Tabanan heboh setelah rekaman CCTV memperlihatkan remaja melakukan adegan mesum di rental PlayStation, memicu kemarahan dan perbincangan publik luas.
Sebuah insiden menggegerkan Kabupaten Tabanan, Bali, ketika sepasang remaja terekam CCTV melakukan adegan mesum di rental PlayStation. Rekaman pada Hari Valentine, 14 Februari, tersebar luas di media sosial dan menjadi viral, memicu perbincangan publik serta berujung laporan polisi oleh keluarga.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Adegan Tak Senonoh di Bilik Rental
Video yang beredar luas di media sosial menunjukkan sepasang remaja tengah melakukan tindakan tidak senonoh di dalam bilik rental PS. Bilik tersebut diketahui hanya ditutupi dengan plastik tembus pandang tanpa pintu, sehingga aksi mereka dengan mudah terpantau oleh kamera CCTV yang terpasang di lokasi.
Aksi keduanya terekam jelas, mengundang perhatian perekam video yang diduga adalah penjaga rental. Penjaga tersebut kemudian menegur kedua remaja agar segera menghentikan perbuatan mereka di tempat usaha tersebut.
Setelah dipergoki, kedua remaja itu terlihat panik. Mereka segera menghentikan aktivitasnya dan bergegas kembali mengenakan pakaian dalam mereka, menunjukkan rasa malu dan keterkejutan atas teguran yang mereka terima.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!
Viral di Media Sosial Dan Reaksi Publik
Video adegan mesum tersebut tidak butuh waktu lama untuk menyebar dan menjadi viral di berbagai platform media sosial. Kecepatan penyebaran ini memicu beragam reaksi dari masyarakat, mulai dari kecaman hingga keprihatinan terhadap perilaku remaja.
Penyebaran video ini menimbulkan perdebatan tentang privasi dan etika digital. Meskipun kejadian tersebut terjadi di ruang publik yang terekam CCTV, penyebaran rekaman tanpa persetujuan menjadi sorotan utama.
Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat, terutama remaja, tentang risiko terekamnya aktivitas di ruang publik dan potensi dampak negatif jika rekaman tersebut tersebar luas tanpa kendali.
Baca Juga:
Laporan Polisi Dan Penyelidikan
Insiden ini memasuki babak baru setelah orang tua salah satu remaja yang terlibat memutuskan untuk mengambil jalur hukum. Mereka melaporkan akun media sosial yang bertanggung jawab menyebarkan video tak senonoh tersebut kepada pihak berwajib.
Kasatreskrim Polres Tabanan, AKP Teddy Satria Permana, pada Selasa (17/2/2026), membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut. Laporan ini kini sedang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tabanan.
Teddy Satria Permana menyatakan bahwa pelapor adalah orang tua dari remaja yang videonya tersebar. AKP Teddy Satria menolak merinci jumlah dan nama akun media sosial yang dilaporkan, karena pihak kepolisian menyimpan informasi tersebut sebagai rahasia dalam proses penyelidikan.
Implikasi Hukum Dan Privasi Digital
Kasus ini menyoroti pentingnya perlindungan data pribadi dan konsekuensi hukum dari penyebaran konten tanpa izin. Pihak berwenang menindak siapa pun yang menyebarkan video pribadi tanpa persetujuan sesuai undang-undang yang berlaku.
Orang tua remaja ini mengambil langkah hukum untuk melindungi korban dari dampak negatif penyebaran video tersebut. Ini juga menjadi peringatan bagi pihak-pihak yang menyebarkan konten serupa di media sosial.
Pihak berwenang berharap menyelesaikan kasus ini dengan memberikan keadilan bagi korban dan sekaligus mengedukasi masyarakat tentang etika, hukum, dan pentingnya menjaga privasi di media sosial.
Simak terus dan jangan sampai terlewatkan beragam informasi terlengkap seputar berita viral terkini, hanya di POS VIRAL, sumber informasi update paling hangat!
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari pantaubali.com
