Minggu, Februari 15POS VIRAL
Shadow

Konten Injak Makam Mak Daster Dan Inung Sia Berujung Laporan Polisi, Ternyata Makam Palsu!

Konten Injak Makam oleh Mak Daster dan Inung Sia viral, dilaporkan polisi, ternyata makam tersebut hanyalah properti palsu.

Konten Injak Makam oleh Mak Daster dan Inung Sia viral

Media sosial kembali heboh dengan konten kontroversial Mak Daster dan Inung Sia, yang menampilkan menginjak makam. Setelah penyelidikan, makam ternyata hanyalah properti palsu. Kasus ini menyoroti batas etika dan tanggung jawab kreator di ranah digital. Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Awal Mula Kasus Konten Kontroversial

Mak Daster dan Inung Sia menjadi perbincangan publik setelah konten video mereka yang menampilkan adegan menginjak makam dan menendang nisan viral di media sosial. Video tersebut memicu kemarahan warganet yang menganggap tindakan keduanya tidak pantas dan melecehkan nilai-nilai kesopanan. Akibatnya, keduanya dilaporkan ke pihak kepolisian.

Polres Cianjur menerima laporan dan segera menyelidiki. Kasatreskrim AKP Fajri Amelia Putra mendatangi lokasi makam dalam video untuk memastikan keasliannya. Tindakan cepat ini menunjukkan keseriusan aparat dalam menangani aduan masyarakat terkait konten negatif.

Konten semacam ini seringkali menuai pro dan kontra, namun kasus ini mencapai titik laporan polisi karena dianggap melampaui batas kepatutan. Reaksi masyarakat yang begitu masif menunjukkan bahwa konten kreator perlu lebih berhati-hati dalam memilih tema dan cara penyajian agar tidak menimbulkan kegaduhan atau menyinggung perasaan publik.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!

aplikasi nonton bola shotsgoal apk

Terungkapnya Fakta Makam Palsu

Setelah menerima laporan, AKP Fajri Amelia Putra bersama timnya langsung mengecek lokasi makam tersebut. Kami langsung mendatangi lokasi untuk memastikan apakah makam asli atau palsu,’ ungkapnya (detikJabar, 13/2/2026). Pengecekan dilakukan transparan dan disaksikan berbagai pihak.

Perangkat kecamatan, desa, dan kreator konten menyaksikan pembongkaran makam. Ternyata makam palsu: tidak ada jasad, hanya pipa saluran air di kedalaman 1,5 meter. ‘Memang itu palsu, sebatas properti konten,’ tambah AKP Fajri.

Asep Muladi, kuasa hukum Mak Daster dan Inung Sia, membenarkan makam yang diinjak kliennya adalah properti, bukan makam asli. ‘Di bawahnya kosong, bahkan saluran septic tank,’ jelasnya. Pernyataan ini menegaskan tidak ada pelecehan makam sungguhan dalam konten tersebut.

Baca Juga: 

Dampak Psikologis Dan Keputusan Berhenti Membuat Konten

 Dampak Psikologis Dan Keputusan Berhenti Membuat Konten​

Perbuatan menginjak makam, meski itu hanya properti, tetap menimbulkan dampak serius bagi Mak Daster dan Inung Sia. Keduanya mengaku terganggu secara psikologis akibat polemik yang muncul. Publikasi negatif dan laporan polisi tentu menjadi beban mental yang tidak ringan bagi mereka.

Terlebih lagi bagi Mak Daster, polemik ini sangat memengaruhi kondisi psikologisnya setelah orang tuanya mengetahui masalah tersebut. Padahal, keluarga Mak Daster memiliki rencana untuk umrah, namun kini harus dihadapkan pada situasi yang tidak menyenangkan ini. Sementara itu, Inung Sia yang masih muda juga merasakan kebingungan dan tekanan.

Sementara stop ngonten dulu. Adapun unggahan pun itu video lama,’ kata Asep Muladi. Keputusan menghentikan konten menunjukkan mereka mendapat pelajaran tentang batasan dan etika di media sosial, sekaligus memberi waktu untuk menenangkan diri dan mengevaluasi langkah ke depan.

Pelajaran Penting Bagi Kreator Konten

Kasus Mak Daster dan Inung Sia mengingatkan kreator konten akan tanggung jawab moral dan etika. Meski untuk hiburan atau popularitas, konten tidak boleh mengabaikan nilai sosial dan budaya, dan kreator harus memahami dampak setiap unggahan.

Pembuatan properti yang menyerupai makam asli untuk keperluan konten, meskipun tanpa maksud melecehkan, tetap berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan kegaduhan. Kreator perlu lebih cermat dalam memilih properti dan alur cerita agar tidak memicu reaksi negatif dari publik. Sensitivitas terhadap isu-isu sosial dan keagamaan menjadi kunci.

Kasus ini mengajarkan kreator untuk menyertai kreativitas mereka dengan kebijaksanaan. Kebebasan berekspresi di media sosial ada batasnya, dan pelanggaran dapat berujung pada konsekuensi hukum maupun sosial. Semoga menjadi pembelajaran bagi kreator konten untuk lebih bertanggung jawab.

Simak terus dan jangan sampai terlewatkan beragam informasi terlengkap seputar berita viral terkini, hanya di POS VIRAL, sumber informasi update paling hangat!


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari news.detik.com
  • Gambar Kedua dari kicaunews.com
Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search