Sorotan publik menguat setelah terungkap anggaran kaus kaki SPPI mencapai Rp6,9 miliar, memicu pertanyaan dan klarifikasi dari BGN.
Isu pengadaan kaus kaki untuk program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di bawah Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi viral di media sosial. Nilai anggaran disebut mencapai Rp6,9 miliar dengan harga hingga Rp100 ribu per pasang, memicu sorotan warganet soal efisiensi dana negara terkait Makan Bergizi Gratis (MBG).
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Viralnya Isu Anggaran Kaus Kaki SPPI
Pada Kamis (9/4/2026), data dari INAPROC yang beredar menunjukkan belanja pakaian BGN mencapai Rp623,3 miliar pada 2025. Sorotan tertuju pada pengadaan kaus kaki senilai Rp6,9 miliar, termasuk dari PT Gajah Mitra Paragon sebesar Rp3,4 miliar. Variasi harga Rp35 ribu hingga Rp100 ribu memicu tanda tanya di kalangan publik.
Warganet ramai mengkritik besaran anggaran tersebut di media sosial. Salah satu komentar menyoroti harga kaus kaki Rp100 ribu per pasang yang dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan lain seperti pendidikan. Pengadaan kaus kaki lapangan Rp1,7 miliar untuk 17.000 pasang pun dianggap tinggi dibanding harga pasar.
Program SPPI merekrut sarjana menjadi ASN BGN untuk memimpin pelaksanaan MBG di daerah. Perlengkapan tersebut merupakan bagian dari proses pendidikan, namun isu ini membesar karena dinilai kontras dengan prioritas gizi anak sekolah. Meski demikian, program ini ditujukan untuk mempercepat implementasi kebijakan gizi nasional.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Mekanisme Pengadaan Swakelola Tipe 2
Dalam skema swakelola tipe 2, BGN mengalokasikan dana kepada Unhan untuk melaksanakan pendidikan SPPI secara menyeluruh. Pembiayaan mencakup kebutuhan peserta, seperti seragam, sepatu, dan kaus kaki. BGN tidak terlibat dalam operasional teknis, sehingga pemerintah menilai sistem ini efisien untuk proyek terintegrasi.
Pemerintah melakukan proses pengadaan secara transparan melalui LKPP dan INAPROC. Pemerintah menyesuaikan harga kaus kaki lapangan sebesar Rp100 ribu dengan spesifikasi khusus yang tahan lama untuk aktivitas lapangan MBG. Kader gizi memerlukan kualitas tersebut guna mendukung mobilitas tinggi di berbagai wilayah.
BGN berkomitmen menjaga efisiensi anggaran dalam setiap program. Pemerintah memfokuskan pengeluaran secara proporsional untuk mendukung program inti seperti MBG, bukan pemborosan. Pemerintah menjadikan kritik publik sebagai bahan evaluasi berkala guna mengoptimalkan alokasi dana.
Baca Juga: Geger! Warung Nyaris Hangus Dibakar Ormas di Deli Serdang, Ini Faktanya
Respons Resmi Kepala BGN Dadan Hindayana
Kepala BGN, Dadan Hindayana, angkat bicara di Jakarta pada Senin (13/4/2026). Ia tidak menampik adanya pengadaan, namun ia menegaskan bahwa nilainya tidak sebesar rumor yang beredar. Ia juga membantah isu laptop 32.000 unit dan alat makan Rp4 triliun. Ia menyampaikan pernyataan ini untuk meredam spekulasi liar di masyarakat.
Dadan menjelaskan bahwa BGN tidak melakukan pembelian langsung kaus kaki. Pengadaan tersebut merupakan bagian dari perlengkapan peserta pendidikan SPPI di Universitas Pertahanan (Unhan) melalui skema swakelola tipe 2. Dalam mekanisme ini, pihak Unhan mengurus seluruh kebutuhan peserta sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah mengawasi tahap perencanaan hingga pelaksanaan secara ketat sesuai regulasi. Dadan juga mengimbau masyarakat untuk memverifikasi informasi melalui sumber resmi dan tidak mudah terprovokasi hoaks. Langkah ini penting guna menjaga integritas program strategis nasional.
Imbas Viral dan Harapan Transparansi
Isu ini timbul pasca polemik motor listrik Rp1,2 triliun BGN. Publik tuntut prioritas dana ke makanan bergizi, bukan aksesoris. Viral perbandingan anggaran makanan paling kecil. Hal ini ungkap ketimpangan persepsi anggaran.
BGN buka ruang pengawasan eksternal. Dadan tekankan komitmen akuntabilitas, ajak masyarakat cek data resmi. Hindari hoaks ganggu program nasional MBG. Pemerintah berencana meluncurkan dashboard publik segera.
Ke depan, BGN janji tingkatkan komunikasi publik. Transparansi anggaran jadi kunci percaya masyarakat. SPPI tetap prioritas bangun SDM gizi Indonesia. Pemerintah mengharapkan kolaborasi dengan media mampu meredam isu serupa.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari portalberita.co.id
Gambar Kedua dari detik.com