Selasa, September 22POS VIRAL
Shadow

Serangan Siber Terbesar? Hacker Bulgaria Bobol Bank Jambi, Dana Nasabah Rp144 Miliar Jadi Korban

Kasus pembobolan Bank Jambi mengejutkan publik, hacker menguras dana 6.609 rekening nasabah senilai Rp144,82 miliar. Polisi terus memburu para pelaku

Serangan Siber Terbesar? Hacker Bulgaria Bobol Bank Jambi, Dana Nasabah Rp144 Miliar Jadi Korban

Penyidik menangkap tiga orang yang berperan sebagai penghubung jaringan internasional. Polisi mengidentifikasi dua warga negara Bulgaria berinisial A dan T sebagai otak pembobolan sistem Bank Jambi. Sampai sekarang, aparat masih mengejar keduanya.

POS VIRAL akan mengulas secara lengkap kronologi pembobolan Bank Jambi, peran para tersangka, serta langkah polisi memburu jaringan hacker internasional di balik kasus ini.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVENONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Polisi Ungkap Peran Tiga Penghubung Jaringan Hacker

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi menangkap DD, TAS, dan AA. Kombes Pol Taufik Nurmandia menjelaskan bahwa DD menjalin komunikasi langsung dengan dua hacker asal Bulgaria. Selanjutnya, DD memerintahkan TAS dan AA mencari warga yang bersedia membuka rekening bank dan membuat akun kripto.

TAS dan AA berhasil merekrut sedikitnya 45 orang selama Oktober 2025 hingga Januari 2026. Mereka menawarkan imbalan Rp5 juta kepada setiap orang yang bersedia menyerahkan rekening dan akun kripto.

Setelah memperoleh rekening, jaringan pelaku mengumpulkan seluruh data akses, termasuk kata sandi. DD kemudian menyerahkan seluruh akses tersebut kepada dua hacker asal Bulgaria agar mereka bisa mengendalikan rekening penampung.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Pelaku Langsung Alirkan Dana ke Rekening Penampung

Para pelaku mulai menjalankan aksinya pada 22 Februari 2026. Mereka lebih dulu meretas sistem Bank Jambi, lalu memindahkan dana dari ribuan rekening nasabah ke puluhan rekening penampung yang sudah mereka siapkan.

Jaringan tersebut tidak langsung memakai uang hasil pembobolan. Mereka mengalirkan dana ke sekitar 45 rekening bank, lalu mengubahnya menjadi aset kripto melalui sekitar 90 akun digital.

Sesudah itu, para pelaku mengirim seluruh aset kripto ke dompet digital di luar negeri. Cara tersebut membantu mereka menyamarkan jejak transaksi sekaligus mempersulit proses pelacakan.

Baca Juga: Viral Mirip Elon Musk, Restoran BBQ Chef Ini Mendadak Diserbu Pembeli Hingga Laris Manis

Penyidik Selamatkan Sebagian Dana Nasabah

Polda Jambi berhasil membekukan dana sekitar Rp18,94 miliar ketika proses pembobolan masih berlangsung. Langkah cepat tersebut membuat penyidik berhasil menyelamatkan sebagian dana milik nasabah.

Selain membekukan dana, penyidik juga menelusuri aliran transaksi, memeriksa bukti digital, dan mencari pihak lain yang mungkin ikut membantu jaringan tersebut. Polisi terus memperluas penyelidikan agar seluruh pelaku dapat segera diproses.

Polisi Terus Kejar Dua Hacker Asal Bulgaria

Penyidik belum mengungkap teknik yang dipakai para hacker saat membobol sistem Bank Jambi. Saat ini, tim penyidik memusatkan perhatian pada pengejaran dua hacker asal Bulgaria karena keduanya memegang peran penting dalam aksi tersebut.

Polisi juga bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk menelusuri pergerakan aset kripto yang mengalir ke luar negeri. Langkah itu bertujuan mengungkap seluruh jaringan sekaligus membuka peluang untuk memulihkan kerugian para nasabah.

Kasus Bank Jambi Jadi Alarm Bagi Dunia Perbankan

Kasus Bank Jambi menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber terus mengembangkan cara baru untuk menyerang sektor keuangan. Mereka tidak hanya mengandalkan kemampuan meretas sistem, tetapi juga membangun jaringan lokal agar proses pencucian uang berjalan lebih cepat.

Bank perlu memperkuat sistem keamanan digital, meningkatkan pengawasan transaksi, dan memperketat perlindungan data nasabah. Masyarakat juga harus lebih berhati-hati saat membuka rekening atau menyerahkan data pribadi agar jaringan kejahatan tidak memanfaatkan identitas mereka.

Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search