Jumat, Januari 30POS VIRAL
Shadow

Heboh! Pria Terikat Di Sukabumi Ngaku Dibegal, Fakta Utang Terbongkar

Sebuah video viral yang menampilkan seorang pria terikat di dalam mobil menggemparkan jagat maya, mengundang simpati dan kecaman. ​

Heboh! Pria Terikat Di Sukabumi Ngaku Dibegal, Fakta Utang Terbongkar

Namun, di balik narasi dramatis korban pembegalan, tersimpan sebuah fakta mengejutkan yang berhasil diungkap kepolisian.​ Kisah ini bukan tentang kejahatan jalanan, melainkan sebuah rekayasa cerdik yang didorong oleh keputusasaan ekonomi.

Berikut ini, POS VIRAL akan menyelami lebih dalam kronologi dan motif di balik drama pembegalan palsu ini.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Terkuaknya Sandiwara Pembegalan

Pada hari Jumat, 30 Januari 2026, media sosial dihebohkan dengan rekaman video seorang pria berinisial N. Dalam video tersebut, N terlihat terikat tali tambang di dalam mobilnya di Jalan Lingkar Selatan, Desa Cibolang, Kecamatan Cisaat, Sukabumi, seolah-olah menjadi korban pembegalan. Kisah ini segera menyebar luas, memicu perhatian publik dan aparat kepolisian.

Menanggapi laporan video viral tersebut, Polsek Cisaat bersama Jatanras Polres Sukabumi Kota bergerak cepat. Penyelidikan intensif segera dilakukan untuk mengungkap kebenaran di balik insiden yang menggegerkan tersebut. Aparat bekerja keras untuk memastikan setiap detail dan kesaksian yang ada.

Setelah serangkaian pemeriksaan, akal bulus N akhirnya terbongkar. Kapolsek Cisaat, AKP Yanto Sudiarto, mengonfirmasi bahwa insiden pembegalan itu adalah rekayasa belaka. Tidak ada barang berharga yang hilang, uang dan telepon genggam N masih utuh dalam penguasaannya, membuktikan bahwa klaim pembegalan tidak berdasar.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!

aplikasi nonton bola shotsgoal apk

Motif Di Balik Rekayasa

Pengakuan N mengejutkan banyak pihak, mengungkap motif di balik sandiwara pembegalan tersebut. Pria ini nekat merekayasa kejadian karena terdesak kebutuhan ekonomi yang parah. Lilitan utang menjadi pemicu utama di balik keputusan ekstremnya.

N mengaku sangat membutuhkan uang dalam waktu singkat untuk melunasi utang-utangnya. Kondisi finansial yang terjepit mendorongnya untuk mencari cara instan, meskipun harus menciptakan cerita palsu yang menghebohkan. Desakan kebutuhan hidup seringkali mendorong seseorang mengambil jalan pintas.

Pria ini adalah seorang sopir sayuran, bekerja sebagai karyawan dengan penghasilan yang mungkin tidak mencukupi untuk mengatasi masalah keuangannya. Tekanan utang yang menumpuk akhirnya membuatnya berpikir irasional, berujung pada aksi rekayasa yang mencengangkan.

Baca Juga: Viral! Tuding Penjual Es Pakai Spons, Babinsa Serda Heri Ditahan

Skema Rekayasa Yang Terencana

Skema Rekayasa Yang Terencana

Penyelidikan polisi juga mengungkap bagaimana N menjalankan skenario rekayasanya dengan detail. N mengikat dirinya sendiri, menciptakan kesan bahwa ia adalah korban kejahatan jalanan yang tidak berdaya. Ia melakukannya untuk memperkuat narasi pembegalan.

N mengaku telah mengikat dirinya sejak pukul 04.00 WIB, kemudian menunggu hingga ditemukan warga sekitar pukul 06.30 WIB. Durasi waktu ini menunjukkan perencanaan yang matang untuk membuat ceritanya lebih meyakinkan. Ia ingin memastikan ada saksi yang menemukannya dalam kondisi terikat.

Polisi menegaskan bahwa tidak ada orang lain yang terlibat dalam aksi pengikatan tersebut. N bertindak seorang diri dan sengaja menciptakan kesan seolah-olah menjadi korban pembegalan, namun kebohongan tersebut berhasil diungkap polisi.

Dampak Dan Penegasan Hukum

Meski aksi N adalah rekayasa, kasus ini tidak berlanjut ke tahap penyidikan lanjutan. Alasan utamanya adalah karena pihak yang memiliki uang atau bos N tidak membuat laporan resmi kepada kepolisian. Tanpa adanya laporan, proses hukum selanjutnya menjadi sulit untuk dilanjutkan.

Kasus ini menjadi pelajaran penting tentang bahaya menyebarkan berita palsu. Video viral tersebut telah menciptakan kegaduhan dan kekhawatiran di masyarakat. Polisi menekankan bahwa video tersebut adalah kebohongan dan tidak ada peristiwa pembegalan.

Insiden ini mengingatkan kita untuk selalu berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar di media sosial. Verifikasi fakta menjadi kunci untuk mencegah penyebaran berita bohong. Kejujuran adalah hal utama, bahkan di tengah tekanan ekonomi yang berat.

Jangan ketinggalan informasi terkini seputar POS VIRAL dan beragam berita menarik penambah wawasan.


sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari sukabumisatu.com
  • Gambar Kedua dari jawapos.com
Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search