Jumat, Oktober 16POS VIRAL
Shadow

Trump Desak Kamboja & Thailand Akhiri Gencatan Senjata, Apa Pemicu Konflik Dua Negara Ini?

Konflik bersenjata di perbatasan Thailand dan Kamboja memicu ketegangan serius di kawasan Asia Tenggara, Donald Trump angkat suara.

Trump Desak Kamboja & Thailand Akhiri Gencatan Senjata

Mendesak kedua negara segera mengakhiri gencatan senjata dan memilih jalur damai. Situasi ini menuai perhatian global, terutama karena ribuan warga sipil sudah terdampak.

Apa yang sebenarnya memicu konflik berkepanjangan ini? Simak selengkapnya pemicu awal, eskalasi konflik, hingga peran aktor internasional di balik krisis ini. Dibawah ini POS VIRAL akan membahas secara rinci mengenai Konflik perbatasan Kamboja-Thailand.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVENONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Latar Belakang Konflik Thailand dan Kamboja

Konflik yang kembali pecah pada Juli 2025 ini berakar dari sengketa wilayah perbatasan yang telah berlangsung selama hampir satu abad. Wilayah paling sensitif adalah kompleks Candi Preah Vihear yang secara historis menjadi titik panas perselisihan.

Mahkamah Internasional (ICJ) telah memutuskan pada tahun 1962 bahwa candi tersebut berada di wilayah Kamboja, namun Thailand tetap mengklaim sebagian wilayah sekitarnya sehingga ketegangan politik dan militer muncul berulang kali.

Perselisihan ini semakin memanas ketika pada 28 Mei 2025 terjadi insiden penembakan yang menewaskan seorang tentara Kamboja, menjadi pemicu meningkatnya ketegangan hingga bentrokan besar terjadi pada 24 Juli 2025.

Konflik ini pun berubah menjadi pertempuran bersenjata yang melibatkan artileri berat, jet tempur, tank, dan pengerahan pasukan darat di sepanjang beberapa titik perbatasan antara Provinsi Preah Vihear di Kamboja dan Provinsi Ubon Ratchathani di Thailand.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Kronologi dan Eskalasi Konflik

Pertempuran dimulai pada pagi hari tanggal 24 Juli 2025, saat militer kedua negara saling melepaskan tembakan artileri dan serangan udara di sejumlah lokasi yang disengketakan. Militer Thailand mengklaim bahwa pasukan Kamboja melancarkan serangan lebih dulu, sementara Kamboja menuduh Thailand sebagai pihak yang pertama menyerang dan melakukan “agresi militer brutal”.

Seiring berjalannya waktu, bentrokan meluas di 12 titik perbatasan, dan melibatkan penggunaan senjata berat serta kendaraan militer canggih. Thailand bahkan mengerahkan jet tempur F-16 untuk menyerang target militer di wilayah Kamboja sebagai balasan atas serangan yang diterimanya.

Insiden ini menyebabkan korban jiwa signifikan; tercatat 20 orang tewas di Thailand, termasuk enam tentara, serta 13 orang meninggal di pihak Kamboja dengan lima tentara di antara korban. Konflik ini juga memaksa evakuasi besar-besaran. Lebih dari 138.000 orang di Thailand dan sekitar 35.000 orang di Kamboja mengungsi ke tempat yang lebih aman akibat pertempuran yang terus berlangsung.

Donald Trump dan Upaya Diplomasi Amerika Serikat

Menyikapi kondisi yang semakin memburuk, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil inisiatif diplomatik dengan menghubungi langsung Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, dan Pelaksana Tugas Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, untuk mendesak gencatan senjata dan negosiasi perdamaian.

Trump mengungkapkan lewat media sosial bahwa “Kedua pihak menginginkan Gencatan Senjata dan Perdamaian segera… mereka telah sepakat untuk segera bertemu dan berupaya mencapai Gencatan Senjata dan, pada akhirnya, PERDAMAIAN”.

Presiden AS bahkan memberikan tekanan dengan mengaitkan kelanjutan negosiasi tarif perdagangan dengan kedua negara pada gencatan senjata tersebut. Trump menegaskan, “Saya tak ingin membuat kesepakatan apa pun dengan salah satu negara jika mereka tak berhenti berperang – dan saya telah menyampaikannya kepada mereka”.

Ancaman ini memberikan dorongan tambahan agar kedua negara segera mengambil langkah damai agar hubungan perdagangan tidak terganggu. Apalagi mengingat tarif impor dengan potensi pajak hingga 36 persen yang akan mulai berlaku pada 1 Agustus 2025.

