Warga dibuat panik setelah delapan jasad di TPU Muara Benda Depok dilaporkan hilang misterius tanpa penjelasan yang jelas.
Hujan deras yang mengguyur Kota Depok menyebabkan belasan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muara Benda, Kemiri Muka, mengalami longsor. Tanah di sekitar pemakaman terkikis hingga 16 jenazah terdampak. Delapan jenazah di antaranya hilang atau masih tertimbun longsor dan kini menjadi fokus pencarian warga dan pengurus TPU.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Kronologi Longsor di TPU Muara Benda
Longsor terjadi di TPU Muara Benda karena hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari terakhir. Tanah di tepi makam yang berbatasan dengan saluran air tergerus arus hujan hingga tembok makam ambruk. Beberapa makam pun runtuh dan jenazah di dalamnya terbawa atau tertimbun tanah longsor.
Pengurus TPU, Muhayar, menjelaskan bahwa total ada 16 makam yang terdampak pada kejadian ini. Sebagian jenazah sempat tampak menggelantung di pematang dan pinggir saluran air. Akses ke makam jadi sulit dan berbahaya karena tanah labil dan terus tertimbun baru.
Video longsor makam cepat viral di media sosial, memicu kehebohan dan pertanyaan soal nasib jenazah‑jenazah yang hilang. Keluarga almarhum panik karena makam mereka terlihat rusak parah. Pemerintah setempat dan pengurus TPU langsung berupaya melakukan evakuasi jenazah yang masih terlihat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Nasib 8 Jasad Yang “Hilang”
Muhayar menyebut bahwa delapan jenazah saat ini masih dalam proses pencarian karena tertimbun longsoran tanah. Beberapa jasad diperkirakan terbawa aliran air ke arah Kali Ciliwung atau tertimbun sangat dalam. Tim gabungan terus mencari dengan peralatan sederhana dan bantuan warga setempat.
Delapan jasad ini belum dapat dievakuasi, sementara beberapa lainnya sudah ditemukan dan dipindahkan ke area pemakaman yang lebih aman. Pencarian dilakukan siang‑malam agar keluarga bisa segera mendapatkan kepastian. Namun, kondisi tanah yang masih labil dan rawan longsor menambah kesulitan proses evakuasi.
Pengurus TPU menghubungi keluarga yang makamnya terdampak untuk memastikan keberadaan almarhum. Mereka juga meminta keluarga agar bersabar dan tidak melakukan pencarian sendiri karena berbahaya. Pihak TPU dan Pemkot Depok berjanji akan menuntaskan pencarian dan memberi kabar jelas kepada pihak keluarga.
Baca Juga: Drama Arus Balik! Google Maps “Menjebak” Pemudik ke Jalan Sawah!
Upaya Evakuasi Dan Pemindahan Makam
Warga sekitar TPU Muara Benda terlibat dalam evakuasi jenazah yang terlihat di permukaan longsor. Mereka bekerja gotong‑royong membantu pengurus TPU mencari dan mengangkat jenazah dari tanah yang rubuh. Petugas mengevakuasi jenazah dengan penuh kehati-hatian, karena kondisi beberapa jasad sudah tidak utuh lagi.
Petugas memindahkan jenazah yang berhasil ditemukan ke lokasi pemakaman yang lebih tinggi dan jauh dari saluran air. Tim mengambil langkah ini untuk mencegah air menghanyutkan atau menimbun kembali jenazah jika hujan besar terjadi. Pemerintah juga berharap pemindahan ini menenangkan keluarga yang khawatir jenazah kehilangan tempat peristirahatan terakhir.
Dinas Perumahan dan Permukiman Pemerintah Kota Depok memastikan petugas memindahkan dan memulihkan TPU Muara Benda secara tertib. Pemerintah juga merencanakan langkah jangka panjang, seperti menata kembali area pemakaman dan meningkatkan sistem drainase. Pemkot berharap insiden serupa tidak terulang di masa depan.
Dampak Sosial Dan Rasa Takut Warga
Kasus longsor dan “hilangnya” 8 jasad meninggalkan rasa trauma dan kekhawatiran di kalangan warga. Banyak keluarga pemakaman merasa takut jika kerusakan menimpa makam orang tersayang dan mereka sulit mengetahui nasibnya. Kondisi ini membuat sebagian warga meminta pemkot mengantisipasi makam lain yang berada di pinggir saluran.
Proses mencari jenazah yang belum ditemukan juga menambah beban psikologis keluarga. Kekhawatiran bahwa mereka tidak bisa mengembalikan jenazah ke tempat peristirahatan yang layak membayangi perasaan mereka. Di tengah dukanya, warga berharap tim pencari tetap menjaga kehormatan dan kehati-hatian selama proses berlangsung.
Kasus TPU Muara Benda memberikan pengingat penting bahwa petugas perlu memeriksa secara intensif pemakaman di pinggir sungai atau saluran air. Publik berharap Pemkot mengevaluasi seluruh pemakaman di kota dan menindaklanjuti rekomendasi penataan agar nasib serupa tidak terulang. Kepedulian terhadap kenyamanan orang yang sudah meninggal juga menjadi bagian dari kemanusiaan publik.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari news.okezone.com
Gambar Kedua dari megapolitan.kompas.com