Diduga terhimpit ekonomi jelang Lebaran, seorang ibu di Pariaman nekat mengakhiri hidup dengan cara tragis yang mengundang duka mendalam.
Ironi lebaran terasa kian menyayat ketika momen kebahagiaan berubah menjadi tragedi bagi seorang ibu di Kota Pariaman, Sumatera Barat. Pada hari raya Idul Fitri 2026, Darmita (50) ditemukan meninggal setelah diduga menenggak racun rumput. Peristiwa ini membuka mata banyak orang tentang beratnya tekanan ekonomi dan sosial jelang hari raya.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Kronologi Hari Raya Yang Kelam
Pagi Lebaran, Sabtu 21 Maret 2026, suami D menyadari istrinya tidak tampak di rumah menjelang salat Id. Ia lalu meminta keluarga mencari D di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka di Kecamatan Pariaman Timur. Suasana hari raya berubah panik oleh kekhawatiran.
D ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di belakang rumah salah satu kerabat. Warga segera membawa D ke RSUD M. Yamin Pariaman untuk pertolongan pertama. Kondisi kesehatannya terus memburuk sehingga tim medis merujuknya ke RSUP M Djamil Padang.
Meski tim medis telah menempuh berbagai upaya, mereka tidak berhasil menyelamatkan nyawa D. Setelah beberapa jam merawat D, tim medis menyatakan bahwa D meninggal dunia. Kapolsek Kota Pariaman, AKP Hijrul Aswad, membenarkan bahwa korban menghembuskan napas terakhir setelah tiba di rumah sakit rujukan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Diduga Akibat Tekanan Ekonomi
Dari olah TKP, polisi menemukan botol racun rumput merek Gramoxone dan menduga bahwa D sudah meminum racun tersebut. Barang bukti ini menguatkan bahwa korban menenggak racun secara sengaja. Keterangan keluarga juga menyebut D tampak berbeda jelang Lebaran.
Keluarga menjelaskan D mengalami tekanan ekonomi yang berat menjelang Idul Fitri. Kebutuhan rumah tangga dan baju baru meningkat, namun uang tidak mencukupi. Kondisi ini membuat D merasa tertekan dan tidak mampu menanggung beban yang ia rasakan.
Pihak kepolisian menduga bahwa D mengalami depresi ringan akibat masalah keuangan. Kapolsek menyatakan D tampak murung dan cemas beberapa hari jelang hari raya. Masyarakat menduga bahwa faktor kemiskinan dan tekanan sosial memicu keputusan tragis tersebut.
Baca Juga: Viral dan Mengguncang! Wanita Terjun Dari Lantai 4 Plaza Medan Fair, Pengunjung Berlarian
Reaksi Dan Tanggapan Keluarga
Setelah memulangkan jenazah D, keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah tanpa mengajukan tuntutan lebih lanjut. Mereka menolak autopsi dan menandatangani surat pernyataan penerimaan atas kejadian ini. Sikap ini menegaskan bahwa mereka lebih memaknai kejadian sebagai ujian.
Keluarga merasakan kehilangan yang mendalam, terutama terhadap anak-anak yang mereka tinggalkan. D sempat menyampaikan keluhan tentang tekanan hidup, namun tidak ada yang mengira akan berujung pada langkah sejauh itu.
Pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat lebih peka terhadap gejala stres dan tekanan mental. Kehadiran dukungan emosional, perhatian, dan komunikasi terbuka memegang peran penting untuk mencegah kejadian serupa. Polisi juga menegaskan kemiskinan bukan alasan untuk mengakhiri hidup.
Refleksi Atas Tekanan Sosial Lebaran
Kejadian ini menjadi cermin bahwa lebaran tidak selalu berarti kebahagiaan bagi semua orang. Bagi sebagian keluarga, momen hari raya justru menjadi tekanan untuk tampil “layak” di depan kerabat. Korban, seorang ibu rumah tangga, mungkin merasa gagal memenuhi harapan sosial padanya.
Masyarakat perlu merenungkan cara memandang kemiskinan dan kesejahteraan. Kebiasaan mengaitkan harga diri dengan tampilan fisik dan harta bisa menjadi beban psikologis bagi yang tidak mampu. Kita harus lebih mengedepankan sikap empati dan saling membantu daripada penilaian konsumtif.
Kejadian ini juga mengingatkan pentingnya intervensi sosial dan kesehatan mental di tingkat komunitas. Pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan organisasi kemasyarakatan harus lebih aktif memberikan bantuan sosial dan mengadakan edukasi mental. Harapannya, lebaran tidak lagi menjadi momen yang menakutkan bagi keluarga miskin.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari regional.kompas.com
Gambar Kedua dari tribunnews.com