Error massal ATM yang melanda kota-kota besar di Indonesia pada Agustus 2025 merupakan akibat dari pembaruan sistem yang mengalami bug kritis.

Pada awal Agustus 2025, masyarakat di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Bandung, Surabaya, Jakarta, dan Makassar, dihebohkan dengan kabar terjadinya gangguan massal pada mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Gangguan ini menyebabkan mesin ATM tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, menghambat masyarakat dalam melakukan transaksi dasar seperti penarikan tunai atau pengecekan saldo.
Kejadian ini memicu kekhawatiran dan kepanikan di kalangan pengguna jasa perbankan. Mengingat betapa vitalnya peran ATM dalam aktivitas ekonomi sehari-hari. Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran POS VIRAL.
Awal Mula Terjadinya ATM Error Massal
Kejadian error massal pada mesin ATM pertama kali dilaporkan terjadi pada dini hari tanggal 12 Agustus 2025. Pengguna di kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta mulai merasakan gangguan saat berusaha melakukan tarik tunai, cek saldo, atau transaksi lainnya di mesin ATM. Beberapa mesin menampilkan pesan error, ada juga yang tidak bisa terhubung ke server bank.
Gangguan kemudian meluas ke kota lain seperti Surabaya dan Makassar dalam beberapa jam berikutnya. Laporan dari berbagai media sosial menunjukkan antrian panjang di depan mesin ATM karena nasabah kesulitan mengakses dana mereka. Bahkan beberapa mesin dilaporkan mengalami kerusakan fisik akibat frustrasi penggunanya.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo KAWAL TIMNAS lolos PIALA DUNIA, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS tanpa berlangganan melalui aplikasi Shotsgoal. Segera download!
Penyebab Teknis di Balik Gangguan ATM
Setelah melakukan investigasi internal, pihak bank bersama dengan operator jaringan ATM nasional mengungkap penyebab utama dari error massal ini. Ternyata, gangguan bermula dari pembaruan sistem perangkat lunak (software update) yang diterapkan secara bersamaan di banyak bank pada malam sebelumnya.
Pembaharuan ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan transaksi dan menyesuaikan dengan regulasi terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengharuskan implementasi sistem enkripsi dan verifikasi transaksi digital yang lebih ketat. Sayangnya, dalam proses instalasi pembaruan ini, ditemukan bug kritis yang menyebabkan komunikasi antara mesin ATM dengan server pusat terganggu.
Komunikasi terputus ini membuat mesin ATM gagal memproses data transaksi, memicu error berkepanjangan seperti kegagalan transaksi, saldo tidak sesuai, hingga kartu ATM tertahan di mesin. Karena pembaruan dilakukan secara serentak dan otomatis di berbagai bank, efek gangguan pun tersebar luas secara simultan.
Baca Juga:
Dampak Bagi Nasabah ATM Error Massal

Kejadian ini tentu menimbulkan kegelisahan di kalangan nasabah yang mengandalkan ATM untuk kebutuhan finansial sehari-hari. Di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, antrean panjang terlihat di depan mesin ATM. Bahkan beberapa bank melaporkan adanya bentrokan kecil akibat ketegangan pengguna yang sudah lama menunggu tanpa solusi.
Tidak hanya nasabah biasa, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang selama ini bertransaksi tunai dengan memanfaatkan ATM juga sangat terdampak. Pembayaran pemasok, pengambilan modal usaha, hingga gaji pegawai mengalami kendala serius. Dalam skala makro, gangguan seperti ini juga sedikit menurunkan aktivitas transaksi ekonomi yang berimbas pada likuiditas uang beredar di pasar.
Upaya Penanganan Pemerintah
Perbaikan sistem dan peningkatan kapasitas data Center Bank segera melakukan perbaikan teknis pada data center dan meningkatkan kapasitas server agar dapat menampung lonjakan transaksi. Proses ini melibatkan kerja sama dengan perusahaan teknologi dan penyedia layanan internet untuk mengamankan jaringan.
Koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan dan BI Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia turun tangan memberikan arahan dan pengawasan agar layanan perbankan bisa pulih secepat mungkin. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan mempercayai informasi resmi.
Penambahan mesin ATM dan layanan alternatif sebagai solusi jangka pendek. Beberapa bank menambah jumlah mesin ATM di lokasi strategis dan meningkatkan layanan digital melalui aplikasi mobile banking agar nasabah bisa melakukan transaksi tanpa harus ke mesin ATM.
Penguatan sistem keamanan siber penanganan terhadap serangan. DDoS dilakukan dengan memperketat sistem keamanan dan melakukan pemantauan ketat agar serangan serupa tidak terulang.
Pelajaran dari Gangguan Besar Ini
Kasus error massal ATM pada Agustus 2025 menjadi pelajaran penting bagi industri perbankan Indonesia. Salah satunya adalah pentingnya melakukan pengujian pembaruan sistem secara lebih mendalam dan bertahap. Pembaruan serentak di semua jaringan tanpa pengujian komprehensif ternyata berpotensi memicu masalah yang jauh lebih besar.
Selain itu, kejadian ini menegaskan urgensi penyediaan kanal transaksi alternatif yang kuat dan mudah diakses masyarakat. Terutama pada masa di mana ketergantungan pada mesin ATM masih sangat tinggi. Kesiapan sistem cadangan serta komunikasi yang efektif dengan nasabah juga menjadi kunci utama dalam menangani krisis serupa di masa depan.
Kesimpulan
Error massal ATM yang melanda kota-kota besar di Indonesia pada Agustus 2025 merupakan akibat dari pembaruan sistem yang mengalami bug kritis. Memutus komunikasi antara mesin ATM dan server pusat. Gangguan yang terjadi secara serentak ini membawa dampak besar bagi nasabah dan aktivitas ekonomi di kota seperti Bandung, Surabaya, Jakarta, dan Makassar.
Langkah cepat dari pihak bank dan regulator berhasil mengatasi masalah dalam waktu singkat. Namun kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam penerapan teknologi perbankan. Di era digital saat ini, keamanan dan kelancaran sistem keuangan harus dijaga dengan ketat demi melindungi kepentingan jutaan masyarakat yang bergantung pada layanan tersebut.
Manfaatkan juga waktu anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang semua informasi lainnya hanya di POS VIRAL.
- Gambar Utama dari www.jatimnetwork.com
- Gambar Kedua dari www.genpi.co
