Monday, March 31POS VIRAL
Shadow

Donald Trump Menutup Departemen Pendidikan AS!

Pada hari Kamis, 20 Maret 2025, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menutup Departemen Pendidikan.

Donald Trump Menutup Departemen Pendidikan AS!
Acara penandatanganan tersebut berlangsung di Gedung Putih. Trump dikelilingi oleh sejumlah anak sekolah yang duduk di meja belajar saat ia membubuhkan tanda tangan pada dokumen tersebut. Momen ini dipilih untuk menekankan fokus pemerintahannya pada reformasi pendidikan.

Setelah menandatangani perintah eksekutif tersebut, Trump mengangkat dokumen itu sambil tersenyum lebar, menandakan kepuasannya atas langkah yang diambil. Tindakan ini mencerminkan komitmennya terhadap perubahan signifikan dalam sistem pendidikan nasional. Dibawah ini POS VIRAL akan memberikan informasi terkait Donald Trump menutup Departemen Pendidikan AS.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Alasan Trump Ingin Menutup Kementerian Pendidikan AS

Trump berpendapat bahwa anggaran Kementerian Pendidikan sangat besar, dan staf di kementerian tersebut memiliki sinisme tertentu. Ia bahkan menyatakan bahwa “orang-orang yang dalam banyak kasus membenci anak-anak kita”. Selain itu, Trump dan sekutunya menuduh kementerian melakukan “indoktrinasi generasi muda dengan materi rasial, seksual, dan politik yang tidak pantas”. Mereka juga menuduh Kementerian Pendidikan mendorong ideologi politik yang mereka sebut sebagai “woke” kepada anak-anak, terutama terkait isu gender dan ras, khususnya isu LGBTQ+.

Partai Republik sendiri sudah sejak lama menginginkan Kementerian Pendidikan dihapus. Kaum konservatif menentang sentralisasi kebijakan pendidikan, meyakini bahwa keputusan terkait pendidikan sebaiknya diserahkan kepada masing-masing negara bagian dan pemerintah daerah. Kaum konservatif juga berpendapat bahwa beberapa fungsi Kementerian Pendidikan, seperti pengelolaan pinjaman dana sekolah, seharusnya dialihkan ke Kementerian Keuangan AS. Sekutu Trump juga ingin memperluas kebijakan “school choice”, yang memungkinkan siswa dan keluarga menggunakan dana publik untuk memilih sekolah swasta atau berbasis agama sebagai alternatif dari sekolah negeri.

POSVIRAL hadir di saluran wahtsapp, silakan JOIN CHANNEL

Ayo KAWAL TIMNAS lolos PIALA DUNIA, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS tanpa berlangganan melalui aplikasi Shotsgoal. Segera download!

aplikasi nonton bola shotsgoal apk

Skema Penghapusan Kementerian Pendidikan

Sejumlah sumber di AS mengatakan bahwa pemerintahan Trump berniat menghapus Kementerian Pendidikan melalui dua skema. Pertama, menteri pendidikan akan diarahkan untuk membuat rencana guna mengurangi jumlah departemen melalui tindakan eksekutif. Trump telah menunjuk Linda McMahon untuk memimpin kementerian tersebut, dan ia yakin bahwa McMahon akan mengantar pendidikan AS menjadi nomor satu di dunia.

“Kami akan mengirim pendidikan kembali ke negara bagian masing-masing, dan Linda akan mempelopori upaya itu,” ungkap Trump. Kedua, Kongres akan didorong untuk meloloskan undang-undang untuk menutup kementerian. Untuk menutup kementerian, memang harus melalui persetujuan Kongres.

Baca Juga: 

Dampak Penutupan Pendidikan AS

Dampak Penutupan Pendidikan AS
Penutupan Kementerian Pendidikan AS dapat membawa dampak yang signifikan terhadap sistem pendidikan di negara tersebut. Dengan menyerahkan kendali pendidikan kepada masing-masing negara bagian dan pemerintah daerah, ada potensi terjadinya perbedaan kualitas pendidikan antar wilayah.

Negara bagian yang memiliki sumber daya yang lebih baik mungkin dapat memberikan pendidikan yang lebih berkualitas dibandingkan dengan negara bagian yang kurang mampu. Selain itu, kebijakan “school choice” yang diperluas dapat meningkatkan kesenjangan antara siswa dari keluarga mampu dan kurang mampu.

Siswa dari keluarga mampu memiliki lebih banyak pilihan untuk memilih sekolah swasta atau berbasis agama yang berkualitas, sementara siswa dari keluarga kurang mampu mungkin terbatas pada sekolah negeri yang kurang memadai. Penutupan Kementerian Pendidikan juga dapat berdampak pada perlindungan terhadap murid-murid LGBTQ.

Di bawah pemerintahan Trump, Kementerian Pendidikan kemungkinan akan menggunakan lembaga ini untuk mengubah aturan yang memperluas perlindungan terhadap murid-murid LGBTQ. Jika kementerian ini ditutup, perlindungan terhadap murid-murid LGBTQ mungkin akan berkurang atau bahkan hilang.

Kontroversi dan Penolakan

Langkah Trump untuk menutup Kementerian Pendidikan telah menuai kontroversi dan penolakan dari berbagai pihak. Para pendukung pendidikan publik khawatir bahwa penutupan kementerian ini akan merusak sistem pendidikan di AS dan memperburuk kesenjangan pendidikan. Mereka berpendapat bahwa Kementerian Pendidikan memiliki peran penting dalam memastikan bahwa semua siswa, tanpa memandang latar belakang mereka, memiliki akses ke pendidikan yang berkualitas.

Selain itu, para aktivis LGBTQ juga menentang penutupan Kementerian Pendidikan, karena mereka khawatir bahwa hal itu akan mengancam hak-hak murid LGBTQ. Mereka berpendapat bahwa Kementerian Pendidikan memiliki tanggung jawab untuk melindungi murid-murid LGBTQ dari diskriminasi dan perundungan.

Kesimpulan

Keputusan Presiden Trump untuk menandatangani perintah eksekutif yang membubarkan Departemen Pendidikan AS telah memicu perdebatan dan ketidakpastian yang signifikan. Sementara para pendukung berpendapat bahwa tindakan tersebut akan mengembalikan kewenangan ke negara bagian dan mengurangi pemborosan birokrasi.

Para kritikus menyatakan keprihatinan tentang potensi hilangnya keahlian, perlindungan hak-hak sipil siswa yang terancam, dan hilangnya dana federal penting untuk sekolah dan program-program. Dampak penuh dari perintah eksekutif tersebut tetap tidak pasti dan kemungkinan akan bergantung pada tantangan hukum di masa depan dan tindakan Kongres.

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca informasi tentang Trump Menutup Departemen Pendidikan AS, semoga informasi yang diberikan bermanfaat. Jangan ragu datang kembali untuk mengetahui lebih banyak lagi informasi viral yang ada di POS VIRAL.


    Sumber Informasi Gambar:
  1. Gambar Pertama Dari Kompas.com
  2. Gambar Kedua Dari CNBC Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Home
Channel
Search