Aksi anggota DPRD Jember yang kedapatan bermain game dan merokok saat RDP viral di media sosial luas mendapat sorotan publik.
Sebuah video anggota DPRD Jember asyik bermain game dan merokok saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang kesehatan viral, memicu kecaman publik. Kejadian terjadi di ruang Komisi D DPRD Jember pada 11 Mei 2026 dan terekam peserta rapat. Ketua DPRD telah meminta maaf dan menjanjikan proses internal terhadap oknum tersebut.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Kronologi Singkat Kejadian
Dalam rekaman, anggota dewan terlihat memainkan ponsel seperti sedang main game sambil merokok, saat rapat membahas stunting dan layanan kesehatan. Tindakan itu membuat peserta dan narasumber kaget dan merekam kejadian tersebut. Video lalu tersebar cepat di media sosial sehingga mendapat reaksi luas.
Polisi tidak dilibatkan karena ini masalah internal DPRD; pimpinan dewan langsung memanggil anggota yang terekam untuk klarifikasi. Ketua DPRD, Ahmad Halim, menyatakan permintaan maaf publik dan menegaskan akan menindaklanjuti sesuai kode etik. Proses klarifikasi berjalan sambil bahan bukti dikumpulkan.
Beberapa saksi menyebut aksi berlangsung beberapa menit sebelum anggota itu dihampiri kolega untuk dihentikan, lalu rapat dilanjutkan. Pengunggah video menyatakan niatnya agar ada akuntabilitas dan efek jera. Warga meminta transparansi proses sanksi agar kasus tidak hanya berhenti pada permintaan maaf.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Reaksi Pimpinan dan Ancaman Sanksi
Pimpinan DPRD Jember mengecam perilaku tersebut dan membuka proses klarifikasi internal. Ketua dewan menegaskan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan sanksi administrasi atau kode etik jika anggota terbukti melanggar tata tertib. Sekretariat DPRD dan partai terkait juga melakukan verifikasi data dan keterangan saksi.
Jika terbukti melanggar, yang bersangkutan berpotensi menerima teguran resmi hingga sanksi internal lain sesuai peraturan dewan. Pemerintah berharap pemberian sanksi tersebut dapat memberi efek jera dan menjaga marwah lembaga. Publik terus menuntut proses yang transparan agar kepercayaan masyarakat tidak terkikis.
Aktivis dan warga meminta pembinaan etika bagi anggota DPRD serta mekanisme evaluasi kinerja yang lebih ketat. Mereka menilai permintaan maaf tidak cukup tanpa tindakan nyata. Tekanan publik di media sosial mempercepat langkah klarifikasi pimpinan dewan.
Baca Juga: Viral! Pria Mabuk Acak‑Acak Gerobak PKL di Kalibata, Ini Kronologinya
Dampak Pada Isu Yang Dibahas
Rapat yang menjadi ajang viral membahas isu krusial, penanganan stunting dan layanan kesehatan. Masyarakat menilai sikap tidak fokus anggota tersebut merendahkan urgensi pembahasan dan menyakiti perasaan tenaga kesehatan yang hadir. Efektivitas dialog antar pihak berpotensi menurun akibat gangguan tersebut.
Pedagang pendapat dan peserta rapat mengaku terganggu, sementara warga menilai wakil rakyat harus memberi contoh profesionalisme. Kejadian tersebut akan menurunkan citra DPRD Jember di mata publik jika pimpinan tidak menanganinya secara tegas. Kekhawatiran muncul bahwa kejadian serupa bisa mengulang bila tidak ada pembenahan.
Beberapa pihak mendorong transparansi rekaman rapat sebagai alat pengawasan publik, namun pengaturan publikasi perlu seimbang agar tidak mengganggu proses internal. Instansi terkait memandang pentingnya langkah pencegahan dan aturan rapat yang jelas untuk mencegah pelanggaran etika di masa datang.
Pesan Etika dan Tindakan Preventif
Kasus ini mengingatkan pentingnya etika publik bagi penyelenggara negara; anggota legislatif mesti menjaga sikap saat menjalankan tugas. Pelatihan etika berkala dan penegakan tata tertib rapat dapat menekan perilaku tak profesional. Pimpinan dewan perlu memberi contoh kepemimpinan yang konsisten.
Masyarakat menyarankan Sekretariat DPRD agar memperketat aturan penggunaan ponsel dan melarang aktivitas merokok di ruang rapat resmi. Sanksi administratif yang jelas akan membantu menjaga disiplin. Keterlibatan masyarakat dalam mengawasi kerja wakil rakyat juga penting untuk meningkatkan akuntabilitas lembaga.
Pihak terkait mengajak masyarakat agar terus mengawal proses klarifikasi sehingga kasus ini tidak berhenti pada permintaan maaf semata. Kejelasan hasil pemeriksaan akan menunjukkan keseriusan DPRD Jember memperbaiki budaya kerja. Kasus ini menjadi pengingat bahwa wakil rakyat harus bertanggung jawab dan menjaga martabat institusi.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari rakyatsulsel.fajar.co.id
Gambar Kedua dari gelora.co