Aksi brutal pengeroyokan siswi SMP ini makin menyita perhatian publik saat para pelaku justru santai berjoget di Mapolres Lutra tanpa rasa bersalah.
Kasus pengeroyokan siswi SMP oleh dua ABG di Luwu Utara, Sulsel, meledak seperti bom waktu setelah video brutalnya viral. Yang lebih bikin geleng-geleng kepala, pelaku malah asyik joget TikTok-style di Polres saat pemeriksaan, seolah kasus penganiayaan cuma lelucon. Publik geram, tuntut hukuman tegas demi keadilan korban.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Kronologi Pengeroyokan Brutal
Di tengah kebun sawit sunyi Desa Uraso, Mappedeceng, Senin (23/3/2026), korban M (13, siswi SMP 1 Masamba) terperangkap dalam jebakan maut. Desas-desus hinaan ke ibu pelaku R soal perselingkuhan jadi bensin pembakar amarah. R (dropout nekat) dan S (13, MTs Negeri 1) pura-pura ajak mediasi “kekeluargaan”.
Tiba-tiba tamparan keras mendarat, rambut korban direnggut ganas, pukulan menghujam kepala hingga punggung berdarah-darah. Korban meringkuk kesakitan, tapi pelaku tak berhenti sambil teriak histeris. Video amatir warga abadikan neraka itu, langsung meledak di TikTok seperti api liar.
Kades Harapan Wendri buru-buru mediasi, tapi sia-sia karena dendam membara. Ortu korban geram, langsung lapor Polres takut balasan lebih sadis. Kisah remaja yang berubah jadi gladiator desa ini bikin bulu kuduk merinding.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Video Joget Yang Picu Emosi
Selasa siang (31/3/2026), R dan S datang ke Polres Lutra dengan muka polos. Tapi bukannya menyesal, mereka gelar pesta joget bareng dua ABG lain depan papan Satresnarkoba, jilbab-seragam bergoyang riang seperti pesta ultah. Video itu? Langsung viral, banjiri komentar pedas netizen.
“Cuek banget, mana ruginya Polri dihina gini?!” bentak netizen sambil screenshot menyebar kencang. Kasat Reskrim Iptu Kadek Andi Pradnyadana geleng-geleng, langsung razia HP pelaku ke Unit PPA. Orang tua dipanggil dadakan, wajah pucat lihat ulah anak sendiri.
Bayangkan, di markas hukum suci, remaja joget seolah pamer trofi penganiayaan. Konten TikTok/IG itu hapus cepat, tapi kerusakan reputasi sudah telanar. Aksi siang bolong ini jadi tamparan pedas buat generasi Z yang lupa batas.
Baca Juga: Viral! Aksi Petugas SPBU Tempel Tulisan di Punggung Bikin Netizen Ngakak
Drama Permintaan Maaf
Rabu (1/4/2026), empat joget girl panik bikin video maaf di Mapolres, mata sembab, “Tak sengaja hina Polri, maaf sebesar dunia atas joget gila di TikTok/IG!” Janji muluk tak ulangi, suara gemetar penuh drama.
Ortu pelaku ikut turun gunung, ayah R sesenggukan, “Anakku dosa besar, rusak hidup korban dan nama baik Polres.” Video maaf ini balas serangan netizen, tapi apakah tulus atau cuma pencitraan? Publik tetap was-was.
Korban M kini gemetar ke sekolah, trauma luka dalam. Polisi intensifkan bimbingan, harap ubah si liar jadi anak baik. Kisah penebusan ini bikin haru sekaligus curiga.
Respons Tegas Polisi
Polres Lutra gerak kilat, klarifikasi joget, Unit PPA genggam kasus penganiayaan dengan Pasal 351 KUHP (ancam 5 tahun). Ortu pelaku wajib kelas parenting darurat, tak ada ampun.
Kasat Reskrim tegas, “Kekerasan remaja musuh bebuyutan Polri, hukum tak pandang umur!” Korban dapat restitusi plus terapi trauma. Kasus jadi alarm digital parenting di era medsos gila.
Publik sorak edukasi medsos wajib di sekolah. Polisi janji zero tolerance, tutup insiden dengan komitmen besi. Pelajaran pahit, joget boleh, tapi bukan di kandang singa hukum.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari detik.com
Gambar Kedua dari instagram.com