Seorang PKL di Jakarta menuding Satpol PP melakukan pungutan liar saat petugas hendak menertibkannya, sehingga insiden panas itu terjadi.
Polisi menduga pedagang itu mengancam petugas dengan senjata tajam saat ketegangan memuncak. Video aksi ini viral di media sosial, memicu perbincangan luas tentang penertiban PKL, keamanan petugas, dan isu pungli.
POS VIRAL menghadirkan informasi terbaru dan viral lainnya; simak dan ikuti terus pembahasannya di sini.
PKL Ngamuk Tuduh Satpol PP Pungli
Insiden panas antara seorang pedagang kaki lima (PKL) dan petugas Satpol PP di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan menjadi viral di media sosial pada Selasa (7 April 2026). Sebuah video yang direkam oleh warga memperlihatkan ketegangan saat petugas hendak menertibkan pedagang tersebut, namun justru mendapat protes keras dari si pedagang.
Dalam rekaman yang tersebar, pedagang tampak meronta‑ronta ketika dua petugas Satpol PP mencoba mengamankan situasi. Satpol PP meminta PKL menaati aturan dan hanya berjualan di area yang ditetapkan pemerintah.
Situasi semakin memanas lantaran pedagang menolak panggilan petugas dan mengaku justru menjadi pihak yang terancam. Sementara itu, Satpol PP menenangkan situasi dan menggunakan pendekatan persuasif sebelum mengamankan barang bukti dari tangan pedagang tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
PKL Meronta, Ancam Petugas Pakai Pisau
Dalam rekaman video, tampak perempuan itu memegang benda tajam tersebut saat petugas hendak menertibkannya di area trotoar utama itu.
Seorang perekam suara dalam video mengatakan, “Izin komandan, (pelaku) sudah mengancam anggota di Jalan Rasuna Said,” yang membuat momen tersebut menjadi sorotan publik. Tuduhan ancaman kepada petugas menarik reaksi kuat dari netizen dan warga yang melihat video viral itu.
Meski demikian, pedagang tersebut kemudian membantah niat untuk melukai petugas. Ia mengklaim merasa terancam dan bertindak demikian karena situasi tegang saat penertiban berlangsung.
Baca Juga: Viral! Pegawai Dapur SPPG Sumenep Asyik Karaoke dan Sawer Uang di Tempat Kerja
Bantahan Pedagang dan Tuduhan Rekayasa Isu Pungli
Pedagang itu menuduh Satpol PP melakukan pungli agar ia tetap bisa berjualan di area yang sedang ditertibkan. Petugas kemudian menggunakan bukti video untuk memastikan mereka telah mengamankan senjata tajam tersebut.
Pedagang itu berusaha memposisikan dirinya sebagai korban pungli, ungkap akun resmi pemerintah daerah. Dalam unggahan tersebut, pemerintah menyebut pedagang itu justru berusaha menghindari penertiban dengan membuat narasi serangan terhadap petugas.
Warga dan netizen lantas memberikan beragam komentar, dengan sebagian mendukung tindakan petugas yang tegas, sementara lainnya menilai dinamika ini menunjukkan masalah yang lebih besar antara penegakan aturan dan kesejahteraan PKL di Jakarta. Warga dan pakar mendiskusikan bagaimana seharusnya pemerintah melakukan pendekatan penertiban.
Satpol PP Minta Penertiban PKL Tanpa Kekerasan
Pemerintah daerah dan Satpol PP DKI Jakarta menanggapi insiden ini dengan menekankan pentingnya penertiban secara humanis, tanpa kekerasan dari kedua belah pihak. Satpol PP meminta PKL menaati aturan dan berjualan hanya di area yang ditetapkan pemerintah.
Satpol PP menyatakan bahwa imbauan persuasif tetap menjadi prioritas dalam setiap operasi penertiban. Namun, saat terjadi pelanggaran serius seperti membawa senjata tajam atau mengancam petugas, pihak aparat akan mengambil langkah lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa penegakan aturan berjalan seiring dengan perlunya dialog terbuka antara pemerintah dan PKL.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari lambeturah.co.id
- Gambar Kedua dari sapos.co.id