Saturday, November 29POS VIRAL
Shadow

Dari Relawan Jadi Tersangka, Immanuel Ebenezer Terseret OTT KPK!

Immanuel Ebenezer OTT KPK terkait dugaan pemerasan sertifikat K3 Puluhan mobil & Ducati disita, Kini jadi ujian integritas Kabinet Prabowo.

Dari Relawan Jadi Tersangka, Immanuel Ebenezer Terseret OTT KPK!

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang mengejutkan publik. Kali ini, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer, atau yang akrab disapa Noel, menjadi target. Noel ditangkap pada Rabu malam (20/8/2025) bersama sembilan orang lainnya dalam kasus dugaan pemerasan terhadap perusahaan terkait pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan penangkapan ini. Ia menjelaskan, OTT tersebut berhubungan dengan praktik pemerasan terhadap perusahaan yang membutuhkan sertifikasi K3. “Pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan terkait pengurusan sertifikasi K3,” ujarnya, Kamis (21/8/2025). Namun, KPK belum merinci jumlah uang maupun mekanisme pemerasan yang dilakukan.

KPK kini memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum Noel dan pihak lain yang ditangkap. Hingga berita ini diturunkan, Noel sudah berada di Gedung Merah Putih KPK Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif. OTT ini sekaligus menambah daftar panjang pejabat publik yang terjerat kasus korupsi di tengah sorotan publik terhadap komitmen pemerintah dalam pemberantasan praktik kotor di birokrasi.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL
tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Barang Bukti Mencengangkan, Puluhan Mobil Hingga Motor Ducati

Selain menangkap Noel dan sembilan orang lain, KPK juga menyita sejumlah barang bukti yang cukup mencengangkan. Fitroh Rohcahyanto menyebutkan, penyidik berhasil mengamankan sejumlah uang, puluhan unit mobil, serta motor gede merek Ducati. “Yang pasti ada uang, ada puluhan mobil, dan ada motor Ducati,” kata Fitroh.

Penyitaan tersebut memperlihatkan adanya indikasi aliran dana dan gaya hidup mewah yang berpotensi terkait dengan praktik pemerasan. Fakta ini menambah sorotan publik terhadap integritas pejabat negara, terutama karena sertifikat K3 seharusnya menjadi instrumen vital untuk melindungi keselamatan pekerja, bukan dijadikan lahan bisnis ilegal.

KPK juga melakukan penyegelan di salah satu ruangan di Kementerian Ketenagakerjaan. Langkah ini menandakan bahwa dugaan keterlibatan Noel dalam kasus pemerasan tersebut tidak hanya sebatas transaksi personal, melainkan bisa melibatkan jejaring lebih luas di lingkungan kementerian. Situasi ini membuat publik bertanya-tanya seberapa dalam kasus ini akan menyeret aktor-aktor lain.

Ayo KAWAL TIMNAS lolos PIALA DUNIA, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS tanpa berlangganan melalui aplikasi Shotsgoal. Segera download!

aplikasi nonton bola shotsgoal apk

Pesan Tegas Prabowo Subianto

Immanuel Ebenezer OTT KPK

Presiden Prabowo Subianto langsung mendapatkan laporan terkait penangkapan Immanuel Ebenezer. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa Presiden mempersilakan KPK untuk memproses hukum sebagaimana mestinya. “Dan apabila nanti terbukti, maka akan secepatnya dilakukan pergantian,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (21/8/2025).

Pernyataan ini selaras dengan pesan keras Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD pada 15 Agustus 2025, di mana ia menegaskan tidak akan melindungi kader partainya yang terjerat kasus korupsi. “Walaupun kau Gerindra, tidak akan saya lindungi,” tegas Prabowo kala itu. Pernyataan ini kini diuji setelah salah satu kader Gerindra yang menjabat di kabinet terjerat OTT KPK.

Sikap tegas pemerintah penting untuk menjaga kepercayaan publik, apalagi kasus ini menimpa pejabat tinggi yang berada dalam lingkaran kabinet. Jika tidak ditangani transparan, kasus ini berpotensi menjadi pukulan politik sekaligus ujian bagi komitmen pemerintahan Prabowo dalam memberantas korupsi.

Baca Juga: Sidak Ijazah Oleh Ebenezer Jadi Faktor Perusahaan Indonesia Melirik Vietnam!

Dari Relawan Jokowi ke Kabinet Prabowo

Immanuel Ebenezer bukan sosok asing di dunia politik nasional. Ia awalnya dikenal sebagai Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman) yang mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019. Menjelang Pilpres 2024, Noel sempat mendukung Ganjar Pranowo, namun akhirnya beralih mendukung Prabowo Subianto setelah Gibran Rakabuming Raka diumumkan sebagai cawapres. Dukungan tersebut mengantarkannya menjadi salah satu tokoh relawan penting di kubu Prabowo.

Transformasi politik Noel menunjukkan pragmatisme yang sering ditemui di lingkaran elite politik Indonesia. Dari relawan hingga akhirnya diangkat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan, karier politiknya mencerminkan dinamika loyalitas dalam kontestasi kekuasaan. Namun, OTT KPK yang melibatkan Immanuel Ebenezer ini menjadi babak baru yang bisa menghentikan laju kariernya secara drastis.

Kasus Noel sekaligus mengingatkan publik bahwa praktik korupsi masih menjadi ancaman serius dalam tata kelola pemerintahan. OTT ini merupakan yang ketiga dalam dua pekan terakhir, menunjukkan bahwa KPK masih berusaha aktif di tengah kritik soal kinerja. Dengan tertangkapnya seorang wamen, kasus ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya integritas pejabat publik.

Kasus OTT terhadap Immanuel Ebenezer membuka mata publik tentang rapuhnya integritas pejabat negara dalam mengelola amanah. Bagaimana kelanjutan proses hukum Noel dan pihak lain yang terlibat masih menjadi tanda tanya besar. Namun yang pasti, kasus ini menjadi peringatan keras bahwa praktik korupsi tidak mengenal jabatan, partai, maupun posisi politik.

Ikuti terus informasi terbaru dan analisis mendalam seputar kasus ini hanya di POS VIRAL, agar Anda tetap terhubung dengan kabar terpercaya tentang isu politik, hukum, dan pemerintahan.

Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search