Dugaan keterlibatan oknum petugas lapas dalam peredaran narkotika kembali menyita perhatian publik dan memicu sorotan terhadap pengawasan di lingkungan pemasyarakatan.
Temuan ratusan vape tersebut menjadi awal pengungkapan dugaan jaringan peredaran narkotika yang lebih luas. Apalagi, polisi juga menemukan fakta lain dari hasil pemeriksaan ES, mulai dari hasil tes urine hingga dugaan imbalan puluhan juta rupiah untuk sekali pengiriman. Simak ulasan lengkapnya dari POS VIRAL.
Polisi Temukan 599 Unit Vape Berisi Etomidate
Temuan ratusan rokok elektrik tersebut mengejutkan petugas. Sekilas, perangkat itu tampak seperti vape biasa. Namun, hasil pemeriksaan mengarah pada dugaan kandungan narkotika jenis Etomidate.
Polisi juga menguji sampel urine ES. Hasil tes menunjukkan tanda positif narkoba. Temuan tersebut mendorong Satresnarkoba Polrestabes Medan untuk menggali lebih jauh aktivitas ES dan hubungannya dengan jaringan peredaran narkotika.
ES Mengincar Upah Rp20 Juta Sekali Antar
Penyelidikan polisi turut mengungkap nilai imbalan dalam dugaan pengiriman tersebut. ES kabarnya mengincar upah sebesar Rp20 juta untuk satu kali perjalanan.
Nominal itu menambah perhatian masyarakat terhadap kasus ini. Penyidik kini menggali informasi mengenai pihak yang menawarkan pekerjaan tersebut. Mereka juga menelusuri komunikasi ES dengan orang-orang yang mengatur pengiriman ratusan vape.
Baca Juga: Viral! Ustaz Maulana Mau Ceramah di Pernikahan, Malah Jadi Kru WO Dadakan
Polisi Selidiki Tujuan Pengiriman Vape
Kepolisian menjelaskan bahwa ratusan vape itu diduga tidak memiliki tujuan peredaran di dalam lingkungan lapas. Meski begitu, penyidik tetap menelusuri jalur distribusi dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Polisi Kejar Pemasok Utama Berinisial AL
Penyelidikan kasus ini kini mengarah kepada sosok berinisial AL. Polisi menduga AL berperan sebagai pemasok utama ratusan vape tersebut. Petugas terus mencari keberadaan AL sekaligus mengumpulkan informasi mengenai asal barang dan jaringan distribusinya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa peredaran narkotika dapat memanfaatkan berbagai modus, termasuk perangkat rokok elektrik. Masyarakat tentu berharap polisi mengungkap seluruh jaringan yang terlibat dan membawa setiap pelaku yang terbukti bersalah ke proses hukum.