan menyeramkan. Bukan pencemaran kimia berbahaya sama sekali.
Baca Juga: Viral! Maling Nekat Gasak HP Saat Korban Tidur Pulas di Cipulir, Berakhir Dibekuk Polisi
Dampak Bagi Warga dan Lingkungan
Warga sempat panik khawatir air beracun atau darah hewan, sehingga melarang anak-anak bermain di genangan. Aktivitas harian terganggu hingga sore hari, dengan kerugian materiil mencapai jutaan rupiah di permukiman padat penduduk. Pemerintah setempat juga mulai melakukan pendataan dampak kerusakan rumah warga.
Sebanyak 19.408 jiwa di Kabupaten Bandung terdampak banjir serupa, meski tanpa warna air merah yang mencurigakan. Di Solo, genangan setinggi 80–120 cm melumpuhkan transportasi dan usaha kecil rumahan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran kesehatan di kalangan warga yang terdampak cukup luas. Petugas kesehatan mulai disiagakan di sejumlah titik pengungsian.
Citra Joyotakan menjadi sorotan nasional setelah video banjir viral di media sosial. Warganet ramai berspekulasi mengenai kemungkinan limbah ilegal pabrik yang mencemari air. Hal ini turut merusak kepercayaan publik, sementara warga masih trauma dengan banjir tahunan dan fenomena air berwarna merah tersebut. Pemerintah daerah berjanji melakukan investigasi lebih lanjut.
Penanganan dan Langkah Pencegahan
Kelurahan pasang garis polisi di lokasi pewarna, bersihkan genangan pakai vakum hisap. Air mulai surut sore 15 April, normalisasi dipantau ketat setiap jam. “Kami pastikan aman untuk warga segera,” tegas Bambang penuh keyakinan.
Basarnas Solo lapor kaji cepat, bantu evakuasi 9 kelurahan terdampak banjir. Pemerintah kota intensifkan normalisasi saluran drainase dan pintu air sungai. Larang buang sampah sembarangan jadi kampanye utama pencegahan.
Pemerintah Solo sosialisasi pengelolaan limbah rumah tangga ke warga. Warga diajak lapor pembuangan ilegal sejak dini via hotline. Peningkatan tanggul sungai prioritas cegah banjir musiman berulang setiap tahun.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari news.detik.com
Gambar Kedua dari megapolitan.kompas.com