Selasa, Februari 3POS VIRAL
Shadow

BNI Kantongi Laba Rp 20 Triliun di 2025, Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Global

BNI mencatatkan laba bersih Rp 20 triliun sepanjang 2025 di tengah tekanan ekonomi global dan volatilitas pasar.

BNI Kantongi Laba Rp 20 Triliun di 2025, Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Global

Pertumbuhan kredit 15,9 persen, perbaikan kualitas aset, dan lonjakan dana murah (CASA) menopang kinerja ini. Rasio kredit bermasalah turun menjadi 1,9 persen dengan pencadangan yang kuat, sementara CAR mencapai 20,7 persen. Simak dibawah ini POS VIRAL akan membahas berita viral dan terbaru lainnya yang sedang viral yang akan menambah wawasan Anda.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Di Tengah Tekanan Global, BNI Raih Laba Rp 20 Triliun

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 20 triliun sepanjang 2025. Pertumbuhan kredit yang solid dan perbaikan kualitas aset mendukung kinerja ini, meskipun tekanan ekonomi global masih berlanjut.

Meski demikian, laba turun 6,97 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 21,5 triliun. Penurunan ini terjadi di tengah dinamika global, termasuk volatilitas pasar keuangan dan penyesuaian suku bunga yang memengaruhi sektor perbankan.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menjelaskan bahwa laba bersih tetap menunjukkan fundamental yang kuat. Menurutnya, kinerja intermediasi yang tumbuh positif menjadi penopang utama di tengah tantangan eksternal yang tidak ringan sepanjang 2025.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!

aplikasi nonton bola shotsgoal apk

Kredit BNI Melonjak 15,9 Persen

BNI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 15,9 persen (yoy) sepanjang 2025. Angka ini tumbuh signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yang hanya naik 11,6 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut menunjukkan strategi ekspansi kredit yang tetap agresif namun terukur.

Wahju menyebut strategi pertumbuhan kredit yang terdiversifikasi menjadi kunci menjaga kualitas portofolio. BNI memperluas pembiayaan ke berbagai sektor produktif guna meminimalkan risiko konsentrasi kredit di tengah perlambatan ekonomi global.

Dari sisi pendanaan, BNI sepenuhnya mendukung pertumbuhan kredit dengan dana murah atau current account saving account (CASA) yang tumbuh 28,9 persen (yoy). Kenaikan giro sebesar 43,8 persen (yoy) serta peningkatan tabungan 11,2 persen (yoy) mendorong pertumbuhan tersebut dan mencerminkan kuatnya kepercayaan nasabah terhadap BNI.

Baca Juga: Bitcoin Ambruk Parah! Timothy Ronald Yang Dulu Optimistis Gimana Kabarnya?

Kualitas Aset Membaik dan Pencadangan Kuat

Kualitas Aset Membaik dan Pencadangan Kuat

Selain pertumbuhan kredit, BNI juga mencatatkan perbaikan signifikan pada kualitas aset. BNI menurunkan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) sebesar 10 basis poin menjadi 1,9 persen (yoy). BNI menurunkan Loan at Risk (LaR) menjadi 8,5 persen, membaik 1,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut menunjukkan eksposur risiko kredit yang semakin terkendali dan telah kembali ke level sebelum pandemi. Hal ini menjadi indikator penting bahwa manajemen risiko BNI berjalan efektif di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.

Dari sisi pencadangan, NPL coverage ratio mencapai 205,5 persen dan LaR coverage ratio sebesar 46,9 persen. Tingkat pencadangan yang kuat ini mencerminkan pendekatan prudensial BNI dalam mengantisipasi potensi tekanan risiko di masa mendatang.

Permodalan Kokoh, PPOP Cetak Rekor di Kuartal IV

Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) BNI tercatat sebesar 20,7 persen. Level ini memberikan ruang ekspansi yang cukup luas bagi perseroan untuk mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus menjaga ketahanan menghadapi risiko eksternal.

Wahju mengakui bahwa sepanjang 2025 BNI menghadapi berbagai tekanan eksternal, mulai dari volatilitas global hingga dinamika suku bunga. Namun, perseroan tetap mampu menjaga pertumbuhan yang sehat melalui pendanaan yang kuat, disiplin manajemen risiko, serta fokus pada sektor-sektor produktif.

Sementara itu, Direktur Finance and Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menambahkan bahwa pada kuartal IV 2025, BNI membukukan Pendapatan Operasional sebelum Pencadangan (PPOP) sebesar Rp 9,4 triliun. Mencatat capaian tertinggi dibandingkan tiga kuartal sebelumnya dan menutup tahun 2025 dengan kinerja solid.

Selalu update dengan berita terbaru, informasi terpercaya, dan konten menarik yang kami sajikan spesial untuk Anda setiap hari hanya di POS VIRAL.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar pertama dari money.kompas.com
  • Gambar Utama dari keuangan.kontan.co.id
Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search