Jumat, Oktober 16POS VIRAL
Shadow

Heboh! Satpol PP Aceh Barat Diduga Ambil Uang Pengemis Tunanetra, Bupati Langsung Buka Suara

Kabar viral Satpol PP Aceh Barat diduga mengambil uang pengemis tunanetra mendapat sorotan, Bupati Tarmizi memberikan klarifikasi terkait uang Rp340 ribu.

Heboh! Satpol PP Aceh Barat Diduga Ambil Uang Pengemis Tunanetra, Bupati Langsung Buka Suara

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, akhirnya memberikan penjelasan terkait kabar tersebut. Ia membantah tudingan bahwa petugas mengambil uang hasil mengemis dan memastikan uang tersebut masih tersimpan dengan aman. POS VIRAL akan mengulas fakta sebenarnya di balik kabar viral Satpol PP Aceh Barat dan pengemis tunanetra, lengkap dengan klarifikasi Bupati Tarmizi.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVENONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Video Viral Picu Sorotan Publik di Aceh Barat

Polemik ini bermula dari sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam video itu, seorang tunanetra menyampaikan bahwa uang hasil mengemisnya telah diambil oleh petugas saat penertiban berlangsung.

Pernyataan tersebut kemudian menyebar luas dan membuat banyak warganet memberikan tanggapan. Sebagian masyarakat mempertanyakan tindakan petugas terhadap seorang pengemis tunanetra.

Namun, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyebut informasi dalam video tersebut hanya berasal dari satu pihak. Bupati Tarmizi meminta masyarakat tidak langsung mengambil kesimpulan sebelum mengetahui fakta sebenarnya.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Bupati Pastikan Uang Rp340 Ribu Masih Utuh

Tarmizi menjelaskan petugas Satpol PP dan WH mengamankan uang sebesar Rp80 ribu dan Rp260 ribu saat melakukan penertiban. Total uang tersebut mencapai Rp340 ribu.

Menurutnya, petugas tidak mengambil uang tersebut untuk kepentingan pribadi. Aparat hanya menyimpan uang itu sementara sebagai bagian dari proses penertiban.

Tarmizi memastikan pemilik uang dapat mengambil kembali harta tersebut. Pemerintah daerah juga menjamin uang itu akan diberikan secara utuh tanpa potongan apa pun.

Baca Juga: Tragis! Ibu di Muna Barat Tewas Diserang dan Dililit Ular Piton 6 Meter Saat Pulang dari Kebun

Satpol PP Amankan Uang Saat Lakukan Penertiban

Bupati Aceh Barat menjelaskan petugas menemukan pengemis tersebut saat melakukan razia di wilayah Meulaboh. Petugas kemudian mengamankan uang yang dibawa agar proses pembinaan berjalan lancar.

Langkah itu dilakukan karena pemerintah daerah melarang aktivitas mengemis di wilayah Aceh Barat. Petugas ingin memastikan orang yang terjaring tidak meninggalkan lokasi sebelum mendapatkan arahan.

Tarmizi mengatakan penertiban tidak bertujuan merugikan masyarakat. Pemerintah justru ingin memberikan penanganan yang lebih tepat bagi warga yang membutuhkan bantuan.

Pemerintah Minta Masyarakat Cek Fakta Sebelum Percaya

Setelah kabar tersebut viral, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati menerima informasi di media sosial.

Tarmizi mengajak warga menerapkan prinsip tabayun atau melakukan pemeriksaan ulang sebelum menyebarkan informasi. Menurutnya, informasi yang belum jelas dapat memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk tetap melakukan penertiban terhadap gelandangan dan pengemis secara manusiawi.

Aceh Barat Siapkan Pendataan untuk Warga Membutuhkan

Selain melakukan penertiban, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus memperbaiki data masyarakat yang membutuhkan bantuan. Pendataan tersebut mencakup kaum duafa, anak yatim, hingga warga miskin ekstrem.

Tarmizi berharap data yang lebih rapi dapat membantu pemerintah memberikan bantuan secara tepat sasaran. Ia menilai tidak boleh ada warga asli Aceh Barat yang mengalami kesulitan tanpa mendapatkan perhatian.

Untuk warga dari luar daerah yang datang meminta-minta, pemerintah tetap meminta Satpol PP dan WH melakukan penertiban. Namun, petugas harus mengedepankan pendekatan yang humanis.

Kasus viral ini akhirnya mendapat penjelasan dari pemerintah daerah. Tarmizi meminta masyarakat melihat persoalan secara menyeluruh agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search