Sabtu, September 26POS VIRAL
Shadow

Viral Bocah 12 Tahun Jualan Siomay di Bintaro, Kisahnya Bikin KDM Turun Tangan

Habibi, bocah 12 tahun yang jualan siomay di Bintaro, viral setelah kisahnya sampai ke Dedi Mulyadi dan membuka jalan untuk kembali sekolah.Viral Bocah 12 Tahun Jualan Siomay di Bintaro, Kisahnya Bikin KDM Turun Tangan

Kisah Habibi menjadi perhatian setelah video tentang perjuangannya berjualan siomay dan batagor beredar di media sosial. Di usia yang seharusnya ia habiskan untuk belajar di sekolah dasar, Habibi justru harus membantu keluarganya mencari penghasilan.

Bocah asal Cirebon, Jawa Barat, itu memilih berjualan karena sang ayah tidak lagi bisa bekerja akibat kanker usus. Kondisi tersebut membuat Habibi mengambil alih pekerjaan yang sebelumnya dijalankan oleh ayahnya. Simak ulasan lengkapnya dari POS VIRAL.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVENONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Habibi Mulai Jualan Siomay Sejak Usia 11 Tahun

Habibi sudah sekitar satu tahun berjualan siomay dan batagor. Ia membawa dagangannya ke kawasan Bintaro bersama sang ibu untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Setiap pagi hingga sore, Habibi berjualan di kawasan Jalan Taman Bintaro Barat No. 8, RT 7/RW 8, Bintaro. Lokasi tersebut berada di sekitar Kopi Tuku Bintaro. Setelah Habibi selesai berjualan, sang ibu melanjutkan aktivitas tersebut hingga malam.

Harga satu porsi siomay dan batagor yang ia jual berada di kisaran Rp20.000. Menurut pengakuannya, dagangan tersebut cukup ramai setiap hari sehingga ia tetap menjalani rutinitas tersebut meski usianya masih sangat muda.

Kisah Habibi kemudian mendapat perhatian setelah TikToker Donny Ramadhan membagikan videonya melalui akun @donnyrapu. Dalam video tersebut, Habibi bercerita mengenai alasan dirinya memilih bekerja dibandingkan bersekolah seperti anak seusianya.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Ia Rela Tinggalkan Sekolah demi Membantu Orangtua

Habibi seharusnya duduk di kelas 6 SD. Namun, kondisi keluarga membuatnya memilih meninggalkan sekolah untuk membantu sang ibu mencari nafkah.

Ia bahkan tetap berjualan ketika kakinya mengalami luka. Habibi mengaku tidak tega melihat ibunya bekerja sendirian. Karena itu, ia memilih ikut membantu meski harus mengorbankan waktu sekolah.

Di balik aktivitasnya berjualan, Habibi masih menyimpan keinginan untuk kembali belajar. Ia juga memiliki cita-cita menjadi polisi. Keinginan tersebut membuat pendidikan tetap berada dalam pikirannya meski keadaan keluarga membuatnya harus menunda sekolah.

Saat berbicara mengenai sekolah dalam video Donny, Habibi terlihat menahan tangis. Ia mengaku ingin kembali belajar, tetapi merasa harus membantu ayah dan ibunya terlebih dahulu.

Baca Juga: Video Viral Siswa SMPN 18 Mengaku Dipukul Guru, Gara-Gara Tak Pakai Lurik?

Habibi Berharap Ayahnya Bisa Mendapat Pengobatan

Selain memikirkan pendidikan, Habibi juga berharap kondisi kesehatan ayahnya membaik. Ia ingin sang ayah mendapat pengobatan untuk penyakit kanker usus yang membuatnya tidak lagi mampu bekerja seperti sebelumnya.

Ketika ditanya mengenai harapannya jika bertemu Dedi Mulyadi, Habibi menyampaikan keinginan untuk kembali bersekolah. Ia juga berharap ayahnya bisa menjalani operasi agar kondisi kesehatan keluarga perlahan membaik.

Kisah tersebut kemudian sampai kepada Dedi Mulyadi. Dalam unggahan media sosial pada 23 September 2026, Dedi memperlihatkan pertemuannya dengan Habibi serta kedua orangtuanya.

Pertemuan itu menjadi titik baru bagi Habibi. Dedi menyampaikan tawaran bantuan untuk pengobatan ayah Habibi sekaligus bantuan biaya hidup selama proses pengobatan berlangsung.

KDM Tawarkan Bantuan untuk Ayah Habibi

Dedi mengatakan dirinya telah menawarkan operasi kepada ayah Habibi. Ia juga menyampaikan kesediaan untuk membantu kebutuhan hidup sang ayah bersama istrinya selama menjalani pengobatan.

Namun, ayah Habibi memilih menolak tawaran operasi tersebut. Meski demikian, pertemuan itu tetap membawa kabar penting bagi Habibi karena Dedi memberikan perhatian khusus terhadap kelanjutan pendidikannya.

Dedi kemudian meminta Habibi kembali ke Cirebon. Di sana, Habibi dapat melanjutkan sekolah bersama kakaknya sehingga ia tidak perlu lagi meninggalkan pendidikan demi membantu kebutuhan keluarga.

Habibi Kini Jadi Anak Asuh untuk Pendidikan

Dedi Mulyadi juga menyatakan Habibi menjadi anak asuhnya untuk urusan pendidikan. Ia meminta Habibi tidak lagi memikirkan biaya sekolah dan kebutuhan makan sehari-hari selama menjalani pendidikan.

Keputusan tersebut memberi kesempatan kepada Habibi untuk kembali mengejar cita-citanya. Setelah selama sekitar satu tahun menjalani rutinitas berjualan, ia kini mendapat kesempatan untuk kembali merasakan bangku sekolah.

Kisah Habibi menunjukkan bagaimana kondisi keluarga dapat membuat seorang anak mengambil tanggung jawab besar di usia muda. Perjalanan berikutnya tentu menjadi hal yang menarik untuk dilihat, terutama setelah ia kembali mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan.

Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search