Kecelakaan maut terjadi di Simalungun Pada Selasa (24/3/2026), truk gagal menanjak lalu mundur menghantam minibus hingga menewaskan tiga penumpang.
Perjalanan keluarga menuju Danau Toba berubah duka di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Truk Mitsubishi Fuso gagal menanjak, lalu mundur dan menabrak minibus Toyota Kijang Super di belakangnya. Insiden terjadi di Jalan Alternatif KM 06–07, Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, dan menewaskan tiga penumpang.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Detik‑Detik Truk Gagal Nanjak Dan Tabrak Mobil
Kecelakaan bermula saat truk Mitsubishi Fuso BK‑9283‑CE berusaha menaiki tanjakan tajam di jalur alternatif menuju Parapat. Truk bermuatan baja ringan kehilangan tenaga dan mulai mundur ke belakang. Dalam kondisi itu, truk menabrak minibus Toyota Kijang Super BM‑1796‑UL yang berada tepat di sebelahnya.
Minibus membawa enam penumpang dari satu keluarga asal Rokan Hilir, Riau, yang sedang berlibur ke Danau Toba. Mereka tidak sempat menghindar karena truk yang mundur datang tiba‑tiba. Benturan keras membuat bagian depan mobil ringsek parah, dan beberapa penumpang terjepit di dalam kabin.
Akibat benturan tersebut, tim medis menyatakan tiga dari enam penumpang tewas di lokasi kejadian. Tiga penumpang lainnya selamat, namun mengalami luka dan harus menjalani perawatan. Petugas gabungan segera datang untuk mengevakuasi korban dan mengamankan jalur yang sempat tertutup.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Korban Meninggal Dan Kondisi Penumpang Lain
Korban tewas yakni Sunarno (61) selaku pengemudi Kijang, serta dua remaja, Jihan Meilani Nasution (17) dan Yeni Putri (Yeni Hafizah Putri, 17). Mereka merupakan bagian dari satu rombongan keluarga yang sedang dalam perjalanan ke Parapat. Kedatangan keluarga dari Riau memperdalam kesedihan dan keharuan di lokasi pemakaman.
Tiga penumpang lain yang selamat, Sukarno (65), Watini (54), dan seorang anak berusia 12 tahun, mengalami luka-luka ringan dan menjalani perawatan di RSUD Djasamen Saragih, Pematangsiantar. Mereka mengalami trauma fisik dan psikologis akibat kejadian yang terjadi sangat cepat. Petugas medis dan polisi memberikan pendampingan kepada mereka dan keluarga korban.
Petugas membawa jenazah ketiga korban meninggal menggunakan ambulans untuk proses identifikasi dan penyerahan kepada pihak keluarga. Setelah tim medis memeriksa jenazah, pejabat setempat dan massa mengawal proses pemakaman hingga selesai. Tragedi ini menambah catatan kecelakaan lalu lintas di jalur menuju kawasan wisata Sumatera Utara, dan membuat banyak orang berhati‑hati saat melintas.
Baca Juga: Viral! Remaja Tewas di Pacitan Usai Dikejar Polisi, Tindakan Aparat Disorot!
Penyebab Dan Surat Kelengkapan Sopir Truk
Kanit Gakkum Satlantas Polres Simalungun, IPDA Yancen Hutabarat, menjelaskan bahwa truk kehilangan kendali saat menanjak di jalur menikung dan berkontur bukit. Kondisi jalan menanjak dan beban truk yang berat membuat kendaraan tidak mampu terus bergerak dan mulai mundur ke belakang. Minibus di belakangnya tidak sempat menghindar, sehingga tabrakan tak terhindarkan.
Pihak kepolisian mencatat bahwa sopir truk, Aly Syahbana Lubis, gagal menunjukkan SIM maupun STNK saat petugas memeriksanya di lokasi. Hal ini menimbulkan pertanyaan soal kelayakan sopir mengemudikan truk berat di jalur tanjakan. Penyidik akan mengkaji faktor kelalaian, teknis kendaraan, dan administrasi surat‑menyurat terkait kejadian ini.
Truk tersebut mengangkut baja ringan, yang menambah berat kendaraan dan menurunkan kemampuan menanjak. Tim teknis akan memeriksa rem, mesin, serta bagian lain dari truk sebagai analisis penyebab. Polisi juga mengevaluasi apakah rambu dan marka jalan di titik tanjakan sudah memadai, sebagai bagian dari peningkatan keamanan di jalur tersebut.
Dampak Dan Pesan Keselamatan di Jalur Tanjakan
Kecelakaan maut di Simalungun menjadi peringatan bagi pengemudi di jalur menanjak kawasan ini. Rute menuju Parapat dan Danau Toba yang ramai perlu diprioritaskan keamanannya. Pengemudi juga harus memastikan kendaraan prima dan tidak kelebihan muatan saat melintasi tanjakan curam.
Pihak kepolisian dan pemerintah daerah diminta meningkatkan pengamanan di titik tanjakan rawan, termasuk rambu, marka, dan dinding pengaman. Edukasi kepada sopir truk dan pengemudi pribadi tentang cara menghadapi tanjakan juga perlu ditingkatkan. Masyarakat diimbau tidak memaksa menaiki tanjakan dengan kendaraan tidak layak, demi keselamatan diri dan penumpang.
Bagi keluarga korban, liburan yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan berubah menjadi luka mendalam. Mereka berharap para pengendara lainnya mengambil pelajaran dari tragedi ini untuk lebih mengutamakan keamanan. Masyarakat luas berharap pemerintah memperbaiki fasilitas dan pengawasan jalan, sehingga jalur wisata di Simalungun menjadi lebih aman bagi semua pengguna.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari liputan6.com
Gambar Kedua dari batubara.redaksisatu.id