Viralnya foto rel kereta tua di Bantul membuat warganet penasaran, namun pemerintah menyebut bukan penggalian baru sama sekali.
Foto bekas rel kereta api jalur Yogya-Bantul yang muncul setelah pengerukan aspal menjadi viral di media sosial pada Kamis (16/4/2026). Unggahan akun Twitter rasjawa dan Instagram @jogjastudent memicu heboh netizen. Pemkab Bantul melalui Dishub dan DPUPKP menegaskan tidak ada penggalian untuk mengungkap rel tersebut.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Kronologi Viralnya Foto Rel Kereta
Foto-foto tersebut pertama kali beredar di Twitter akun rasjawa. Gambar menunjukkan rel besi tua terlihat setelah aspal di jalan Bantul dikeruk. Narasi unggahan mengklaim pengerukan sengaja dilakukan baru-baru ini. Hal ini langsung menarik perhatian warganet yang kerap mengikuti isu transportasi lokal.
Akun Instagram @jogjastudent turut memposting ulang dengan caption serupa. Postingan cepat menyebar, menarik ribuan like dan komentar. Banyak netizen bertanya-tanya apakah ini tanda reaktivasi jalur kereta lama. Respons cepat dari berbagai akun berpengaruh memperluas jangkauan berita tersebut.
Hingga Kamis sore, warganet terus membagikan unggahan tersebut di berbagai platform. Hal ini memicu spekulasi terkait wacana kereta api ke Bantul yang GKR Mangkubumi usulkan baru-baru ini. Kronologi ini menjadi awal perdebatan publik. Diskusi online semakin memanas seiring bertambahnya tanggapan dari masyarakat setempat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Sejarah dan Penyebab Munculnya Rel
Pemerintah kolonial Belanda membangun rel kereta api jalur Yogya-Bantul sejak tahun 1895. Perusahaan kereta api awalnya menggunakan jalur tersebut untuk mengangkut tebu dan penumpang umum hingga 1970-an. Jalur ini pernah menjadi arteri penting ekonomi daerah saat itu. Kini, jejaknya hanya tersisa di bawah permukaan tanah.
Sejak tidak aktif, rel tertutup aspal dan bangunan. Seseorang kemungkinan mengambil foto viral itu saat proyek pelebaran jalan Klodran-Cepit yang baru saja rampung. Kabid Lalu Lintas Dishub Bantul, Irawan Kurnianto, menduga pihak tertentu menggunakan foto lama dari pembangunan jalan tersebut. Pekerjaan rutin pemerintah sering kali mengungkap artefak historis seperti ini.
Penyebab utama viral adalah kesalahpahaman netizen. Pihak tertentu tidak melakukan penggalian baru, tetapi mereka mengaitkan foto lama dengan wacana terkini. Hal ini menunjukkan rel masih ada di bawah permukaan meski tak terpakai. Fenomena serupa pernah terjadi di wilayah lain saat proyek infrastruktur berlangsung.
Baca Juga: GEMPAR SOLO! Air Banjir Mendadak Berwarna Merah, Ini Penyebabnya
Dampak Viral di Media Sosial
Viral foto memicu diskusi sengit di medsos. Banyak warganet mendukung reaktivasi rel untuk kemudahan transportasi ke Bantul. Warga lainnya mengkhawatirkan gangguan lalu lintas jika pemerintah menghidupkan kembali rel tersebut. Opini beragam ini mencerminkan kebutuhan mobilitas masyarakat modern.
Spekulasi ini membebani Pemkab Bantul menanggapi cepat. Masyarakat lokal di Klodran-Cepit ikut ramai membahas. Dampaknya, meningkatkan perhatian publik pada infrastruktur historis. Isu ini juga menyentuh nostalgia kolektif warga terhadap masa lalu.
Selain itu, isu ini terkait wacana GKR Mangkubumi yang usulkan akses kereta hingga Bantul. Viral mempercepat tuntutan transparansi dari pemerintah daerah terkait rencana transportasi. Media lokal pun mulai meliput lebih dalam untuk verifikasi fakta.
Penanganan dan Respons Pejabat
Kepala Dishub Bantul, Singgih Riyadi, membantah penggalian. “Kami tidak melakukan penggalian untuk memunculkan rel,” tegasnya saat wartawan menghubunginya Kamis (16/4/2026). Rel sudah tertutup aspal sepenuhnya. Pemerintah segera menyebarkan pernyataan resmi ini untuk memberikan klarifikasi.
Kepala DPUPKP Bantul, Jimmy Al Manumpak Simbolon, sebut foto itu lama. “Kita sama sekali belum ada perintah soal itu,” ujarnya. Pemkab fokus klarifikasi untuk redam hoaks. Pemerintah melakukan koordinasi antarinstansi guna memastikan informasi akurat.
Singgih akui wacana kereta dari Palbapang ke Jogja, tapi berjalan di aspal bukan rel. “Wacananya kereta api tapi bisa berjalan di aspal,” katanya. Publik menanyakan detail tersebut ke Pemda DIY. Respons ini menjaga ekspektasi publik tetap realistis.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari yogyakarta.kompas.com
Gambar Kedua dari viralfirstnews.fun