Jakarta akan menjadi tuan rumah KTT D-8 2026 dengan target besar memperkuat kerja sama ekonomi dan menghadirkan hasil konkret bagi negara anggota.
Pemerintah Indonesia menyiapkan agenda strategis, termasuk penguatan perdagangan, investasi, serta usulan isu kelautan sebagai fokus baru kolaborasi. Pertemuan ini diharapkan tak sekadar seremonial, tetapi melahirkan terobosan nyata yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi.
Simak dibawah ini POS VIRAL akan membahas berita viral dan terbaru lainnya yang sedang viral yang akan menambah wawasan Anda.
Jakarta Siap Jadi Panggung Lahirnya Kerja Sama Konkret D-8
Pemerintah Indonesia tengah mematangkan persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing Eight (D-8) dan menjadwalkannya berlangsung di Jakarta pada April 2026. Melalui pertemuan tingkat tinggi ini, pemerintah menargetkan lahirnya keputusan strategis yang memberikan dampak nyata bagi negara-negara anggota, bukan sekadar menjadikannya forum seremonial.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa pemerintah saat ini sedang merumuskan substansi pertemuan secara intensif. Fokus utama KTT D-8 kali ini adalah mendorong negara-negara anggota menghasilkan langkah konkret dan langsung mengimplementasikannya, khususnya untuk memperkuat kolaborasi ekonomi.
Menurut Sugiono, pemerintah ingin menjadikan KTT ini sebagai momentum penting untuk mempererat sinergi dan mempercepat pertumbuhan bersama. Ia menekankan bahwa negara anggota harus menghasilkan kesepakatan yang aplikatif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!
Penguatan Ekonomi Jadi Fokus Sentral
Salah satu agenda utama dalam KTT D-8 adalah penguatan kerja sama ekonomi antarnegara anggota. Pemerintah Indonesia menilai bahwa kolaborasi ekonomi yang lebih erat dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan di tengah dinamika global yang penuh tantangan.
Sugiono menjelaskan bahwa masing-masing negara anggota D-8 memiliki keunggulan dan potensi ekonomi yang saling melengkapi. Jika negara anggota memadukan potensi tersebut secara strategis, mereka akan menciptakan kekuatan ekonomi kolektif yang signifikan di tingkat global.
Dengan populasi besar dan sumber daya yang melimpah, negara-negara D-8 dinilai memiliki peluang besar. Untuk meningkatkan perdagangan intra-kawasan, investasi, serta pengembangan sektor industri prioritas. Karena itu, para pemimpin negara anggota D-8 akan mengarahkan KTT. Mendatang untuk memperkuat fondasi kerja sama ekonomi yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.
Baca Juga: Siswa SD NTT Meninggal Akibat Kekurangan Buku, Pakar UGM Angkat Isu Dana MBG
Isu Kelautan Masuk Agenda Baru D-8
Selain agenda utama KTT, Indonesia juga akan menggelar Ocean Impact Summit di Bali sebagai bagian dari rangkaian kegiatan D-8 tahun ini. Pemerintah berharap forum tersebut dapat memperluas cakupan kerja sama, terutama dalam isu kelautan dan ekonomi biru.
Wakil Menteri Luar Negeri Arief Havas Oegroseno mengungkapkan bahwa Indonesia mengusulkan agar isu kelautan menjadi agenda baru dalam kerja sama D-8. Menurutnya, seluruh negara anggota memiliki wilayah laut, namun selama ini isu tersebut belum menjadi fokus pembahasan bersama.
Havas menilai, penguatan kerja sama di bidang kelautan sangat relevan dengan tantangan global seperti perubahan iklim, keamanan maritim, dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.
Mengenal D-8 dan Masa Depan Kerja Samanya
Delapan negara berkembang, sebagian besar tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), mendirikan D-8 pada 1997 sebagai organisasi kerja sama pembangunan. Negara anggotanya meliputi Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.
Organisasi ini dibentuk dengan tujuan memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, dan pembangunan. Melalui kolaborasi tersebut, D-8 berupaya mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh anggotanya.
Terkait kehadiran para kepala negara dalam KTT di Jakarta, pemerintah Indonesia telah mengirimkan undangan resmi. Meski demikian, konfirmasi kehadiran para pemimpin negara belum dapat diumumkan kepada publik. Pemerintah berharap KTT D-8 2026 dapat menjadi tonggak baru yang memperkuat solidaritas dan kerja sama strategis antarnegara berkembang. Luangkan waktu Anda untuk membaca informasi terbaru dan terviral lainnya hanya ada di POS VIRAL.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar pertama dari antaranews.com
- Gambar Utama dari cnnindonesia.com
