Alasan tak boleh sembarangan peluk-cium anak orang kian mengemuka setelah viral di media sosial curhatan seorang ibu muda yang resah karena anaknya sering dicium dan digendong sembarangan saat Lebaran.
Momen kumpul keluarga yang seharusnya penuh kebahagiaan, justru menjadi sumber kekhawatiran karena risiko penularan penyakit dan dampak psikologis yang mungkin timbul. Fenomena ini memicu diskusi hangat di kalangan orang tua dan masyarakat luas. Pertanyaan pun muncul: mengapa tindakan yang tampak sepele ini sebaiknya dihindari, dan apa saja bahaya yang mungkin mengintai di baliknya? Mari kita bahas secara mendalam.
Sistem Imun Anak yang Belum Sempurna
Alasan tak boleh sembarangan peluk-cium anak orang adalah karena sistem kekebalan tubuh anak, terutama bayi, belum berkembang sempurna. Imunitas mereka masih relatif lemah sehingga sangat rentan terpapar berbagai macam penyakit, mulai dari penyakit ringan seperti flu dan batuk, hingga penyakit yang lebih serius seperti infeksi saluran pernapasan atau bahkan meningitis.
Sentuhan fisik, seperti pelukan dan ciuman, dapat menjadi media penularan penyakit yang efektif. Orang dewasa yang terlihat sehat pun, bisa saja membawa virus atau bakteri di tubuh mereka tanpa menyadarinya. Ketika mereka mencium atau memeluk anak, virus dan bakteri tersebut dapat berpindah ke tubuh anak dan menyebabkan infeksi.
Risiko Penyakit yang Mengintai
Ada berbagai macam penyakit yang dapat menular melalui ciuman dan pelukan, di antaranya:
- Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA): Penyakit ini disebabkan oleh virus dan bakteri yang menyerang saluran pernapasan. Gejalanya meliputi batuk, pilek, demam, dan sakit tenggorokan. ISPA sangat mudah menular melalui droplet (percikan air liur) yang keluar saat batuk atau bersin.
- Flu (Influenza): Flu juga disebabkan oleh virus dan memiliki gejala yang mirip dengan ISPA. Namun, flu biasanya disertai dengan sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan yang lebih parah.
- Herpes: Herpes adalah penyakit yang disebabkan oleh virus herpes simplex. Virus ini dapat menyebabkan luka lepuh di mulut, bibir, atau area genital. Herpes sangat menular melalui kontak langsung, seperti ciuman.
- Meningitis: Meningitis adalah infeksi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini dapat disebabkan oleh virus atau bakteri dan dapat menyebabkan kerusakan otak, gangguan pendengaran, atau bahkan kematian.
Selain penyakit-penyakit di atas, ada juga risiko penularan penyakit lain seperti cacar air, campak, gondong, dan berbagai infeksi bakteri lainnya.
POSVIRAL hadir di saluran wahtsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo KAWAL TIMNAS lolos PIALA DUNIA, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS tanpa berlangganan melalui aplikasi Shotsgoal. Segera download!

Dampak Psikologis
Selain risiko penularan penyakit, memeluk dan mencium anak orang lain tanpa izin juga dapat berdampak negatif pada psikologis anak. Anak memiliki hak atas ruang pribadi mereka sendiri. Ketika seseorang memeluk atau mencium mereka tanpa persetujuan, ini dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap ruang pribadi mereka.
Pelanggaran ini dapat membuat anak merasa tidak nyaman, takut, atau bahkan trauma. Mereka mungkin merasa tidak memiliki kontrol atas tubuh mereka sendiri dan merasa tidak aman. Dampak psikologis ini bisa berlangsung lama dan memengaruhi perkembangan emosional dan sosial anak di masa depan.
Pentingnya Izin dan Batasan
Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk selalu meminta izin kepada orang tua atau wali anak sebelum memeluk atau mencium anak mereka. Jika orang tua tidak mengizinkan, kita harus menghormati keputusan mereka.
Selain meminta izin, kita juga perlu memperhatikan batasan-batasan yang mungkin ditetapkan oleh orang tua. Misalnya, ada orang tua yang tidak mengizinkan orang lain mencium anak mereka di area wajah atau bibir. Kita harus menghormati batasan-batasan ini dan tidak memaksakan kehendak kita sendiri.
Baca Juga:
Edukasi dan Kesadaran
Untuk melindungi anak-anak dari risiko penularan penyakit dan dampak psikologis yang negatif, diperlukan upaya edukasi dan peningkatan kesadaran di kalangan masyarakat. Kita perlu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, menghormati hak anak, dan meminta izin sebelum menyentuh anak orang lain.
Upaya edukasi ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti kampanye di media sosial, seminar parenting, atau penyuluhan di masyarakat. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, diharapkan perilaku yang berisiko dapat diubah dan anak-anak dapat tumbuh dengan lebih sehat dan aman.
Alternatif Ekspresi Kasih Sayang
Mengekspresikan kasih sayang kepada anak tidak harus selalu melalui sentuhan fisik seperti pelukan dan ciuman. Ada banyak cara lain yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan rasa sayang kita kepada anak, tanpa harus mengkhawatirkan risiko penularan penyakit atau pelanggaran ruang pribadi.
Beberapa alternatif ekspresi kasih sayang yang bisa kita lakukan antara lain:
- Memberikan pujian: Ucapkan kata-kata pujian yang tulus ketika anak melakukan sesuatu yang baik atau berhasil mencapai sesuatu.
- Memberikan perhatian: Luangkan waktu untuk bermain, berbicara, atau melakukan aktivitas bersama anak.
- Memberikan hadiah: Berikan hadiah kecil yang bermakna bagi anak, seperti buku, mainan, atau makanan kesukaan mereka.
- Memberikan dukungan: Berikan dukungan moral kepada anak ketika mereka menghadapi kesulitan atau tantangan.
Memberikan senyuman: Senyuman tulus dapat menunjukkan rasa sayang dan membuat anak merasa nyaman dan dihargai.
Peran Orang Tua
Orang tua memiliki peran penting dalam melindungi anak-anak mereka dari risiko cium dan peluk sembarangan. Selain memberikan pengertian kepada keluarga dan teman-teman tentang batasan-batasan yang berlaku untuk anak mereka, orang tua juga perlu mengedukasi anak tentang hak mereka atas tubuh mereka sendiri dan bagaimana cara melindungi diri dari orang asing.
Orang tua dapat mengajarkan anak untuk mengatakan “tidak” jika mereka merasa tidak nyaman dengan sentuhan seseorang. Mereka juga dapat mengajarkan anak untuk melaporkan kepada orang tua atau orang dewasa terpercaya jika mereka mengalami pelecehan atau kekerasan seksual.
Kesimpulan
Alasan tak boleh sembarangan peluk-cium anak orang tanpa izin bukanlah tindakan yang bijaksana. Selain berisiko menularkan penyakit, tindakan ini juga dapat berdampak negatif pada psikologis anak. Oleh karena itu, mari kita ubah perilaku kita dan lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan anak-anak.
Dengan meningkatkan kesadaran, menghormati hak anak, dan mencari alternatif ekspresi kasih sayang yang lebih aman, kita dapat melindungi anak-anak dari risiko yang tidak perlu dan membantu mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, bahagia, dan aman.
Mari kita jadikan lingkungan sekitar kita lebih ramah dan aman bagi anak-anak, karena mereka adalah masa depan bangsa. Manfaatkan juga waktu anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi informasi viral terupdate lainnya hanya di POS VIRAL.
Sumber Informasi Gambar:
1. Gambar Pertama dari detik.com
2. Gambar Kedua dari kompas.com