Sabtu, Januari 31POS VIRAL
Shadow

VIRAL! Kafe di Palembang Pasang Ratusan BRA Bikin Geger Netizen, Pemilik Akhirnya Buka Suara!​

Sebuah kafe di Palembang hebohkan netizen dengan ratusan bra sebagai dekorasi, pemilik akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait konsep.

Kafe di Palembang Pasang Ratusan BRA Bikin Geger Netizen

Sebuah kafe baru di Palembang, Cigi Kave, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bukan karena menu atau suasana nyamannya, melainkan karena dekorasi interior yang sangat tidak biasa: puluhan bra wanita digantung memenuhi langit-langit kafe. Konsep nyentrik ini awalnya diharapkan menarik perhatian, namun justru menuai kecaman pedas dari netizen.

Berikut ini POS VIRAL akan mengupas tuntas kontroversi tersebut, klarifikasi dari pihak kafe, hingga pelajaran berharga di baliknya.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Kontroversi Dekorasi Bra Cigi Kave

Cigi Kave, kafe baru yang berlokasi di kawasan Demang Lebar Daun, Palembang, menjadi viral setelah memamerkan konsep interior unik. Dalam konten promosi di akun TikTok resminya, kafe ini memperlihatkan langit-langit yang dipenuhi gantungan bra. Dekorasi ini sontak menarik perhatian publik, namun bukan dalam konotasi positif seperti yang diharapkan.

Alih-alih mendapatkan pujian, kafe tersebut justru dibanjiri kritik dan kecaman dari netizen. Banyak warganet menilai dekorasi bra itu tidak sopan, sensitif, dan berpotensi merendahkan perempuan. Mereka juga merasa konsep tersebut tidak sesuai dengan norma dan budaya Indonesia yang menjunjung tinggi etika kesopanan di ruang publik.

Gelombang komentar negatif ini membanjiri media sosial Cigi Kave, memaksa pihak manajemen untuk bertindak cepat. Tekanan publik yang kuat membuat kafe ini harus mengambil keputusan drastis terkait dekorasi kontroversialnya.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!

aplikasi nonton bola shotsgoal apk

Klarifikasi Dari Pihak Kafe

Menanggapi kritik, Muhammad Aprizal Saputra dari Cigi Kave memberikan klarifikasi resmi. Melalui detikFood (30/01/2026), ia menjelaskan bahwa penggunaan bra sebagai dekorasi terinspirasi pengalaman pemilik kafe saat bepergian di Eropa, sebagai simbol keberanian dan semangat mengeksekusi ide secara positif.

Saputra juga menegaskan komitmen Cigi Kave untuk beroperasi secara sehat dan sesuai syariat. Kafe ini tidak menyediakan menu alkohol, hanya menjual produk halal, dan menawarkan harga yang terjangkau. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan awal mereka bukan untuk sensasi negatif, melainkan untuk menyajikan konsep yang berbeda.

Namun demikian, manajemen Cigi Kave menyadari bahwa simbol yang mereka pilih ternyata sangat sensitif bagi sebagian masyarakat. Mereka mengakui bahwa orang menilai dekorasi tersebut kurang sesuai dengan norma dan budaya Indonesia, yang sangat menjunjung tinggi kesopanan.

Baca Juga: 

Penarikan Dekorasi Dan Permohonan Maaf

 Penarikan Dekorasi Dan Permohonan Maaf​

Setelah menerima berbagai masukan dan kritik, pihak Cigi Kave dengan sigap memutuskan untuk mencabut seluruh dekorasi bra dari kafe mereka. Mereka mengambil langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab dan untuk menghormati nilai-nilai yang berlaku di masyarakat Indonesia. Keputusan ini menunjukkan responsifitas manajemen terhadap aspirasi publik.

Manajemen Cigi Kave secara tegas membantah adanya niat untuk melecehkan atau menyinggung pihak mana pun melalui dekorasi tersebut. Mereka menjelaskan bahwa filosofi di balik konsep “jangan takut terlebih dahulu” adalah untuk menginspirasi generasi muda agar berani berkarya dan mencintai negeri, tanpa ada maksud buruk.

Dengan penarikan dekorasi ini, Cigi Kave berharap dapat memperbaiki citra mereka dan membuktikan komitmennya kepada masyarakat. Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka mendengarkan kritik dan bersedia menyesuaikan diri demi kenyamanan dan penerimaan sosial.

Komitmen Perbaikan Dan Harapan ke Depan

Ke depannya, Cigi Kave berkomitmen penuh untuk terus melakukan perbaikan. Ini mencakup pengembangan konsep interior yang lebih relevan, peningkatan fasilitas, serta penyempurnaan manajemen. Mereka berharap dapat tumbuh menjadi ruang kreatif yang memberikan manfaat positif bagi anak muda di Palembang.

Saputra mengakui bahwa Cigi Kave masih dalam tahap pengembangan, baik dari segi fisik maupun manajemen. Mereka menyadari adanya ketidaksempurnaan dan berjanji akan terus berbenah. Sikap terbuka terhadap kritik menjadi kunci bagi mereka untuk terus belajar dan beradaptasi.

Manajemen Cigi Kave optimistis dapat terus berkembang secara berkelanjutan dan menjadi tempat yang positif. Mereka mengambil pelajaran berharga dari kontroversi ini dan berharap menciptakan lingkungan lebih inklusif yang diterima seluruh lapisan masyarakat Palembang.

Simak terus dan jangan sampai terlewatkan beragam informasi terlengkap seputar berita viral terkini, hanya di POS VIRAL, sumber informasi update paling hangat!


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari food.detik.com
  • Gambar Kedua dari food.detik.com
Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search