Kamis, Oktober 8POS VIRAL
Shadow

Polisi Nyanyi ‘Happy Birthday’ Saat Tangkap Remaja Lagi Tidur di Langkat

Momen tak biasa mewarnai penangkapan seorang remaja berinisial DA (17) di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Polisi Nyanyi 'Happy Birthday' Saat Tangkap Remaja Lagi Tidur di Langkat

Bukannya langsung membangunkan dengan suara keras, personel Polsek Babalan memilih cara yang unik. Mereka menyanyikan lagu “Happy Birthday” sambil bertepuk tangan di samping tempat tidur remaja tersebut. Aksi spontan itu membuat DA terbangun dengan wajah kebingungan sebelum mengetahui bahwa polisi datang untuk membawanya ke kantor terkait kasus konvoi membawa senjata tajam yang sempat viral di media sosial.

Video penangkapan itu langsung menarik perhatian publik. Banyak warganet menilai cara polisi membangunkan pelaku cukup unik. Meski begitu, polisi tetap memproses kasus tersebut karena aksi para remaja berpotensi membahayakan masyarakat. Simak ulasan lengkap dari POS VIRAL.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVENONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Polisi Bangunkan Pelaku dengan Lagu Ulang Tahun

Peristiwa itu berlangsung pada Rabu (24/6) di kawasan Simpang Pangkalan Susu, Kecamatan Brandan Barat. Saat petugas mendatangi rumah DA, remaja tersebut masih tertidur pulas di kamarnya. Salah seorang anggota polisi yang mengenakan pakaian biasa kemudian menyanyikan lagu ulang tahun sambil bertepuk tangan.

DA langsung membuka mata dan tampak kebingungan melihat sejumlah orang berada di dalam kamarnya. Setelah suasana lebih tenang, petugas menjelaskan alasan kedatangan mereka lalu mengajak DA mengikuti proses pemeriksaan di kantor polisi.

Kanit Reskrim Polsek Babalan, Ipda M Taufan, menjelaskan bahwa anggota bertindak spontan karena melihat DA masih tertidur. Mereka sengaja memilih cara yang lebih santai saat membangunkan remaja tersebut.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Perselisihan WhatsApp Memicu Rencana Tawuran

Kasus ini bermula ketika MRA (17), remaja asal Brandan Barat, berselisih dengan T (15) dari Kampung Lama Besitang melalui WhatsApp. Keduanya memang pernah memiliki masalah sejak masih bersekolah bersama.

MRA lebih dulu mengajak T berduel. Namun T menolak ajakan itu dan mengusulkan tawuran secara berkelompok sambil membawa senjata tajam. MRA menerima tantangan tersebut lalu menghubungi teman-temannya agar ikut berkumpul.

Kedua kelompok kemudian sepakat bertemu di Simpang Pangkalan Susu pada Senin (23/6) dini hari. Meski kelompok dari Kampung Lama Besitang tidak datang ke lokasi, kelompok MRA tetap melakukan konvoi sambil membawa senjata tajam.

Baca Juga: Tampang Ibu di Cianjur yang Relakan Anak Diperkosa Ayah Tiri Agar Tak Dicerai

Video Viral Membuat Polisi Bergerak Cepat

Setelah membubarkan diri, kelompok MRA mengunggah video konvoi ke media sosial untuk menakut-nakuti kelompok lawan. Bukannya membuat lawan gentar, video itu justru menyebar luas dan memicu keresahan masyarakat.

Polisi segera menyelidiki video tersebut. Petugas lebih dulu menangkap MRA di rumahnya. Saat memeriksa rumah itu, polisi menemukan sebilah pedang sepanjang sekitar 75 sentimeter. MRA mengakui pedang tersebut berkaitan dengan aksi konvoi yang mereka lakukan.

Selanjutnya polisi mengejar pelaku lain hingga berhasil membawa sembilan remaja ke kantor polisi. Dua remaja lainnya kemudian datang bersama orang tua mereka untuk menjalani pemeriksaan sehingga jumlah pelaku mencapai sebelas orang.

Polisi Pastikan Mereka Bukan Geng Motor

Hasil penyelidikan menunjukkan kedua kelompok remaja itu bukan anggota geng motor. Polisi memastikan mereka hanya kelompok teman bermain yang terbawa emosi setelah perselisihan pribadi.

Selama penyelidikan berlangsung, polisi menyita sejumlah senjata tajam dari rumah para pelaku sebagai barang bukti. Langkah tersebut bertujuan mencegah mereka memakai senjata itu kembali dalam aksi serupa.

Polsek Babalan juga menjalin koordinasi dengan Polsek Besitang agar kedua kelompok bisa bertemu. Polisi kemudian mempertemukan para remaja bersama orang tua masing-masing di kantor polisi untuk meredakan konflik.

Mediasi Jadi Jalan Akhir Penyelesaian Kasus

Dalam pertemuan itu, keluarga para remaja meminta polisi menyelesaikan perkara melalui pendekatan restorative justice. Polisi mempertimbangkan usia para pelaku yang masih di bawah umur serta fakta bahwa bentrokan fisik belum sempat terjadi.

Melalui mediasi, kedua kelompok saling meminta maaf, mengakhiri perselisihan, dan berjanji tidak lagi mengulangi tindakan yang sama. Orang tua mereka juga menyatakan siap membimbing anak-anak agar tidak kembali terlibat dalam aksi yang melanggar hukum.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa perselisihan kecil di media sosial dapat berkembang menjadi konflik serius jika tidak segera diselesaikan. Momen polisi menyanyikan lagu “Happy Birthday” memang menarik perhatian publik, tetapi keberhasilan aparat mencegah tawuran bersenjata dan mengarahkan para remaja ke jalur pembinaan menjadi hal yang jauh lebih penting.

Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search