Insiden pengeroyokan dua satpam oleh siswa SMK 1 Polewali viral di media sosial setelah dipicu teguran karena merokok di sekolah.
Video pengeroyokan dua satpam SMK 1 Polewali oleh sekelompok siswa viral di media sosial pada Kamis (14/5/2026). Satpam memicu dendam siswa setelah memberikan teguran karena mereka kedapatan merokok dan memanjat pagar sekolah, hingga akhirnya aksi kekerasan ini berujung pada penganiayaan di jalan raya.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Kronologi Kejadian
Peristiwa pengeroyokan terjadi pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 15.30 WITA, di Jalan Pemuda, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Kelompok siswa menghadang dan mengeroyok dua satpam berinisial MR (24) dan MS (28) yang saat itu hendak mengecek mereka yang sedang berkumpul pada jam pulang sekolah.
Para siswa melanggar aturan sekolah, menerima teguran, dan diduga telah merencanakan tindakan kekerasan ini sebelumnya. Mereka tidak menerima teguran dari satpam dan kemudian melampiaskan amarah dengan melakukan aksi kekerasan secara bersama-sama.
Para pelaku menggunakan tangan kosong dan kunci motor untuk menyerang kedua satpam. Korban kemudian mengalami luka memar di wajah, kepala, dan tangan akibat pengeroyokan tersebut. Kedua satpam kemudian melaporkan kejadian ini secara resmi ke Polres Polman.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Jumlah Siswa Terlibat
Kepala SMK 1 Polewali, Mustari, menyatakan bahwa terduga pelaku pengeroyokan berjumlah 8 orang siswa. Polisi juga mengonfirmasi angka yang sama dalam penyelidikan awal mereka terhadap kasus ini. Kejadian tersebut menjadi perhatian serius karena melibatkan pelajar di lingkungan pendidikan yang seharusnya aman dan tertib.
Delapan siswa tersebut reportedly tidak terima ketika satpam menegur dan membawa mereka ke ruang Bimbingan dan Konseling (BK) karena melanggar peraturan sekolah. Ketidakpuasan ini kemudian berubah menjadi tindakan kekerasan kolektif berupa pengeroyokan. Peristiwa ini menunjukkan pentingnya pembinaan karakter dan pengendalian emosi bagi para siswa.
Pihak sekolah sudah mengidentifikasi identitas para siswa pelaku. Polisi sedang memproses mereka dalam rangka penyelidikan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang terjadi di lingkungan sekolah. Masyarakat mengharapkan proses hukum dapat berjalan secara adil serta memberikan efek jera kepada para pelaku.
Baca Juga: Viral! Dugaan Skandal Kepsek Dan Siswi, Sekolah Akhirnya Angkat Bicara
Dampak dan Cedera
Akibat pengeroyokan tersebut, kedua satpam mengalami cedera yang cukup serius. Mereka mengalami luka di wajah, kepala, dan tangan akibat serangan menggunakan tangan kosong dan kunci motor. Kondisi korban sempat membuat pihak sekolah dan keluarga merasa khawatir atas keselamatan mereka.
Kedua korban, MR (24) dan MS (28), telah melapor ke pihak kepolisian untuk menindaklanjuti kasus ini. Korban mengajukan laporan resmi terkait tindak pidana penganiayaan yang para pelaku lakukan secara bersama-sama. Polisi kini mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk memperkuat proses penyelidikan.
Video kejadian yang direkam menggunakan kamera ponsel kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu reaksi publik. Kejadian ini disebut sebagai contoh krisis pengasuhan dan arogansi siswa yang tidak bisa menerima teguran dari petugas sekolah. Banyak masyarakat menyayangkan tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan tersebut.
Tindakan Polisi dan Sekolah
Polres Polman melalui KBO Sat Reskrim, Iptu Iwan Rusmana, menyatakan kasus ini sedang dalam proses penyelidikan. Polisi melakukan mediasi antara kedua pihak untuk mencari penyelesaian terbaik. Selain itu, aparat juga mengimbau agar semua pihak tetap menjaga situasi tetap kondusif selama proses hukum berlangsung.
Pihak sekolah juga telah mengenali delapan siswa yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Mereka sekarang menunggu proses hukum yang adil sekaligus mengambil tindakan disipliner sesuai peraturan sekolah. Sekolah berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Kasus ini menjadi teguran keras bagi dunia pendidikan bahwa siswa harus diajarkan untuk menghargai teguran dan menyelesaikan konflik dengan cara yang lebih baik. Psikolog menyebut kejadian ini sebagai indikasi krisis pengasuhan yang serius. Pendidikan karakter dan komunikasi yang baik dinilai sangat penting untuk mencegah tindakan kekerasan di kalangan remaja.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari sulbar.tribunnews.com
Gambar Kedua dari detik.com