Rabu, Februari 18POS VIRAL
Shadow

Harga Ayam Di Sumut Masih Tinggi Sibolga Tembus Rp 50 Ribu/Kg

Harga daging ayam di Sumut belum turun sibolga tertinggi tembus Rp50 ribu per kg, picu kekhawatiran daya beli warga.

Harga Ayam Di Sumut Masih Tinggi Sibolga Tembus Rp 50 Ribu/Kg700

Harga daging ayam di sejumlah daerah Sumatera Utara masih bertahan tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Bahkan Sibolga mencatat harga komoditas ini menembus Rp50 ribu per kilogram tertinggi dibanding wilayah lain.

Kondisi tersebut memicu keluhan masyarakat dan pedagang. Apa penyebabnya dan bagaimana respons pemerintah? Simak ulasan lengkapnya di POS VIRAL.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Harga Ayam Broiler Di Sumut Masih Bertahan Tinggi

Harga daging ayam broiler di Sumatera Utara belum menunjukkan penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Rata-rata harga di berbagai kabupaten dan kota masih berada di atas Rp35 ribu per kilogram.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag ESDM Sumut, Charles Situmorang, menyampaikan kondisi ini dan menyebutkan bahwa harga mengalami kenaikan dibandingkan hari sebelumnya berdasarkan hasil pemantauan rutin.

Kenaikan tersebut membuat masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner, harus menyesuaikan kembali anggaran belanja. Komoditas ayam yang menjadi sumber protein utama kini terasa lebih mahal dari biasanya.

Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!

aplikasi nonton bola shotsgoal apk
POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

Perbandingan Harga Di Sejumlah Daerah

Data dari Disperindag ESDM Sumut menunjukkan adanya disparitas harga antarwilayah. Kota Tebing Tinggi tercatat sebagai daerah dengan harga paling rendah, yakni sekitar Rp30 ribu per kilogram.

Di bawahnya, Kabupaten Asahan membukukan harga rata-rata Rp31 ribu per kilogram. Selisih harga ini cukup mencolok jika dibandingkan dengan sejumlah daerah yang berada di atas rata-rata provinsi.

Sebaliknya, Kota Sibolga mencatat harga tertinggi dengan angka menyentuh Rp50 ribu per kilogram. Disusul Nias Utara sekitar Rp46 ribu dan Samosir Rp44 ribu per kilogram.

Baca Juga: Dua Pria Tempel Barcode Judol di Warkop Jaksel, Berujung di Balik Jeruji 

Melewati HET Dan Dampaknya Ke Pasar

Harga di beberapa wilayah tersebut telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp40 ribu per kilogram. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan daya beli masyarakat.

Sejumlah pedagang mengaku harus menaikkan harga jual untuk menyesuaikan biaya modal. Jika tidak, margin keuntungan akan semakin tergerus di tengah fluktuasi pasokan.

Selain itu, daerah lain yang sebelumnya masih berada di bawah HET kini mulai mendekati ambang batas tersebut. Situasi ini mengindikasikan potensi tekanan harga yang belum sepenuhnya mereda.

Harga Daging Sapi Relatif Stabil

Harga Daging Ayam Di Sumut Belum Turun, Sibolga Cetak Rekor Rp 50 Ribu Per Kg
Berbeda dengan ayam broiler, harga daging sapi segar di Sumatera Utara relatif stabil. Rata-rata harga saat ini berada di kisaran Rp135 ribu per kilogram.

Angka tersebut masih berada di bawah HET yang dipatok sebesar Rp140 ribu per kilogram. Stabilitas ini memberi sedikit ruang bernapas bagi konsumen yang membutuhkan alternatif sumber protein.

Meski demikian, terdapat variasi harga di beberapa daerah. Faktor distribusi dan ketersediaan stok turut memengaruhi perbedaan tersebut.

Daerah Dengan Harga Sapi Tertinggi Dan Terendah

Harga daging sapi tertinggi tercatat di Kabupaten Mandailing Natal dengan kisaran Rp164 ribu per kilogram. Sementara itu, di Padanglawas Utara harganya berada di angka Rp160 ribu. Per kilogram dan di Humbang Hasundutan sekitar Rp150 ribu per kilogram.

Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dan Langkat mencatat harga terendah, yakni di kisaran Rp120 ribu per kilogram. Deli Serdang juga relatif rendah dengan harga sekitar Rp122 ribu per kilogram.

Perbedaan harga ini mencerminkan dinamika distribusi dan biaya logistik di tiap wilayah. Pemerintah daerah harus terus memantau pergerakan harga agar masyarakat tidak terbebani secara berlebihan.


Sumber Informasi Gambar:

Gambar Pertama dari: www.detik.com
Gambar Kedua dari: www.cnnindonesia.com

Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search