Senin, Februari 16POS VIRAL
Shadow

Geger! 16 Siswa SD di Polman Keracunan, SPPG Binuang Ditutup

SPPG Binuang ditutup sementara setelah 16 siswa SD di Polewali Mandar diduga mengalami keracunan makanan dari program MBG.

Geger! 16 Siswa SD di Polman Keracunan, SPPG Binuang Ditutup

Dunia pendidikan di Kabupaten Polewali Mandar mendadak gempar setelah belasan siswa sekolah dasar dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan. Peristiwa ini terjadi tak lama setelah para siswa mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan melalui dapur penyedia setempat.

Simak dibawah ini POS VIRAL, akan membahas berita viral dan terbaru lainnya yang sedang viral yang akan menambah wawasan Anda.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini terjadi di wilayah Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Para siswa sekolah dasar menerima paket makanan dari program MBG seperti biasa pada jam istirahat.

Beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah siswa mulai mengeluhkan sakit perut dan mual. Guru segera melaporkan kondisi itu kepada petugas puskesmas terdekat serta menghubungi orang tua siswa. Dalam waktu singkat, pihak sekolah membawa belasan anak ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Beruntung, tenaga medis tidak menemukan korban dalam kondisi kritis. Mayoritas siswa bisa pulang setelah menjalani perawatan dan observasi. Meski demikian, pihak terkait tetap memandang insiden ini sebagai peristiwa serius yang memerlukan investigasi menyeluruh.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

<p>

Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!

aplikasi nonton bola shotsgoal apk

Penutupan SPPG Binuang

Sebagai langkah antisipasi, pengelola SPPG Binuang langsung menutup sementara dapur penyedia makanan tersebut. Mereka mengambil keputusan itu untuk memberi ruang bagi pemeriksaan bahan makanan, proses pengolahan, hingga sistem distribusi.

Tim dari dinas kesehatan bersama instansi terkait turun langsung ke lokasi untuk mengambil sampel makanan dan mengujinya di laboratorium. Mereka juga memeriksa kebersihan peralatan masak, kualitas bahan baku, serta prosedur penyimpanan sebelum petugas membagikan makanan ke sekolah.

Pihak terkait mengambil langkah ini bukan untuk menyalahkan siapa pun, melainkan untuk memastikan penyebab kejadian secara pasti. Mereka mengutamakan transparansi dan kehati-hatian agar masyarakat tetap percaya terhadap program MBG.

Baca Juga: Viral di Makassar, Karyawan Minimarket Rekam Wanita Saat Buang Air

Dugaan Penyebab Keracunan

Dugaan Penyebab Keracunan

Hingga kini, tim terkait masih menunggu hasil uji laboratorium. Namun, penyelidikan awal mengarah pada dugaan kontaminasi makanan, baik akibat penggunaan bahan baku yang kurang segar maupun proses pengolahan yang tidak higienis.

Keracunan makanan umumnya muncul ketika bakteri seperti Salmonella atau E. coli berkembang dalam makanan yang tersimpan pada suhu tidak tepat. Jika petugas tidak segera menyajikan atau mendinginkan makanan dengan benar, risiko kontaminasi akan meningkat.

Selain itu, tim evaluasi juga menaruh perhatian pada faktor distribusi. Jarak antara dapur penyedia dan sekolah penerima dapat memengaruhi kualitas makanan apabila pengelola tidak menggunakan sistem pengemasan serta pengangkutan yang memadai. Kini, tim melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek tersebut.

Respons Orang Tua dan Sekolah

Insiden ini tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua. Banyak orang tua mempertanyakan keamanan program MBG dan mendesak pihak terkait agar meningkatkan pengawasan sebelum membagikan makanan kepada anak-anak.

Pihak sekolah menyatakan komitmennya untuk memperketat prosedur penerimaan makanan. Mereka akan melakukan pengecekan visual sebelum mendistribusikan makanan kepada siswa. Sekolah juga memperkuat koordinasi dengan dinas pendidikan dan dinas kesehatan guna mencegah kejadian serupa.

Di sisi lain, para orang tua berharap pemerintah tidak menghentikan program secara permanen, melainkan segera memperbaiki sistemnya. Mereka menilai program MBG sangat membantu, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan tambahan asupan gizi.

Evaluasi dan Langkah Perbaikan

Insiden ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di daerah. Standar operasional prosedur (SOP) dapur penyedia perlu ditinjau ulang, termasuk pelatihan keamanan pangan bagi para petugas.

Pemerintah daerah diharapkan menggandeng ahli gizi dan pengawas keamanan pangan untuk memastikan kualitas makanan sesuai standar. Dengan perbaikan sistem yang komprehensif, program MBG tetap dapat berjalan tanpa mengorbankan keselamatan siswa.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari detikcom
  • Gambar Kedua dari detikNews
Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search