Rabu, Februari 11POS VIRAL
Shadow

Pandji Pragiwaksono Tunduk Pada Adat Toraja, Minta Maaf dan Jalani Sanksi

Pandji Pragiwaksono menghadiri sidang adat Toraja, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, dan menjalani sanksi adat sebagai bentuk penghormatan.

Pandji Pragiwaksono Tunduk pada Adat Toraja

Tindakan ini menunjukkan sikap tanggung jawab dan rasa hormat terhadap budaya lokal. Momen penting ini tidak hanya menjadi pelajaran tentang pentingnya menghargai adat, tetapi juga menegaskan bagaimana selebritas bisa menunjukkan kepedulian terhadap nilai-nilai tradisional.

Simak dibawah ini POS VIRAL, akan membahas berita viral dan terbaru lainnya yang sedang viral yang akan menambah wawasan Anda.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Pandji Pragiwaksono Mengikuti Sidang Adat Toraja

Komika Pandji Pragiwaksono menghadiri sidang peradilan adat di Tongkonan Layuk Kaero, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, pada Selasa (10/2/2026) siang. Kehadirannya bertujuan untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada perwakilan masyarakat adat Toraja terkait materi standup comedy lamanya yang sempat viral dan memicu polemik pada 2025.

Perwakilan dari 32 wilayah adat Toraja menghadiri sidang adat ini. Pandji menarik perhatian publik dengan menunjukkan komitmen seorang komika dalam mempertanggungjawabkan karyanya yang dianggap menyinggung adat dan tradisi setempat.

Acara ini berlangsung dengan penuh kehormatan dan memperlihatkan kedewasaan masyarakat Toraja dalam menyelesaikan persoalan. Prosesnya berjalan tertib, mengedepankan dialog terbuka, serta menekankan nilai-nilai demokrasi dan musyawarah adat.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!

aplikasi nonton bola shotsgoal apk

Pandji Sampaikan Maaf dan Pertanggungjawaban

Pandji mengikuti seluruh mekanisme hukum adat yang berlaku, termasuk sesi tanya jawab dengan para pemangku adat. Ia menyesali secara mendalam materi lamanya yang dianggap menyinggung budaya Toraja.

Ia menjelaskan bahwa keterbatasan pengetahuan dan pemahaman yang tidak mendalam terhadap budaya Toraja menjadi penyebab utama. Rujukan literasi dan narasumber yang digunakan kala itu juga dinilai kurang tepat.

“Seharusnya saya berkomunikasi langsung dengan masyarakat Toraja untuk memahami Toraja dari berbagai sisi, bukan hanya dari potongan informasi,” kata Pandji saat dikonfirmasi. Pernyataan ini menunjukkan kesadaran Pandji akan pentingnya memahami budaya secara menyeluruh sebelum mengangkatnya dalam karya seni.

Baca Juga: Kapolres Bima Kota Tak Hadir Saat Tes Urine, 41 Anggota Negatif Narkoba

Dialog Terbuka dan Pemahaman Budaya

Dialog Terbuka dan Pemahaman Budaya=

Sidang adat ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang dialog terbuka antara Pandji dan para perwakilan adat. Masyarakat Toraja menyampaikan secara langsung pandangan mereka mengenai nilai, filosofi, dan tradisi kepada komika ini.

Pandji mengaku memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai kehidupan sosial, adat istiadat, dan kearifan lokal Toraja. Ia juga menyatakan rasa syukurnya karena dapat menyaksikan langsung proses hukum adat yang berlangsung secara demokratis dan menghargai musyawarah.

Proses ini menurutnya memberi pelajaran penting bahwa komunikasi langsung dan dialog adalah kunci untuk menghormati tradisi dan menjaga keharmonisan masyarakat. Pandji menekankan bahwa pemahaman budaya tidak bisa hanya berdasarkan informasi parsial atau sumber sekunder.

Pelajaran Bijak dari Budaya Toraja

Dalam kesempatan itu, Pandji menegaskan inti pesan yang ia pelajari dari tradisi Toraja: tidak menyakiti, melukai, atau mengganggu keharmonisan masyarakat dan alam. Nilai-nilai ini menjadi dasar bagi siapa pun yang ingin berinteraksi dengan budaya setempat secara etis.

Komika ini berharap masyarakat luas dapat melihat contoh kedewasaan masyarakat Toraja dalam menyelesaikan persoalan. Menurutnya, budaya Toraja memberi teladan bahwa dialog adalah jalan terbaik dalam penyelesaian konflik, tanpa kekerasan atau pertentangan.

Pandji menutup kunjungannya dengan harapan agar pengalaman ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama para pelaku seni dan publik figur, agar lebih bijak dalam memahami dan menghormati budaya lokal. Ia menekankan pentingnya rasa hormat dan empati sebagai bagian dari interaksi sosial yang sehat.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar pertama dari regional.kompas.com
  • Gambar Utama dari liputan6.com
Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search