Baca Juga: 

Respon dan Sikap Kedua Negara

Respon dan Sikap Kedua Negara

Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, menyatakan kesediaan negaranya menerima gencatan. Senjata tanpa syarat dan mendukung upaya perdamaian yang diinisiasi oleh Trump serta Ketua ASEAN, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Hun Manet mengungkapkan, “Saya telah menyampaikan dengan tegas kepada Yang Terhormat. Presiden Donald Trump bahwa Kamboja menyetujui usulan gencatan senjata segera dan tanpa syarat antara kedua angkatan bersenjata”.

Sementara itu, Thailand menunjukkan sikap hati-hati. Pemerintah Thailand pada prinsipnya setuju dengan gencatan senjata, namun meminta “kejelasan lebih lanjut mengenai ketentuan gencatan senjata itu” serta menekankan perlunya komitmen konkret dari Kamboja agar insiden serupa tidak terjadi lagi. Pejabat Thailand menegaskan, “Thailand hanya akan menghentikan tembakan jika Kamboja bersedia datang untuk melakukan negosiasi,” menandai kondisi agar perundingan bisa efektif.

Baku tembak meskipun ada seruan gencatan senjata sempat terjadi lagi di beberapa titik pada Minggu pagi (27 Juli), yang menunjukkan ketegangan yang belum sepenuhnya mereda. Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja menuduh militer Thailand menembaki beberapa kawasan perbatasan dan menimbulkan kerusakan pada infrastruktur. Militer Thailand membalas adanya tembakan artileri dari pihak Kamboja yang menyebabkan kerusakan properti di wilayah Thailand.

Dampak Terhadap Kemanusiaan

Konflik yang berlangsung sangat intens ini telah menimbulkan dampak kemanusiaan besar. Selain korban jiwa yang makin bertambah, pengungsian massal terjadi di kedua sisi perbatasan. Ribuan warga di Provinsi Ubon Ratchathani dan wilayah perbatasan Kamboja terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk menghindari pertempuran dan serangan artileri yang merusak tempat tinggal dan fasilitas umum.

Seorang warga lokal di Thailand, Sutian Phiwchan, menceritakan kondisi mengerikan yang dialami bersama keluarganya, “Situasinya benar-benar serius. Kami sedang mengungsi. Mereka menembak langsung ke sini… Anak-anak dan semuanya… kami benar-benar ketakutan”. Kesaksian seperti ini menggambarkan dampak langsung konflik terhadap kehidupan masyarakat sipil.

Upaya Regional dan Internasional

Selain AS yang aktif melakukan mediasi, negara lain juga memberikan respon. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang juga Ketua ASEAN mengimbau kedua negara untuk segera melakukan gencatan senjata dan mendukung langkah diplomasi. PBB melalui Juru Bicara Wakil Sekretaris Jenderal, Farhan Haq, mengutuk keras hilangnya nyawa yang tidak perlu dan mendesak penyelesaian sengketa melalui dialog damai.

China pun menyatakan keprihatinannya dan berharap kedua negara menyelesaikan persoalan. Melalui dialog serta menyoroti akar persoalan yang berasal dari peninggalan kolonialisme Barat. Negara-negara seperti Australia, Uni Eropa, dan Prancis juga menyerukan perdamaian dan gencatan senjata.

Kesimpulan

Konflik antara Thailand dan Kamboja pada tahun 2025 menandai salah satu krisis bilateral terburuk. Dalam lebih dari satu dekade terakhir yang dipicu oleh sengketa perbatasan bersejarah dan ketegangan politik terkini. Turunnya perang bersenjata yang melibatkan berbagai jenis senjata berat dan korban jiwa yang terus bertambah telah memicu keprihatinan global.

Intervensi diplomatik dari Presiden AS Donald Trump dan dukungan ASEAN serta PBB menunjukkan upaya serius untuk mencapai gencatan senjata dan memulai dialog perdamaian. Meski pertempuran belum sepenuhnya berhenti dan gencatan senjata menghadapi berbagai tantangan dalam implementasinya. Inisiatif-negosiasi yang dijanjikan menjadi langkah penting dalam meredakan ketegangan dan melindungi warga sipil yang terkena dampak.

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca informasi tentang. Konflik perbatasan Kamboja Thailand, semoga informasi yang diberikan bermanfaat. Jangan ragu datang kembali untuk mengetahui lebih banyak lagi informasi viral yang ada di POS VIRAL.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama Dari Voi,id.com
  • Gambar Kedua Dari Kompas.com
Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search