Kasus bansos di Makassar viral setelah seorang ibu mengamuk, lalu pengakuannya soal bandar sabu membuat suasana kantor kelurahan makin heboh.

IRT itu datang ke kantor kelurahan setelah namanya tidak lagi masuk dalam daftar penerima bantuan sosial pangan berupa beras. Ia mempertanyakan alasan perubahan data tersebut dengan emosi. Simak ulasan lengkapnya dari POS VIRAL.
Nama IRT Hilang dari Daftar Penerima Bansos
Lurah Barana, Herman, langsung mengecek persoalan tersebut setelah melihat keributan di kantor kelurahan. Ia kemudian menemukan alasan yang membuat nama IRT itu tidak lagi memenuhi syarat sebagai penerima bantuan.
Herman menjelaskan bahwa data kependudukan IRT tersebut berkaitan dengan pinjaman bank. Kondisi itu kemudian memengaruhi statusnya dalam data penerima bantuan pangan.
IRT tersebut mengaku tidak mengetahui penggunaan KTP miliknya. Ia baru mengetahui persoalan itu setelah namanya hilang dari daftar penerima bansos dan keributan terjadi di kantor kelurahan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Keponakan Disebut Pakai KTP untuk Pinjaman Rp400 Juta
Herman mengatakan keponakan IRT tersebut memakai KTP milik tantenya untuk mengajukan pinjaman di Bank BCA. Nilai pinjaman itu mencapai Rp400 juta.
Menurut Herman, sang keponakan memakai uang pinjaman tersebut untuk membeli mobil. Sementara itu, IRT yang memiliki KTP tersebut mengaku tidak tahu bahwa keponakannya memakai identitasnya untuk mengajukan pinjaman.
Persoalan itu kemudian muncul ketika pihak kelurahan mengecek alasan perubahan status penerima bansos. Petugas menemukan informasi mengenai pinjaman yang berkaitan dengan identitas IRT tersebut.
Baca Juga: Viral Bocah 12 Tahun Jualan Siomay di Bintaro, Kisahnya Bikin KDM Turun Tangan
Data Perlinsos Mengubah Status Penerima Bantuan
Herman mengatakan Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) Kemensos menunjukkan status IRT tersebut tidak layak menerima bantuan pangan.
Sistem itu mencatat penggunaan identitas KTP yang bersangkutan dalam pinjaman bank. Data tersebut kemudian membuat status penerima bantuannya berubah sehingga namanya tidak lagi masuk dalam daftar bansos pangan beras.
Pihak kelurahan baru mengetahui persoalan penggunaan identitas tersebut setelah IRT itu datang dan memprotes pencoretan namanya. Petugas kemudian memeriksa data yang muncul dalam sistem Perlinsos.
Video Amukan di Kantor Lurah Viral di Media Sosial
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan IRT tersebut meluapkan kemarahannya di kantor kelurahan. Ia mempertanyakan hilangnya nama dari daftar penerima bantuan dengan suara keras.
Dalam video itu, perempuan tersebut juga mengaku sebagai penduduk asli Makassar. Ia kemudian melontarkan sejumlah umpatan menggunakan bahasa Makassar saat menyampaikan kekesalannya.
Perempuan itu juga mengucapkan pernyataan tentang dirinya sebagai pedagang atau bandar sabu. Pernyataan tersebut ikut menarik perhatian warganet setelah video itu menyebar.
Kelurahan Beri Penjelasan soal Pencoretan Bansos
Herman mengatakan pihak kelurahan mengetahui persoalan tersebut setelah memeriksa data penerima bantuan. Ia menyebut IRT itu tidak mengetahui bahwa keponakannya memakai KTP miliknya untuk mengambil pinjaman.
Menurut Herman, data pinjaman tersebut muncul dalam sistem Perlinsos dan memengaruhi status penerima bantuan pangan. Karena itu, nama IRT tersebut tidak lagi masuk dalam daftar penerima bansos.
Kasus ini juga menunjukkan pentingnya menjaga penggunaan identitas pribadi. Pemilik KTP perlu memastikan tidak ada pihak lain yang memakai identitasnya untuk mengurus pinjaman atau keperluan keuangan.
Warga yang menemukan perubahan status bantuan secara tiba-tiba dapat meminta penjelasan kepada pihak kelurahan. Petugas kemudian dapat membantu memeriksa data yang menjadi dasar perubahan tersebut.
Hingga Sabtu (26/9/2026), Herman menjelaskan bahwa pencoretan IRT tersebut berkaitan dengan data pinjaman yang menggunakan identitasnya. Sementara itu, video aksi protesnya terus menarik perhatian setelah beredar di media sosial.