Saturday, November 29POS VIRAL
Shadow

Kisah Tragis Raya Balita 3 Tahun Meninggal Karena Ratusan Cacing Dalam Tubuhnya

Kisah tragis Raya, seorang balita berusia 3 tahun, mengejutkan banyak orang karena tubuhnya dipenuhi ratusan cacing gelang hingga menyebabkan kematiannya.

Kisah Tragis Raya Balita 3 Tahun Meninggal Karena Ratusan Cacing Dalam Tubuhnya

Pada Juli 2025, dunia dihebohkan dengan kisah tragis seorang balita perempuan berusia 3 tahun bernama Raya asal Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Raya meninggal dunia setelah tubuhnya dipenuhi cacing gelang (Ascaris lumbricoides), sebuah kondisi medis yang sangat jarang terjadi dan mengejutkan banyak pihak. Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran POS VIRAL.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Awal Mula Penyakit Raya

Pada 13 Juli 2025, Raya dibawa ke IGD RSUD R Syamsudin SH dalam kondisi tidak sadarkan diri. Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa Raya mengalami syok atau kekurangan cairan berat. Namun, yang lebih mengejutkan adalah saat tim medis menemukan cacing keluar dari hidung Raya. Dari situ, dokter menduga bahwa infeksi cacing menjadi penyebab utama kondisi Raya.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa Raya menderita askariasis, penyakit yang disebabkan oleh cacing gelang. Infeksi ini terjadi ketika telur cacing tertelan melalui makanan, minuman, atau tangan yang kotor. Telur cacing menetas di usus, kemudian larvanya dapat menyebar melalui aliran darah ke organ-organ vital, termasuk otak.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

Ayo KAWAL TIMNAS lolos PIALA DUNIA, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS tanpa berlangganan melalui aplikasi Shotsgoal. Segera download!

aplikasi nonton bola shotsgoal apk

Kehidupan Raya yang Penuh Tantangan

Raya adalah anak kedua dari pasangan Udin (32) dan Endah (38). Sejak lahir, Raya tumbuh dalam lingkungan yang penuh keterbatasan. Kedua orang tuanya diketahui mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ), sehingga pengawasan terhadap Raya sangat minim.

Ia sering terlihat bermain di kolong rumah panggung sederhana mereka yang terbuat dari kayu dan triplek. Kondisi rumah yang tidak layak dan kurangnya perhatian dari orang tua membuat Raya tumbuh tanpa pengawasan yang memadai.

Kepala Desa Cianaga, Wardi Sutandi, menyatakan bahwa sejak lama kondisi keluarga ini memang memprihatinkan. Anak tersebut sering bermain di kolong rumah dan jalannya juga agak lambat. Raya bahkan pernah jatuh ke bawah rumah karena lantainya habis.

Baca Juga: Hasil Tes DNA Buktikan Ridwan Kamil Bersih, Lisa Mariana Terpojok!

Kondisi Kritis Raya

Kondisi Kritis Raya

Setelah ditemukan cacing keluar dari hidung Raya, tim medis segera melakukan tindakan darurat untuk menstabilkan kondisinya. Balita malang ini langsung dirujuk ke ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) agar mendapatkan penanganan intensif.

Dokter memberikan cairan infus, obat-obatan antiparasit, serta pemantauan ketat untuk menjaga fungsi organ vitalnya. Meski penanganan sudah dilakukan dengan cepat, kondisi Raya sudah sangat lemah karena infeksi cacing yang sudah menyebar ke berbagai organ, termasuk sistem pencernaan dan kemungkinan organ vital lainnya.

Sayangnya, meski dokter dan perawat bekerja keras, upaya penanganan tidak dapat menyelamatkan Raya. Infeksi yang terlalu parah membuat obat-obatan tidak bekerja secara optimal, dan tubuhnya tidak mampu melawan serangan cacing yang telah memenuhi sebagian besar organ.

Pada 22 Juli 2025, Raya menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Kejadian ini menjadi pengingat betapa cepatnya infeksi cacing dapat memburuk jika tidak ditangani sejak awal, terutama pada anak-anak yang tinggal dalam lingkungan yang kurang higienis.

Penyebab Faktor Utama Infeksi Cacing

Penyebab utama dari infeksi cacing gelang pada Raya adalah kebiasaan hidup yang kurang bersih. Raya sering bermain di tanah terbuka tanpa alas kaki, tidak mencuci tangan sebelum makan, dan mengonsumsi makanan yang tidak higienis.

Selain itu, kondisi lingkungan tempat tinggal yang kurang layak juga menjadi faktor risiko. Keluarga Raya tinggal di rumah panggung sederhana dengan tanah terbuka di bawahnya, yang memungkinkan telur cacing berada di sekitar lingkungan mereka.

Kondisi orang tua Raya yang mengalami gangguan kejiwaan juga berperan besar dalam kurangnya pengawasan terhadap kebersihan dan kesehatan anak. Hal ini menunjukkan pentingnya perhatian dan peran serta masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan dan memberikan edukasi kepada keluarga yang membutuhkan.

Manfaatkan juga waktu anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang semua informasi lainnya hanya di POS VIRAL.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari diskursusnetwork.com
  • Gambar Utama dari www.radarcianjur.com
Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search