Publik digegerkan! Polda Metro Jaya ungkap laboratorium tembakau sintetis tersembunyi di hotel Jakarta Selatan, kasus narkoba jadi sorotan.
Praktik ilegal ini terungkap setelah adanya laporan warga yang curiga dengan aktivitas mencurigakan di salah satu kamar hotel di Lenteng Agung, Jagakarsa. Tak disangka, kamar hotel yang seharusnya menjadi tempat istirahat justru disulap menjadi lokasi produksi narkotika dengan nilai fantastis.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi menangkap seorang pria muda berinisial R (25) yang diduga kuat terlibat langsung dalam produksi tembakau sintetis. Dari lokasi, polisi menyita berbagai barang bukti yang diperkirakan bisa menghasilkan narkotika siap edar hingga 2 kilogram dengan nilai mencapai Rp2 miliar.
Terungkap Berkat Laporan Warga yang Curiga
Kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencium adanya aktivitas tidak biasa di sebuah hotel kawasan Lenteng Agung. Warga merasa curiga karena kamar tertentu kerap tertutup rapat dan menimbulkan aroma menyengat yang tidak wajar.
Plt Kanit 2 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Iptu Ahmad Huda, mengatakan laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. “Kami menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan aktivitas produksi narkotika. Dari laporan itu, tim langsung melakukan penyelidikan,” ujar Ahmad Huda kepada wartawan, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat membantu aparat dalam membongkar praktik narkoba yang kini semakin berani dan tersembunyi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!
Kamar Hotel Disulap Jadi Laboratorium Narkoba
Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya menggerebek kamar 4A RedDoorz Premium Near Stasiun Lenteng Agung, Jalan Gandaria I, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Penggerebekan dilakukan pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 22.55 WIB. “Tersangka kami amankan di dalam kamar hotel yang dijadikan tempat produksi tembakau sintetis,” kata Ahmad Huda.
Kamar hotel tersebut diketahui telah dimodifikasi sedemikian rupa. Area dapur dijadikan tempat meracik bahan kimia, sementara perlengkapan produksi disimpan rapi agar tidak menimbulkan kecurigaan dari pihak hotel maupun tamu lain.
Baca Juga: Polisi Bongkar Lab Rahasia Tembakau Sintetis di Hotel Jaksel, Nilainya Ditaksir Rp2 Miliar
Deretan Barang Bukti Produksi Tembakau Sintetis
Dalam penggerebekan itu, polisi menemukan berbagai barang bukti yang diduga kuat digunakan untuk memproduksi tembakau sintetis. Seluruh barang bukti diamankan dari dalam kamar, terutama di area dapur. “Barang bukti yang kami sita antara lain 23 botol spray bibit tembakau sintetis ukuran 500 mililiter, tembakau sintetis dengan berat bruto 206 gram, serta gelas pengukur cairan,” jelas Ahmad Huda.
Selain itu, polisi juga menyita kertas papir dan dua pak tembakau yang diduga digunakan dalam proses peracikan sebelum narkotika tersebut siap dikemas dan diedarkan ke pasaran.
Potensi Produksi Capai 2 Kilogram Bernilai Fantastis
Dari hasil pemeriksaan awal, bahan baku yang ditemukan di lokasi diperkirakan mampu menghasilkan tembakau sintetis siap edar dengan berat mencapai 2.000 gram atau 2 kilogram. “Jika seluruh bahan baku ini diproses dan diedarkan, nilainya bisa mencapai kurang lebih Rp2 miliar,” ungkap Ahmad Huda.
Nilai tersebut menunjukkan bahwa bisnis tembakau sintetis menjadi salah satu jenis narkotika yang cukup menggiurkan bagi pelaku. Meskipun memiliki risiko hukum yang sangat besar dan dampak serius bagi kesehatan pengguna.
Polisi Masih Kejar Jaringan Pemasok dan Peredaran
Saat ini, tersangka R beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Namun, polisi menegaskan bahwa pengungkapan ini belum berakhir. “Kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pemasok serta jalur peredaran tembakau sintetis ini,” tegas Ahmad Huda.
Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Menurut polisi, keterlibatan warga sangat penting dalam memutus mata rantai peredaran narkotika yang semakin beragam modusnya.
- Gambar Utama dari detiknews
- Gambar Kedua dari ActualNews
