Jumat, Oktober 16POS VIRAL
Shadow

SEDIH BANGET!! Ibu Pergi, Bocah Kecil Ini Cari Rongsok Dan Rawat Ayah Sakit

Bocah kecil ini harus mencari rongsokan sambil merawat ayahnya yang sakit setelah sang ibu pergi meninggalkan mereka.

Bocah mencari rongsokan sambil merawat ayahnya yang sakit

Azizah Candrasari (6,5 tahun), murid TK di Yogyakarta, menggantikan peran ibunya yang pergi entah ke mana. Bocah ini merawat ayahnya, Hermanto (56), yang sakit dengan benjolan di kepala, sekaligus mengasuh adiknya di kos sederhana Giwangan, Umbulharjo. Kisah pilu ini viral, menggugah hati banyak pihak. Semangatnya patut diacungi jempol meski usianya masih sangat belia.

Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVENONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Kronologi Perjuangan Azizah Sejak Ibu Pergi

Azizah tinggal di kos 2×3 meter tepi Sungai Gajah Wong, Mrican, Giwangan sejak ayahnya pindah ke Yogya tahun 2004. Ibunya pergi beberapa tahun lalu, meninggalkan Hermanto dan dua anak. Keluarga bertahan dari hasil jual rongsok botol, kardus, dan kaleng. Mereka berjualan di pasar tradisional Giwangan setiap hari.

Dua minggu terakhir, Hermanto jatuh sakit parah dengan benjolan nyeri di kepala. Azizah terpaksa berhenti sekolah sementara karena tak ada yang mengantar. Ia mulai rutin ikut ayah mencari rongsok di pasar sekitar Giwangan setiap pagi. Aktivitas ini dimulai pukul 05.00 pagi.

Kondisi Azizah sendiri melemah karena gejala tifus, rambut rontok. Meski lelah, bocah ini tetap membersihkan rumah, belanja ke warung, dan memijat ayah. Kisahnya terekam video viral 17 April 2026, menyebar luas di media sosial. Video berdurasi 2 menit itu ditonton jutaan kali.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Dampak Emosional dan Fisik Pada Azizah

Azizah kehilangan masa bermain anak-anak seusianya. “Capek ikut ayah, biasanya di rumah saja. Tapi ya, ingin membantu ayah,” katanya polos. Adiknya, Agip (5 tahun), ikut bergantung padanya sepenuhnya. Azizah sering menidurkan adiknya setiap malam.

Sekolah TK terhenti sementara, menghambat perkembangan kognitif. Azizah bermimpi jadi Polwan, tapi realitas keras memaksa dewasa sebelum waktunya. Fisik lemah akibat tifus membuatnya sering pusing saat bekerja. Guru TK khawatir perkembangannya terhambat.

Hermanto merasa bersalah melihat putrinya berjuang. “Dia nyuci baju, bersihin aja, nyuci piring, pijetin, sering ke warung,” ungkapnya. Psikologis keluarga tertekan, tapi semangat Azizah tetap terjaga meski kondisi sulit. Ayahnya berjanji akan sembuh demi anak-anaknya.

Baca Juga: Trump Klaim Damai Dengan Iran Semakin Dekat, DPR Dorong Indonesia Ambil Peran Strategis

Penyebab Kondisi Sulit Keluarga Azizah

 Penyebab Kondisi Sulit Keluarga Azizah

Hermanto menderita benjolan misterius di kepala dua minggu terakhir. Pernah diperiksa dokter, tapi penyakitnya tak terdiagnosis pasti. “Bukan tumor, tahu-tahu muncul seperti itu,” ujarnya. Biaya kos Rp100 ribu per minggu membebani pendapatan rongsok. Hermanto membeli obat penghilang nyeri secara terbatas.

Ibu Azizah menghilang bertahun-tahun, meninggalkan beban ganda. Hermanto tak mampu bekerja maksimal karena sakit kronis. Keluarga makan seadanya, sering hanya nasi dengan lauk sederhana dari warung terdekat. Menu harian hanya mie instan atau tempe goreng.

Lokasi kos di tepi sungai rentan banjir musiman. Struktur bangunan minim, tanpa fasilitas memadai. Pendapatan harian Hermanto pasca-sakit turun drastis dari Rp50 ribu menjadi Rp20 ribu per hari. Listrik sering putus saat hujan turun.

Respons Pemerintah dan Bantuan Viral

Kisah Azizah sampai Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo pada 16 April 2026. Ia perintahkan jajarannya bantu segera. Polda DIY berkoordinasi dengan Dinsosnakertrans Kota Jogja untuk melakukan asesmen lapangan. Tim tiba di kos hari yang sama sore.

Pemkot Jogja melalui Maryustion Tonang, Kadinsosnakertrans, lakukan kunjungan 18 April 2026. Asesmen menentukan bantuan tepat: biaya pengobatan Hermanto, sekolah Azizah, dan pindah kos layak. Logistik makanan dikirim sementara. Pihak terkait memberikan makanan bergizi untuk pemulihan.

Donasi masyarakat mengalir deras via platform online. Hermanto merencanakan pemeriksaan ke RSUD Jogja untuk diagnosis pasti. Dinsos menyiapkan program pendampingan anak rentan hingga kondisi stabil, sementara pihak sponsor menjanjikan beasiswa sekolah hingga SMA.

Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!


Sumber Informasi Gambar:

Gambar Pertama dari kumparan.com
Gambar Kedua dari kumparan.com

Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search