Aksi narapidana kasus korupsi tambang nikel, Supriadi, yang terekam nongkrong di kedai kopi di Kendari, Sulawesi Tenggara, menuai sorotan tajam publik.
Peristiwa itu viral di media sosial dan kini tengah ditelusuri oleh Ditjen Pemasyarakatan setelah muncul dugaan adanya kelalaian dalam pengawalan warga binaan. Supriadi diketahui menjalani hukuman lima tahun penjara atas perkara korupsi tambang nikel dengan kerugian negara mencapai ratusan miliar rupiah.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Kronologi Kejadian
Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 14 April 2026, saat Supriadi keluar dari Rutan Kelas II A Kendari untuk menghadiri sidang peninjauan kembali di Pengadilan Negeri Kendari. Ia saat itu dikawal seorang petugas, sesuai prosedur pengeluaran tahanan untuk kepentingan persidangan. Namun, rangkaian perjalanan itu justru menjadi sorotan setelah video kemunculannya di luar rutan beredar luas.
Menurut penjelasan Pelaksana harian Karutan Kendari, La Ode Mustakim, setelah sidang selesai Supriadi sempat menunaikan salat bersama petugas pengawal. Ia kemudian juga disebut makan siang sebelum kembali ke rutan. Akan tetapi, alih-alih langsung pulang, Supriadi justru singgah di sebuah kedai kopi di Jalan Abunawas, Kota Kendari.
Video yang beredar memperlihatkan Supriadi berada di area publik yang tidak seharusnya ia datangi tanpa pengawasan ketat. Aksi itu memicu pertanyaan besar dari masyarakat, terutama karena yang bersangkutan adalah narapidana kasus korupsi. Dari sinilah persoalan tersebut berkembang menjadi perhatian nasional.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Penyebab dan Dugaan Kelalaian
Sumber awal menyebutkan, Supriadi keluar dari rutan memang karena keperluan menghadiri sidang PK. Dalam kondisi seperti ini, narapidana biasanya tetap berada dalam pengawalan penuh petugas pemasyarakatan. Namun, fakta bahwa ia sempat berada di kedai kopi memunculkan dugaan adanya kelalaian dalam pelaksanaan pengawalan.
Otoritas pemasyarakatan kini memeriksa kronologi lengkap untuk memastikan apakah kejadian itu murni kelalaian atau ada unsur pelanggaran prosedur. Pihak berwenang juga mengarahkan pemeriksaan kepada petugas yang mengawal Supriadi saat keluar rutan. Hal ini penting karena petugas semestinya melakukan pengawasan secara ketat terhadap narapidana kasus korupsi.
Di sisi lain, kasus ini turut memunculkan pertanyaan publik soal disiplin pengamanan terhadap napi kasus besar. Supriadi bukan narapidana biasa, melainkan terpidana korupsi tambang yang namanya pernah dikaitkan dengan kerugian negara bernilai besar. Karena itu, setiap penyimpangan kecil dalam pengawalan langsung memicu kecurigaan luas.
Baca Juga: VIRAL! Guru Besar Unpad Lecehkan Mahasiswi Asing, Ini Reaksi Rektor!
Dampak dan Reaksi Publik
Insiden ini langsung menjadi bahan perbincangan luas di media sosial karena warganet menganggapnya menunjukkan lemahnya pengawasan pihak lapas terhadap warga binaan. Publik menilai kejadian tersebut mencoreng wibawa lembaga pemasyarakatan, terlebih karena yang bersangkutan sedang menjalani hukuman penjara. Kepercayaan masyarakat terhadap sistem pengamanan pun ikut terdampak.
Selain menimbulkan kemarahan publik, kasus ini juga membuka kembali diskusi tentang perlakuan terhadap narapidana korupsi. Banyak pihak menilai bahwa terpidana korupsi seharusnya mendapat pengawasan ekstra karena kasus mereka menyangkut kejahatan keuangan negara. Dalam konteks itu, nongkrong di kedai kopi tanpa kontrol ketat dipandang sangat tidak pantas.
Viralnya video tersebut juga menekan aparat pemasyarakatan untuk memberikan penjelasan terbuka. Masyarakat menuntut kejelasan tentang siapa yang bertanggung jawab, mengapa narapidana bisa berada di ruang publik, dan bagaimana pihak terkait menjalankan prosedur pengawalan. Tekanan publik ini membuat kasus Supriadi menjadi sorotan yang lebih luas dari sekadar pelanggaran disiplin.
Penanganan dan Langkah Lanjutan
Setelah kejadian itu viral, Ditjen Pemasyarakatan mulai memeriksa peristiwa tersebut secara internal. Pemeriksaan ini bertujuan menelusuri apakah petugas pengawal menjalankan tugas sesuai ketentuan atau justru lalai dalam menjalankan pengawasan. Pihak berwenang menggunakan proses ini sebagai langkah awal untuk menentukan bentuk sanksi yang mungkin mereka jatuhkan.
Informasi lanjutan menyebutkan bahwa pihak berwenang kemudian memindahkan Supriadi ke Lapas Nusakambangan setelah peristiwa tersebut menyebar luas. Pemindahan ini menunjukkan bahwa otoritas pemasyarakatan memandang kasus tersebut serius dan membutuhkan pengamanan yang lebih ketat. Langkah ini sekaligus menjadi respons atas besarnya tekanan publik.
Ke depan, banyak pihak memperkirakan kasus ini akan menjadi bahan evaluasi terhadap mekanisme pengawalan narapidana, terutama saat mereka menjalani proses peradilan di luar rutan. Jika pihak berwenang menemukan bukti pelanggaran prosedur, maka mereka bisa meminta pertanggungjawaban dari petugas terkait. Dengan demikian, kasus ini bukan hanya menyangkut perilaku napi, tetapi juga integritas sistem pengawasan pemasyarakatan.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari amp.suara.com
Gambar Kedua dari rakyatterkini.com