Video dugaan pungli oknum Dishub Kota Bekasi viral setelah sopir truk mengaku menyerahkan Rp1,7 juta hingga Pemkot Bekasi langsung menelusuri kasus itu.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi segera merespons video itu. Ia menyampaikan kekecewaannya dan meminta Wali Kota Bekasi menjatuhkan sanksi tegas apabila pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran.
Video Viral Langsung Jadi Sorotan Publik
Perekam video mendatangi sejumlah petugas Dishub Kota Bekasi yang sedang berkumpul di sebuah ruangan. Ia kemudian mengajak sopir truk yang mengaku menjadi korban untuk menunjukkan petugas yang menurut pengakuannya meminta uang.
Sopir itu langsung menunjuk salah seorang petugas di lokasi. Orang-orang yang berada di sekitar ruangan ikut memperhatikan percakapan mereka. Petugas kemudian mengembalikan uang kepada sopir truk di hadapan sejumlah orang. Rekaman tersebut langsung menyebar ke berbagai platform media sosial dan memicu banyak tanggapan dari masyarakat yang meminta aparat mengusut dugaan pungli secara transparan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pengakuan Korban Ungkap Dugaan Pungli
Sopir truk mengaku menyerahkan uang sebesar Rp1,7 juta kepada oknum petugas. Pengakuan itu langsung menjadi perhatian karena nominalnya cukup besar. Perekam video terus meminta sopir menjelaskan kronologi kejadian, lalu sopir kembali menunjuk petugas yang menurut pengakuannya meminta uang tersebut.
Instansi terkait kini memeriksa seluruh informasi yang muncul dalam video. Tim pemeriksa mengumpulkan fakta dan keterangan dari berbagai pihak sebelum menentukan langkah berikutnya.
Baca Juga: Salah Ambil Motor Bikin Geger! Pria Mabuk Diamankan Warga Usai Diduga Hendak Mencuri
Dedi Mulyadi Desak Pemkot Bekasi Bertindak Tegas
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung merespons video tersebut melalui akun media sosialnya. Ia mengaku kecewa apabila aparatur pemerintah benar-benar melakukan tindakan yang merugikan masyarakat. Dedi segera menghubungi Wali Kota Bekasi dan meminta pemerintah daerah menangani kasus tersebut secara serius.
Menurut Dedi, aparatur harus memberikan pelayanan yang jujur, profesional, dan bebas dari praktik pungli. Ia juga meminta pemerintah menjatuhkan sanksi tegas kepada oknum yang terbukti melanggar aturan agar kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik tetap terjaga.
Status Petugas Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan
Dedi menjelaskan bahwa tim pemeriksa masih menelusuri status kepegawaian petugas yang muncul dalam video. Tim itu akan memastikan apakah petugas tersebut berstatus ASN, PPPK, atau bentuk kepegawaian lainnya. Setelah pemeriksaan selesai, Pemkot Bekasi akan menentukan langkah lanjutan sesuai hasil penyelidikan.
Hasil pemeriksaan nantinya menjadi dasar pemberian sanksi apabila aparat menemukan pelanggaran. Langkah tersebut juga diharapkan mampu memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai fakta yang sebenarnya.
Kasus Ini Jadi Pengingat Penting bagi Aparatur
Kasus ini mengingatkan seluruh aparatur agar menjalankan tugas secara profesional dan menjauhi segala bentuk pungutan liar. Masyarakat juga berperan penting dengan melaporkan dugaan pelanggaran melalui jalur yang tersedia sehingga pengawasan terhadap pelayanan publik semakin kuat.
Media sosial mempercepat penyebaran informasi dan membantu masyarakat menyampaikan laporan dengan cepat. Aparat kemudian memeriksa setiap laporan berdasarkan bukti serta keterangan para pihak. Kini masyarakat menunggu hasil pemeriksaan resmi dari Pemkot Bekasi yang akan menjadi dasar penentuan ada atau tidaknya pelanggaran serta pemberian sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.