Senin, Oktober 12POS VIRAL
Shadow

Viral Video Mesum Diduga Oknum Kepsek dan Guru SD di Pekalongan, Keduanya Kena Sanksi

Rekaman CCTV 21 detik viral di media sosial, diduga memperlihatkan aksi tak senonoh yang melibatkan kepala sekolah dan guru SD di Pekalongan.

Viral Video Mesum Diduga Oknum Kepsek dan Guru SD di Pekalongan, Keduanya Kena Sanksi

Rekaman tersebut berasal dari lingkungan sebuah SD di wilayah Langkap, Kecamatan Kedungwuni. Setelah video beredar luas, muncul dugaan hubungan tidak pantas antara dua tenaga pendidik yang masing-masing sudah memiliki keluarga. Simak ulasan lengkapnya dari POS VIRAL.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVENONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Video CCTV 21 Detik Mendadak Jadi Sorotan

Video pendek itu langsung menarik perhatian setelah muncul di berbagai unggahan media sosial. Narasi yang menyertai rekaman menyebut dua orang dalam video sebagai kepala sekolah dan guru SD di wilayah tersebut.

Kabar itu kemudian membuat persoalan yang sebelumnya ramai di lingkungan sekolah kembali menjadi perhatian publik. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan pun memberikan penjelasan mengenai kasus tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Kholid membenarkan bahwa pihaknya mengetahui persoalan itu. Ia mengatakan informasi mengenai dugaan hubungan kedua tenaga pendidik tersebut sudah muncul sejak awal Agustus 2026.

“Keduanya memang kepala sekolah dan guru. Informasinya itu awal Agustus,” ujar Kholid, dikutip dari iNews Semarang, Minggu (6/9/2026).

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Dugaan Kedekatan Sudah Lama Jadi Pembicaraan

Kholid menjelaskan bahwa kedua orang dalam rekaman tersebut memang menjabat sebagai kepala sekolah dan guru. Keduanya juga sudah memiliki keluarga masing-masing.

Isu mengenai kedekatan keduanya ternyata sudah lama beredar di lingkungan sekolah. Kabar tersebut bahkan muncul sebelum rekaman CCTV menyebar ke media sosial.

Kondisi itu membuat pihak sekolah mengambil langkah untuk mencari kejelasan. Sekolah kemudian memasang kamera pengawas untuk melihat langsung kondisi yang sebenarnya.

Pihak sekolah mengambil inisiatif tersebut setelah menerima informasi mengenai dugaan hubungan keduanya. Langkah itu bertujuan mencari bukti sebelum pihak terkait mengambil tindakan lebih lanjut.

Baca Juga: Tenda Prajurit TNI Mendadak Viral di Lahan Diduga Milik GRIB, Ini Faktanya

Sekolah Pasang CCTV untuk Memastikan Informasi

Pihak sekolah memasang CCTV di lingkungan sekolah setelah isu tersebut terus berkembang. Kamera pengawas itu kemudian merekam kejadian yang menjadi perhatian setelah videonya beredar.

Kholid mengatakan pihak sekolah memasang kamera atas inisiatif sendiri. Menurut dia, sekolah sudah cukup lama mendengar isu mengenai kedekatan kepala sekolah dan guru tersebut.

“Yang pasang kamera CCTV inisiatif sendiri karena isu hubungan keduanya kan sudah lama beredar,” kata Kholid.

Setelah persoalan itu muncul, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan langsung mengambil tindakan. Dinas kemudian mencopot kepala sekolah tersebut dari jabatannya.

Kepala Sekolah Langsung Dicopot dari Jabatan

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan mencopot kepala sekolah yang terkait dengan kasus tersebut. Setelah pencopotan itu, dinas menarik kepala sekolah tersebut ke kantor untuk menjalani proses kedinasan.

“Oknum kepala sekolah langsung kita copot dan ‘kandangkan’ di dinas,” ujar Kholid.

Dinas juga mengambil tindakan terhadap guru yang muncul dalam rekaman. Pihak dinas memindahkan guru tersebut ke tempat tugas lain yang lokasinya cukup jauh dari sekolah sebelumnya.

Langkah tersebut menjadi tindakan awal pemerintah daerah setelah persoalan mencuat. Namun, proses pemberian sanksi belum berhenti pada pencopotan jabatan dan pemindahan tugas.

Guru Dipindahkan, Sanksi Lanjutan Masih Menunggu

Kholid mengatakan dinas sudah memindahkan guru tersebut ke tempat tugas lain. Keputusan itu menjadi salah satu bentuk tindakan terhadap persoalan yang muncul di lingkungan sekolah.

“Untuk oknum gurunya sudah kita pindah ke tempat yang jauh,” kata Kholid.

Meski sudah mengambil tindakan awal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan belum menetapkan sanksi akhir bagi keduanya. Saat ini, pihak dinas masih menunggu keputusan lanjutan dari Plt Bupati Pekalongan.

Kholid mengatakan pimpinan dapat menjatuhkan sanksi tambahan, termasuk menurunkan jabatan satu tingkat atau memberikan bentuk hukuman lain sesuai hasil keputusan. Karena itu, proses penanganan kasus tersebut masih berjalan.

Pemerintah daerah kini melanjutkan proses melalui jalur kedinasan. Masyarakat juga sebaiknya tidak menarik kesimpulan hanya dari potongan video yang beredar, karena pihak berwenang masih menyelesaikan proses penanganan dan menentukan sanksi berikutnya.

Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search