Media sosial ramai setelah video perundungan terhadap siswi kelas VI SD berinisial SNA (12) di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, tersebar luas.
Dalam video itu, sejumlah pelajar perempuan menyerang korban dengan pukulan, tendangan, dan jambakan. Rekaman juga memperlihatkan situasi yang makin kacau karena beberapa orang di lokasi justru merekam kejadian tanpa mencoba menghentikan aksi tersebut.
Warganet yang melihat video itu langsung meluapkan kemarahan dan menuntut tindakan tegas terhadap pelaku. Simak ulasan lengkap dari POS VIRAL.
Ajakan Bertemu yang Berujung Perundungan
Peristiwa bermula ketika salah satu pelaku menghubungi korban dan mengajaknya bertemu melalui pesan singkat. Tanpa curiga, SNA mendatangi lokasi yang sudah ditentukan.
Setibanya di tempat kejadian, pelaku langsung menanyakan kedekatan korban dengan seorang teman laki-laki. Percakapan itu berubah panas dan berujung pada adu mulut yang kemudian berkembang menjadi kekerasan fisik.
Beberapa pelaku langsung menyerang korban secara bersamaan. SNA tidak sempat menghindar karena jumlah pelaku lebih dari satu orang dan situasi berlangsung cepat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Cemburu dan Salah Paham Jadi Pemicu

Keluarga korban menyebut peristiwa ini bermula dari rasa cemburu dan salah paham. Pelaku menuduh korban memiliki hubungan dengan seorang teman laki-laki yang juga mereka kenal.
Satriani, anggota keluarga korban, menjelaskan bahwa korban hanya mengenal satu dari sekitar enam pelaku yang terlibat. Ia menegaskan bahwa korban tidak memahami alasan dirinya menjadi sasaran kekerasan.
“Korban menerima pesan ajakan bertemu. Saat tiba di lokasi, beberapa orang langsung menyerangnya,” ujar Satriani.
Masalah komunikasi yang seharusnya bisa selesai dengan percakapan biasa justru berubah menjadi tindakan kekerasan di lapangan.
Baca Juga: Heboh Suara Ledakan di Sekitar Candi Prambanan, Ternyata Prewedding
Kondisi Korban dan Tindakan Keluarga
Setelah kejadian, korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh akibat pukulan dan tendangan. Keluarga segera membawa SNA untuk mendapatkan perawatan medis dan memastikan kondisinya stabil.
Satriani mengetahui kejadian itu setelah menerima video dari kerabat yang melihat unggahan viral di media sosial. Ia kemudian langsung mendatangi rumah korban untuk memastikan kondisi dan mendengar kronologi langsung dari SNA.
Keluarga kemudian melapor ke Polres Gowa untuk meminta penanganan hukum. Mereka berharap kasus ini mendapat perhatian serius agar kejadian serupa tidak terulang.
Polisi Selidiki Kasus dan Kumpulkan Saksi
Polres Gowa melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) langsung menangani laporan dugaan perundungan dan pengeroyokan tersebut. Petugas juga mendampingi korban untuk menjalani pemeriksaan medis.
Plt Kasat Reskrim Polres Gowa, Iptu Arman, menyampaikan bahwa polisi masih menyelidiki kasus ini dan terus mengumpulkan keterangan saksi di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan bahwa para pihak yang terlibat masih berstatus anak di bawah umur. Karena itu, polisi menjalankan proses sesuai prosedur yang berlaku untuk kasus anak.
Tim penyidik juga menelusuri peran masing-masing pelaku agar kronologi kejadian bisa tergambar jelas. Polisi berupaya memastikan seluruh fakta terungkap tanpa spekulasi.