Liga Korupsi 2025 terbesar di negara Indonesia mencatatkan sejumlah kasus dengan kerugian negara yang mengkhawatirkan.
PT Timah menduduki peringkat teratas dengan kerugian mencapai Rp300 triliun, diikuti oleh Pertamina dan skandal BLBI yang terus menambah daftar panjang penyalahgunaan anggaran. Praktik korupsi yang melibatkan pejabat tinggi dan perusahaan besar ini semakin memperburuk perekonomian negara. Meskipun ada upaya pemberantasan, jaringan korupsi yang terstruktur membuat langkah-langkah tersebut sulit menghentikan praktik yang merugikan rakyat dan negara.n. Dibawah ini POS VIRAL akan membahas tentang liga korupsi 2025: deretan kasus dan kerugian terbesar di Indonesia!

Daftar Kasus Korupsi Terbesar
Berikut adalah daftar kasus korupsi terbesar yang mengguncang Indonesia, menyebabkan kerugian negara yang signifikan:
- Korupsi Pertamina: Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 968,5 triliun.
- Korupsi PT Timah: Kerugian negara mencapai Rp 300 triliun, termasuk kerugian lingkungan sebesar Rp 271 triliun akibat kerusakan ekologi.
- Korupsi Minyak Mentah & Kilang PT Pertamina Subholding KKKS: Kerugian negara mencapai Rp 193,7 triliun.
- Kasus BLBI: Kerugian negara mencapai Rp 138 triliun.
- Penyerobotan Lahan Sawit PT Duta Palma Group: Kerugian negara mencapai Rp78 triliun.
- Korupsi PT TPPI: Kerugian negara mencapai Rp37,8 triliun.
- Korupsi PT Asabri: Kerugian negara mencapai Rp22,7 triliun.
- Korupsi PT Jiwasraya: Kerugian negara mencapai Rp16,8 triliun.
- Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda Indonesia: Kerugian negara mencapai Rp9,37 triliun.
- Korupsi Proyek BTS 4G: Kerugian negara mencapai Rp8,03 triliun.
Korupsi Pertamina
Korupsi di Pertamina menduduki peringkat teratas dalam klasemen ini, dengan perkiraan kerugian negara mencapai Rp 968,5 triliun. Kejaksaan Agung telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di PT Pertamina periode 2018-2023. Kasus ini melibatkan manipulasi ekspor-impor minyak mentah yang menyebabkan subsidi negara terbuang sia-sia. Komponen yang menimbulkan kerugian negara meliputi kerugian terhadap ekspor minyak mentah dalam negeri, impor minyak mentah melalui broker, impor BBM melalui broker, pemberian kompensasi, serta pemberian subsidi. Kerugian juga bisa membesar akibat distribusi BBM yang tidak sesuai spesifikasi.
Korupsi PT Timah
Kasus korupsi PT Timah melibatkan kerugian negara yang signifikan, mencapai Rp 300 triliun, termasuk kerusakan lingkungan sebesar Rp 271 triliun. Kejaksaan Agung mengungkap dugaan tindak pidana korupsi dalam tata niaga komoditas timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk periode 2015-2022. Beberapa tersangka yang terlibat diantaranya adalah Harvey Moeis dan Helena Lim. Kasus ini mencakup kerugian terbesar dari dampak lingkungan sebesar Rp271,1 triliun, kerja sama dengan smelter swasta sebesar Rp2,285 triliun, dan pembayaran bijih timah sebesar Rp26,649 triliun.
POSVIRAL hadir di saluran wahtsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Kabar Gembira bagi pecinta bola, khususnya Timnas Garuda. Ingin tau jadwal timnas dan live streaming pertandingan timnas? Segera download!

Baca Juga:
Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina
Korupsi dalam tata kelola minyak mentah di Pertamina juga menyebabkan kerugian negara yang besar, mencapai Rp193,7 triliun. Kejaksaan Agung telah menetapkan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah dan produk kilang periode 2018–2023. Kasus ini diduga merugikan negara sebesar Rp193,7 triliun akibat praktik mengoplos BBM Pertamina. Praktik ini melibatkan PT Pertamina Patra Niaga yang melakukan pembelian BBM RON 92, padahal sebenarnya yang dibeli hanya RON 90 atau bahkan lebih rendah.
Kasus BLBI
Kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) juga mencatatkan kerugian negara yang besar, mencapai Rp 138 triliun. Sebagian besar dana ini diselewengkan oleh bank penerima. Dari Rp147,7 triliun yang dikucurkan, hampir semuanya diselewengkan. Kasus ini bermula dari krisis moneter 1997 yang mengakibatkan puluhan bank di Indonesia ambruk. Bank Indonesia (BI) kemudian mengucurkan bantuan dana Rp 137,7 triliun untuk menyelamatkan 48 bank, tetapi dana itu tidak dikembalikan.
