Video pelajar Lampung Timur menyeberangi sungai berbahaya viral, memicu keprihatinan, Bupati jelaskan kendala pembangunan jembatan.
Video pelajar berseragam sekolah bersama warga berdesakan menyeberangi sungai dengan rakit (getek) viral di media sosial. Peristiwa ini memicu simpati dan keprihatinan publik terkait aksesibilitas dan keselamatan transportasi di Lampung Timur. Menanggapi hal ini, Bupati Ela Siti Nuryamah menjelaskan kendala pembangunan jembatan permanen.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Tantangan Pembangunan Jembatan Permanen
Bupati Ela Siti Nuryamah menyampaikan bahwa lokasi penyeberangan berada di sungai lebar dengan arus cukup deras. Kondisi ini menjadi tantangan besar dalam perencanaan dan pembangunan infrastruktur. Selain itu, wilayah tersebut kerap mengalami luapan air yang berdampak pada pertanian di Way Bungur dan Purbolinggo.
Ela menjelaskan bahwa pembangunan jembatan di lokasi tersebut memerlukan estimasi anggaran yang sangat besar, mencapai sekitar Rp 80 miliar. Angka ini belum termasuk biaya penanganan badan sungai yang juga memerlukan perbaikan signifikan. Kondisi pondasi jembatan harus cukup dalam dan tinggi untuk menahan derasnya arus sungai.
“Kalau kabupaten sendirian belum mampu. Itu estimasi anggarannya sekitar Rp 80 miliar, belum termasuk pembenahan badan sungainya. Pondasinya harus cukup tinggi dan dalam karena arusnya deras,” ujar Ela, dikonfirmasi Liputan6.com pada Minggu, 1 Februari 2026.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!
Kendala Fiskal Dan Upaya Koordinasi
Pemerintah daerah sebelumnya telah mengalokasikan hampir Rp 19 miliar dari APBD untuk pembangunan pondasi awal jembatan di kedua sisi sungai. Namun, proyek tersebut belum dapat dilanjutkan karena adanya keterbatasan fiskal daerah. Ketersediaan dana menjadi hambatan utama dalam mewujudkan jembatan permanen yang diharapkan.
Ela menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Pemerintah Provinsi Lampung, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta pemerintah pusat. Koordinasi lintas instansi ini bertujuan untuk mendorong percepatan pembangunan jembatan agar masalah transportasi masyarakat segera teratasi.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk tidak tinggal diam dan terus mencari solusi meskipun menghadapi kendala keuangan yang serius. Upaya kolaboratif diharapkan dapat membuka jalan bagi pendanaan dan pelaksanaan proyek yang lebih besar.
Baca Juga:
Solusi Darurat, Jembatan Merah Putih
Sebagai solusi darurat untuk membantu mobilitas warga dan pelajar, pihak berwenang akan membangun jembatan sementara dalam waktu dekat melalui program Jembatan Merah Putih. Program ini melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pelaksanaannya, menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan militer.
“Insya Allah triwulan pertama atau kedua akan dibangun Jembatan Merah Putih untuk sementara, sebagai afirmasi penyeberangan masyarakat dan anak-anak sekolah,” jelas Ela. Pihak berwenang berharap pembangunan jembatan sementara ini segera memberi akses yang lebih aman dan layak bagi para pelajar dan warga.
Tim dari Kodim juga telah turun ke lokasi untuk melakukan pengukuran dan pendataan. Mereka menghitung jumlah pelajar yang setiap hari menyeberangi sungai, memastikan bahwa solusi darurat ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal dan terencana dengan baik.
Permohonan Maaf Dan Evaluasi
Bupati Ela Siti Nuryamah juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kondisi yang terjadi. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dan terus berupaya mencari solusi melalui jalur koordinasi lintas instansi. Kritik dari masyarakat diterima sebagai bahan evaluasi dan pendorong untuk bekerja lebih keras.
“Kami terbuka terhadap kritik dari masyarakat. Itu justru menjadi bahan evaluasi bagi kami. Keterbatasan fiskal memang menjadi kendala, tetapi kami terus berikhtiar,” ucap Ela. Pernyataan ini menunjukkan sikap terbuka dan akuntabel dari pemerintah daerah dalam menghadapi permasalahan.
Meskipun menghadapi keterbatasan fiskal, komitmen untuk terus berikhtiar mencari solusi tetap menjadi prioritas. Pemerintah berharap dukungan dari berbagai pihak dan pemahaman dari masyarakat dapat membantu mempercepat penanganan masalah transportasi ini di Lampung Timur.
Simak terus dan jangan sampai terlewatkan beragam informasi terlengkap seputar berita viral terkini, hanya di POS VIRAL, sumber informasi update paling hangat!
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari liputan6.com
- Gambar Kedua dari youtube.com
