Komika Pandji Pragiwaksono memenuhi panggilan Polda Metro Jaya untuk klarifikasi terkait kontroversi stand-up ‘Mens Rea’.
Komika Pandji Pragiwaksono memenuhi panggilan Polda Metro Jaya pada Jumat, 6 Februari 2026, untuk klarifikasi materi stand-up comedy terbarunya, “Mens Rea”. Kasus ini menarik perhatian publik karena dugaan penistaan agama dan penghasutan, menunjukkan sensitifnya materi komedi di mata hukum dan masyarakat.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Klarifikasi Awal Dan Sifat Undangan
Pada Jumat, 6 Februari 2026, Pandji Pragiwaksono mendatangi Polda Metro Jaya untuk memenuhi undangan klarifikasi. Kuasa hukumnya, Haris Azhar, menjelaskan bahwa agenda utama pertemuan tersebut adalah mendengarkan keberatan para pelapor. Ini merupakan tahap awal penyelidikan, yang masih bersifat informal dan fokus pada diskusi awal.
Haris Azhar menegaskan bahwa undangan klarifikasi ini bukanlah mekanisme hukum yang ketat. Prosesnya lebih seperti “ngobrol-ngobrol” antara polisi dan pihak yang diundang. Hal ini menunjukkan bahwa penyelidikan masih dalam tahap penjajakan, belum masuk ke ranah hukum yang lebih formal dan mengikat.
Sifat undangan yang masih fleksibel ini memberikan ruang bagi Pandji untuk menjelaskan posisinya. Ini juga kesempatan bagi penyidik untuk mengumpulkan informasi awal sebelum memutuskan langkah selanjutnya. Suasana yang tidak terlalu formal diharapkan dapat memfasilitasi komunikasi yang lebih terbuka.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!
Rentetan Laporan Dan Materi Kontroversial
Pandji Pragiwaksono menghadapi sejumlah laporan sekaligus, bukan hanya satu. Rinciannya terdiri dari lima laporan polisi (LP) dan satu pengaduan masyarakat. Semua laporan ini berpusat pada materi dalam pertunjukan “Mens Rea”, yang memicu kontroversi.
Haris Azhar menjelaskan bahwa salah satu tujuan klarifikasi adalah agar Pandji dapat mengetahui siapa saja pelapor dan apa saja yang dilaporkan secara spesifik. Informasi ini penting bagi Pandji untuk mempersiapkan pembelaannya dan memahami ruang lingkup dugaan pelanggaran yang dituduhkan kepadanya.
Kasus ini bermula dari peluncuran pertunjukan tunggal “Mens Rea” di platform streaming Netflix pada akhir tahun 2025. Beberapa pihak, termasuk Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah, melaporkan Pandji. Mereka menilai beberapa bagian materi komedinya menyinggung marwah organisasi keagamaan dan mengandung unsur penistaan agama.
Baca Juga:
Upaya Tabayyun Dan Barang Bukti
Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono telah melakukan proses tabayyun (klarifikasi/pencarian kejelasan) dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pertemuan ini menunjukkan upaya Pandji untuk menjelaskan maksud dari materinya kepada tokoh agama. Ini juga menjadi bukti itikad baiknya dalam menyelesaikan permasalahan.
Haris Azhar menyatakan bahwa ia akan menyampaikan hasil pertemuan dengan para kyai kepada penyidik. Baik ditanya maupun tidak, ia akan menyajikan informasi ini untuk memperjelas duduk perkara. Tujuannya adalah agar masalah menjadi terang benderang dan semua pihak mendapatkan pemahaman yang komprehensif.
Pelapor menyerahkan sebuah flash disk berisi rekaman pertunjukan tersebut sebagai barang bukti. Namun, ahli hukum sempat memperdebatkan bukti ini karena menduga pihak tertentu mengambilnya secara ilegal dari platform berbayar. Ini menimbulkan pertanyaan mengenai keabsahan bukti dalam proses hukum.
Tantangan Lain Dan Sikap Pandji
Selain kasus “Mens Rea”, Pandji Pragiwaksono juga menghadapi laporan terpisah di Bareskrim Polri. Laporan ini terkait materi lawakan lamanya dari tahun 2013 yang dinilai menyinggung adat suku Toraja. Hal ini menunjukkan bahwa materi komedi, bahkan yang sudah lama sekalipun, dapat kembali memunculkan kontroversi.
Meskipun pihak pelapor menuduhnya melakukan penistaan agama dan penghasutan, Pandji Pragiwaksono tetap tenang. Ia bahkan menjanjikan akan menyampaikan pernyataan yang lebih menarik setelah selesai menjalani proses klarifikasi di dalam ruangan. Sikap tenang ini mungkin menunjukkan keyakinan Pandji terhadap argumennya.
Pandji Pragiwaksono mengungkapkan bahwa pernyataannya nanti akan ‘lebih seru dan menyenangkan setelah ngelewatin prosesnya.’ Hal ini menunjukkan bahwa ia akan membagikan pandangan atau penjelasannya kepada publik, yang mungkin memberikan perspektif baru tentang kasus ini.
Simak terus dan jangan sampai terlewatkan beragam informasi terlengkap seputar berita viral terkini, hanya di POS VIRAL, sumber informasi update paling hangat!
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari hot.detik.com
- Gambar Kedua dari liputan6.com