Korupsi PT Asabri
Kasus korupsi PT Asabri (Persero) menjadi salah satu skandal keuangan terbesar yang menyeret petinggi perusahaan asuransi plat merah tersebut. Kerugian negara akibat kasus ini mencapai Rp22,78 triliun, akibat investasi fiktif yang dilakukan dalam bentuk saham gorengan dan reksa dana dengan kualitas buruk. Modus korupsi yang dilakukan oleh para tersangka adalah mengalihkan dana investasi peserta Asabri ke perusahaan-perusahaan yang tidak sehat, dengan imbal balik keuntungan pribadi. Para pelaku juga memanipulasi laporan keuangan untuk menutupi kerugian.
Dampak dan Tindakan Hukum
Kasus-kasus korupsi ini memiliki dampak yang besar terhadap perekonomian dan kepercayaan publik. Kejaksaan Agung dan KPK terus melakukan penyelidikan dan penyitaan aset untuk memulihkan kerugian negara. Tindakan hukum yang tegas diperlukan untuk memberikan efek jera dan mencegah terjadinya korupsi di masa depan. Pemerintah harus menindak tegas semua pihak yang terlibat dalam kasus ini. Hukuman yang berat bagi pelaku korupsi akan memberikan efek jera dan mencegah pejabat lain melakukan hal yang sama.
Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia
Berbagai upaya dilakukan untuk memberantas korupsi di Indonesia. KPK melaksanakan Survei Penilaian Integritas (SPI) untuk mengukur kedalaman korupsi dan efektivitas pemberantasan korupsi di Indonesia. Pemerintah juga meluncurkan aksi pencegahan korupsi yang difokuskan pada sektor-sektor yang menunjang perbaikan sistem perizinan dan tata kelola. Stranas PK menjalankan fungsi koordinasi lintas kementerian/lembaga dengan menekankan pada prinsip digitalisasi untuk pencegahan korupsi. Pemerintah harus mereformasi tata kelola energi agar kasus serupa tidak terulang.
Persepsi Publik Terhadap Korupsi
Indeks Persepsi Korupsi (CPI) Indonesia menunjukkan bahwa korupsi masih menjadi tantangan besar. Meskipun CPI Indonesia meningkat menjadi 37 pada tahun 2024, masih tertinggal dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Peningkatan ini disebabkan oleh penambahan faktor World Economic Forum (WEF), yang mengukur kewajaran perusahaan dalam melakukan pembayaran tambahan atau suap yang tidak tercatat. ICW menilai bahwa upaya pemberantasan korupsi mengalami kemunduran sepanjang tahun 2024 dan diproyeksikan berlanjut pada tahun 2025 karena tidak ada inisiatif atau kebijakan anti-korupsi yang sistematis.
Dampak Korupsi terhadap Perekonomian Indonesia
Korupsi memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap perkembangan ekonomi di Indonesia. Praktik korupsi mengurangi kepercayaan investor dan merusak iklim investasi. Korupsi juga menghambat pertumbuhan ekonomi dengan berbagai cara, seperti menghambat investasi, mengurangi kepercayaan investor, dan memperlambat pembangunan infrastruktur. Namun Korupsi dapat menyebabkan alokasi sumber daya yang tidak efisien dan merugikan masyarakat luas. Korupsi juga berdampak luas terhadap ekonomi negara. Impor minyak mentah dengan harga tinggi meningkatkan harga dasar BBM, yang pada akhirnya memaksa pemerintah mengeluarkan subsidi dalam jumlah besar.
Kasus Korupsi Terungkap pada Tahun 2025
Selain kasus-kasus besar yang telah disebutkan, beberapa kasus korupsi juga terungkap pada tahun 2025, di antaranya:
- Kasus Dugaan Korupsi Eks Pejabat Pajak
- Kasus Dugaan Korupsi Eks Walikota Semarang
- Kasus Dugaan Korupsi Akuisisi PT Jembatan Nusantara (PT JN) oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)
- Kasus Dugaan Korupsi Bupati Situbondo
- Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Fly Over Provinsi Riau
- Kasus Dugaan Korupsi Anak Perusahaan Telkom
- Kasus Dugaan Korupsi PT. Taspen
- Kasus Dugaan Korupsi Harun Masiku
Kesimpulan
Klasemen Liga Korupsi Indonesia 2025 menggambarkan betapa seriusnya masalah korupsi di Indonesia. Dengan kerugian negara yang mencapai ratusan triliun rupiah, korupsi menghambat pembangunan dan merugikan masyarakat. Penegakan hukum yang konsisten, upaya pencegahan yang efektif, dan reformasi institusi yang kuat sangat penting untuk mengatasi masalah ini. Pemerintah harus segera mereformasi tata kelola energi agar kasus serupa tidak terulang.
Untuk memberantas korupsi secara efektif, diperlukan strategi komprehensif yang mencakup peningkatan transparansi dan akuntabilitas, penguatan lembaga penegak hukum, serta partisipasi aktif dari masyarakat. Hanya dengan upaya bersama dan berkelanjutan, Indonesia dapat mengurangi korupsi dan mencapai pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca informasi tentang Liga Korupsi 2025 Terbesar di Indonesia, semoga informasi yang diberikan bermanfaat. Jangan ragu datang kembali untuk mengetahui lebih banyak lagi informasi viral yang ada di POS VIRAL.