Wacana kasino legal kembali mencuat setelah DPR Golkar mengangkat sejarah Jakarta yang pernah meraup pendapatan hingga ratusan miliar per bulan.
Wacana legalisasi kasino kembali menghangat setelah usulan Anggota Komisi XI DPR Fraksi Golkar, Galih Kartasasmita. Ia mendorong pemerintah mencontoh Uni Emirat Arab dalam membuka kasino demi meningkatkan pendapatan negara. Gagasan ini bukan hal baru karena Jakarta pernah memiliki pengalaman perjudian legal yang menguntungkan.
Temukan rangkuman informasi menarik dan paling terviral lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di POS VIRAL.
Menguak Jejak Kejayaan Kasino Jakarta di Era Ali Sadikin
Pada masa Gubernur Ali Sadikin, Jakarta pernah memiliki kasino yang dilegalkan dan diawasi pemerintah. Kebijakan ini diambil pada Juli 1967 untuk menambah APBD Jakarta yang saat itu sangat terbatas. Tujuannya mengalihkan pendapatan judi ilegal menjadi pemasukan resmi daerah.
Kasino legal pertama dibuka di Petak Sembilan, Glodok, lalu berkembang ke Ancol dan lokasi lain. Tempat perjudian resmi meliputi Kasino Petak IX, Jakarta Theatre, Copacabana Casino, Lotto Fair Proyek Senen, dan Toto Hailai Ancol. Kebijakan ini berlandaskan UU Nomor 11 Tahun 1957 tentang Pajak Daerah.
Ali Sadikin membentuk tim pengamanan perjudian melalui SK pada 21 September 1967. Ia meyakini legalisasi memiliki dasar hukum kuat dan bermanfaat bagi pembangunan. Judi gelap dilarang, sementara judi legal diawasi ketat pemerintah.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kontribusi Fantastis Dan Pembangunan Jakarta
Legalisasi perjudian memberi dampak besar pada pendapatan Jakarta. Pada tahun pertama, pajak judi mencapai Rp 150 juta dan meningkat menjadi Rp 1,5 miliar setahun kemudian. Tahun 1971, penerimaan pajak judi mencapai Rp 2 miliar atau seperempat pajak daerah.
Setoran pajak kasino Petak Sembilan mencapai Rp 25 juta per bulan pada 1967. Nilai ini setara sekitar 108,7 kg emas atau sekitar Rp 200 miliar per bulan saat ini. Dana tersebut langsung digunakan untuk pembangunan kota.
Pajak judi membiayai pembangunan sekolah dasar, subsidi Taman Ismail Marzuki, perbaikan kampung, jalan, jembatan, sekolah, dan rumah sakit. Selama sepuluh tahun, anggaran Jakarta naik hingga Rp 122 miliar pada 1977 dan mendorong modernisasi kota.
Baca Juga:
Pro Dan Kontra Wacana Legalisasi Kembali
Wacana legalisasi kasino kembali memicu perdebatan. Pendukung menilai potensi pemasukan negara besar, mencontoh Singapura, Makau, dan Malaysia. Mereka menilai larangan total tidak efektif karena judi ilegal tetap marak.
Penolakan datang dari berbagai pihak, termasuk MUI, yang menilai kebijakan ini bertentangan dengan hukum dan norma sosial. Dampak negatif seperti kecanduan, utang, kriminalitas, dan kerusakan keluarga menjadi kekhawatiran utama. Risiko pencucian uang dan manipulasi politik juga disorot.
Sebagian mengusulkan kasino terbatas di zona khusus dengan larangan bagi WNI dan pengawasan ketat. Model ini diterapkan di Jepang dan Korea Selatan, namun masalah kecanduan tetap muncul. Pertanyaannya, apakah Indonesia siap dengan sistem pengawasan yang bersih dan efektif.
Pelarangan Dan Masa Depan Perjudian di Indonesia
Legalisasi kasino berakhir pada 1974 setelah pemerintah pusat melarang perjudian melalui UU Nomor 7 Tahun 1974. Seluruh kasino legal di Jakarta ditutup. Namun, pemerintah sempat mengadakan undian resmi seperti Porkas dan SDSB.
Pada 1993, praktik perjudian legal resmi dihentikan akibat penolakan publik dan tokoh agama. Hingga kini, judi online masih menjadi masalah serius nasional. Pemerintah dinilai perlu fokus pada penegakan hukum dan edukasi sosial.
Meski menjanjikan pendapatan besar, dampak sosial dan moral perjudian perlu menjadi pertimbangan utama. Tanpa kesiapan sistem yang kuat, legalisasi berisiko menimbulkan lebih banyak masalah. Sejarah Ali Sadikin menunjukkan keberhasilan finansial yang tetap menyisakan perdebatan panjang.
Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap mengenai berita-berita viral lainnya hanya di seputaran POS VIRAL.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari instagram.com
- Gambar Kedua dari cnbcindonesia.com