Jumat, Oktober 16POS VIRAL
Shadow

Viral Video Remaja Minta Tolong, Polisi dan LPA Turun Tangan di Asahan

Sebuah video viral menampilkan remaja perempuan berusia 15 tahun di Asahan menangis sambil meminta tolong setelah mengalami kekerasan.

Viral Video Remaja Minta Tolong, Polisi dan LPA Turun Tangan di Asahan

Polisi bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) bergerak cepat untuk memastikan keselamatan korban, memberikan pendampingan psikologis, dan memediasi perdamaian keluarga. Kasus ini memicu perhatian nasional, membuka diskusi tentang pola, komunikasi orang tua-anak, dan pentingnya perlindunga.

Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang seputaran POS VIRAL.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVENONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Video Tersebut Menghebohkan Masyaraka

Sebuah video berdurasi singkat yang memperlihatkan seorang remaja perempuan di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, menangis sambil meminta tolong viral di media sosial pada Sabtu (4/10/2025). Dalam video itu, gadis berusia 15 tahun tersebut mengaku disiksa oleh ayah kandungnya dan berharap ada pihak yang menolong.

Dalam rekaman tersebut, sang remaja tampak ketakutan dan menceritakan bahwa dirinya sering dimarahi dan dipukul bila tidak menuruti perintah ayahnya. Beberapa warga yang mengenali tempat kejadian langsung melapor ke pihak kepolisian karena khawatir keselamatan remaja itu terancam.

Kepolisian bersama pihak komunitas perlindungan perempuan dan anak mendatangi rumah keluarga remaja itu pada malam yang sama. Mereka memastikan korban dalam kondisi aman dan mendapatkan pendampingan awal dari petugas. Video tersebut kemudian menjadi sorotan nasional, memicu perdebatan mengenai pola asuh keras di rumah tangga.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Pihak Berwenang Melakukan Penyelidikan

Setelah menerima laporan, tim Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Asahan segera melakukan pemeriksaan awal terhadap ayah dan anak tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa kekerasan tidak melibatkan luka berat, namun terdapat dugaan tindak penganiayaan ringan yang dilakukan karena faktor emosi sesaat.

Kapolres Asahan AKBP Dwi Santoso menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat untuk mencegah situasi memburuk. “Kami tidak ingin terjadi kekerasan lebih lanjut, maka anak tersebut langsung kami amankan dan diberikan konseling oleh LPA,” ujarnya. Selain itu, sang ayah juga dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan dan pembinaan.

Petugas LPA (Lembaga Perlindungan Anak) Asahan turut memberikan pendampingan psikologis kepada korban. Mereka memastikan kondisi mental sang remaja stabil setelah mendapatkan trauma healing. Hasil sementara menunjukkan bahwa kekerasan terjadi karena kesalahpahaman antara anak dan orang tua terkait masalah sekolah.

Baca Juga: Menteri Esdm Menuduh Menkeu Salah Baca Soal Harga Lpg 3kg

Permintaan Maaf dan Perdamaian Keluarga

Permintaan Maaf dan Perdamaian Keluarga

Setelah proses mediasi yang difasilitasi kepolisian dan LPA, ayah korban akhirnya meminta maaf di hadapan keluarga besar dan aparat desa. Dengan didampingi tokoh masyarakat, keduanya sepakat untuk berdamai dan memperbaiki hubungan mereka. Permintaan maaf tersebut disampaikan dengan tulus, dan sang remaja menerima dengan syarat bahwa kekerasan tidak akan terulang lagi.

Menurut keterangan pihak LPA, mediasi dilakukan dengan pendekatan kekeluargaan agar anak tetap bisa tumbuh dalam lingkungan yang mendukung tanpa harus terpisah dari keluarga inti. “Anak memerlukan perlindungan, bukan hukuman. Kami ingin memastikan bahwa keluarga memahami batasan dalam mendidik anak.

Pihak kepolisian mengingatkan bahwa meski kasus ini berakhir damai, proses hukum tetap bisa dijalankan bila di kemudian hari terjadi pelanggaran serupa. Namun, melihat kesanggupan ayah untuk berubah dan dukungan keluarga yang kuat, kepolisian memutuskan langkah pembinaan sebagai jalan keluarnya.

Refleksi Masyarakat dan Pesan Penting

Kasus viral ini memicu refleksi luas di masyarakat tentang pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak di tengah tekanan hidup yang kian berat. Banyak pengguna media sosial yang turut memberikan dukungan moral kepada sang remaja serta menyerukan pentingnya pendidikan emosional bagi orang tua.

Ahli psikologi keluarga menilai bahwa kasus ini menjadi bukti nyata betapa tekanan sosial dan ekonomi dapat berujung pada ledakan emosi yang berbahaya bila tidak ditangani dengan bijak. Orang tua diimbau untuk mencari jalan dialog, bukan kekerasan, saat menghadapi masalah anak-anaknya.

Kini, hubungan antara ayah dan anak di Asahan tersebut mulai membaik. Sang ayah mengikuti sesi konseling keluarga, sementara anaknya kembali bersekolah dengan pendampingan dari pihak LPA. Meski telah berakhir damai, peristiwa ini meninggalkan pesan mendalam.

Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap mengenai berita-berita viral lainnya hanya di seputaran POS VIRAL.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari medan.kompas.com
  2. Gambar Kedua dari medan.kompas.com
Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search