Shadow

Jejak Harimau Viral Di Gunungkidul, BKSDA Lakukan Pengecekan

Sebuah kehebohan melanda proyek pembangunan pondok pesantren di Semanu, Gunungkidul, ketika jejak kaki misterius menyerupai harimau ditemukan.

Jejak Harimau Viral Di Gunungkidul, BKSDA Lakukan Pengecekan

Video penemuan jejak ini segera viral di media sosial, memicu berbagai spekulasi di kalangan warga dan pekerja proyek. Peristiwa ini bukan hanya menarik perhatian publik, tetapi juga mengundang tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk turun tangan langsung menyelidiki kebenaran di balik jejak-jejak raksasa tersebut.

Temukan rangkuman informasi menarik dan paling terviral lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Jejak Harimau Yang Menghebohkan Proyek Pembangunan

Penemuan jejak kaki berukuran besar di Panggul Kulon, Candirejo, Semanu, Gunungkidul, tepat di sisi timur proyek pondok pesantren, membuat geger. Pekerja proyek, Heru Purwanto (56), menemukan jejak tersebut beberapa hari sebelumnya saat hendak memulai pekerjaan. Heru mendeskripsikannya sebagai jejak yang sangat besar, menyerupai telapak sapi.

Keyakinan Heru bahwa jejak tersebut milik harimau didasarkan pada pengalaman sebelumnya. Menurutnya, tidak ada hewan lain di area tersebut yang meninggalkan jejak serupa. Ia juga menyebutkan bahwa harimau biasanya minum air bersih dari penampungan air hujan dekat lokasi proyek.

Lebih lanjut, seorang operator backhoe di proyek tersebut bahkan pernah melihat langsung kemunculan harimau dengan warna kuning hitam, berukuran lebih besar dari kambing. Meskipun demikian, Heru menekankan bahwa hewan tersebut tidak pernah mengganggu pekerja dan warga sekitar sudah terbiasa melihatnya, menganggapnya sebagai “penunggu” atau “sesepuh” daerah.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!

aplikasi nonton bola shotsgoal apk

Kesaksian Warga Dan Kemunculan Musiman

Warga sekitar juga memberikan kesaksian serupa mengenai keberadaan hewan besar ini. Jono (60), warga Gaduhan, Harjosari, Tanjungsari, mengaku sering melihat harimau, terutama saat musim kemarau panjang. Ia menekankan pentingnya untuk tidak mengganggu hewan tersebut.

Jono menceritakan pengalamannya pernah berhadapan langsung dengan harimau saat sedang duduk, dan hewan itu hanya lewat tanpa mengganggu. Pesan utamanya adalah jangan pernah mencoba melempar atau mengusik keberadaannya, agar tidak menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan.

Kesaksian ini memperkuat dugaan bahwa hewan tersebut memang sering melintas di area tersebut. Kehadiran jejak yang berulang kali muncul saat musim kemarau menunjukkan pola migrasi atau pencarian sumber air oleh hewan tersebut, yang menjadi bagian dari ekosistem lokal.

Baca Juga: Heboh! AS Serang Venezuela, Trump Klaim Penangkapan Nicolas Maduro

BKSDA Turun Tangan, Data Minim, Pengawasan Berlanjut

JUDUL

Menanggapi laporan viral ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul segera mendatangi lokasi penemuan jejak. Koordinator Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul, Tugimayanto, menyatakan bahwa data yang ditemukan sangat minim.

Minimnya data disebabkan oleh hujan deras yang turun sebelumnya, menghanyutkan sebagian besar jejak sehingga sulit diukur dan dianalisis secara akurat. Oleh karena itu, BKSDA belum dapat memastikan jenis hewan yang meninggalkan jejak tersebut.

Meskipun demikian, BKSDA berkomitmen untuk terus memantau lokasi tersebut. Pengawasan berkelanjutan akan dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan satwa, terutama karena satwa liar merupakan salah satu hewan yang dilindungi undang-undang.

Membedah Spesies, Harimau Atau Macan Tutul?

Tugimayanto menjelaskan bahwa di wilayah Gunungkidul, habitat macan tutul masih ada meskipun jumlahnya sangat sedikit. Namun, untuk harimau, ia menyebutkan bahwa populasinya sudah tidak ada di Gunungkidul. Ini menimbulkan pertanyaan besar tentang identitas jejak yang ditemukan.

​Kemungkinan besar, jika memang ada satwa liar besar yang berkeliaran, itu adalah macan tutul, bukan harimau.​ Meskipun demikian, BKSDA belum dapat memberikan kepastian penuh tanpa bukti fisik yang lebih jelas dan hasil analisis mendalam.

Kisah jejak harimau di Gunungkidul ini menyoroti pentingnya konservasi dan perlindungan satwa liar, serta bagaimana interaksi antara manusia dan alam masih terus terjadi di era modern ini. Edukasi kepada masyarakat tentang cara berinteraksi dengan satwa liar menjadi krusial untuk mencegah konflik dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap mengenai berita-berita viral lainnya hanya di seputaran POS VIRAL.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari travel.detik.com
  • Gambar Kedua dari news.detik.com
Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search