Selasa, September 22POS VIRAL
Shadow

Viral di Bali! Klub Lari Eksklusif Bule Diduga Tak Terima WNI, Benarkah?

Komunitas lari WNA di Canggu Bali jadi sorotan usai muncul dugaan penolakan terhadap WNI yang ingin bergabung hingga memicu polemik di media sosial.

Viral di Bali! Klub Lari Eksklusif Bule Diduga Tak Terima WNI, Benarkah?

Selain memunculkan dugaan perlakuan berbeda terhadap pelari Indonesia, aktivitas komunitas itu juga menuai perhatian karena rombongan pelarinya kerap memenuhi ruas jalan hingga mengganggu arus lalu lintas. Polemik tersebut akhirnya menarik perhatian masyarakat, penggiat lari, hingga pejabat daerah. POS VIRAL akan mengulas berbagai peristiwa yang sedang ramai diperbincangkan, mulai dari polemik, fakta terbaru, isu sosial, hingga kabar viral yang menyita perhatian publik.

Dugaan Penolakan WNI Jadi Perbincangan Publik

Sejumlah akun media sosial mengunggah tangkapan layar percakapan yang kemudian memicu polemik. Dalam unggahan tersebut, beberapa pelari lokal mengaku tidak memperoleh respons saat mengajukan pendaftaran sebagai anggota komunitas.

Mereka menilai pengelola lebih cepat menerima pendaftar dari kalangan WNA dibandingkan peserta asal Indonesia. Keluhan itu membuat publik menduga pengelola komunitas mempertimbangkan latar belakang kewarganegaraan saat menyeleksi anggota.

Hingga kini, pihak komunitas belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan tersebut. Karena itu, publik masih menunggu klarifikasi agar seluruh fakta menjadi lebih jelas.

Warganet pun ramai membahas isu tersebut. Sebagian meminta penjelasan dari pengelola komunitas, sementara yang lain berharap semua pihak menunggu hasil penelusuran sebelum menarik kesimpulan.

Penggiat Lari Asing Ikut Menyampaikan Kritik

Menariknya, kritik tidak hanya datang dari masyarakat Indonesia. Sejumlah penggiat lari asal luar negeri juga menyampaikan keberatan terhadap dugaan perlakuan tersebut.

Josh Fothergill, seorang pelari asal Inggris, mengunggah video yang kemudian viral di media sosial. Dalam videonya, ia mempertanyakan dugaan penolakan terhadap warga Indonesia di komunitas lari tersebut.

“Ada klub lari di Bali yang melarang orang Indonesia untuk bergabung. Kita bikin video ini karena sudah waktunya untuk bersuara demi sesuatu yang benar,” ujarnya.

Jack Ahearn juga menyampaikan kritik serupa. Menurutnya, siapa pun yang tinggal atau beraktivitas di Indonesia harus menghormati masyarakat setempat dan tidak menunjukkan sikap yang berpotensi menimbulkan kesan diskriminatif.

Video kedua pelari itu membuat publik semakin menyoroti polemik yang berkembang di media sosial.

Baca Juga: Heboh di Tanjungbalai! Oknum Guru PNS Diduga Libatkan Murid Dalam Kasus Asusila, Polisi Turun Tangan

Aktivitas Komunitas Lari Ikut Jadi Sorotan

Selain menyoroti dugaan diskriminasi, sebagian warga sekitar juga mengkritik aktivitas komunitas lari tersebut. Mereka menilai rombongan pelari sering memenuhi badan jalan ketika berolahraga.

Warga menyebut aktivitas itu beberapa kali memicu kepadatan lalu lintas, terutama saat jam sibuk. Kondisi tersebut membuat pengguna jalan lain merasa kurang nyaman.

Sejumlah warga berharap setiap komunitas olahraga dapat menjaga ketertiban dan berkoordinasi dengan pihak terkait apabila menggelar kegiatan yang melibatkan banyak peserta.

Perdebatan mengenai penggunaan ruang publik pun ikut berkembang bersamaan dengan ramainya dugaan diskriminasi tersebut.

DPD RI Minta Aparat Segera Menelusuri Kasus

Anggota DPD RI asal Bali, Ni Luh Djelantik, ikut menyoroti polemik yang berkembang. Ia meminta Imigrasi Bali dan Kepolisian Daerah Bali segera menindaklanjuti laporan mengenai dugaan diskriminasi tersebut.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah memeriksa legalitas kegiatan komunitas apabila menemukan dugaan pelanggaran aturan.

“Kami meminta kepada pihak Imigrasi Bali dan juga Kepolisian Provinsi Bali agar dapat menindaklanjuti laporan kami terkait dengan dugaan diskriminasi oleh WNA dan kegiatan yang diduga tidak berizin,” ujar Ni Luh Djelantik.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap warga negara asing wajib menghormati hukum, budaya, serta masyarakat Indonesia selama berada di Bali.

Atelier Sandwich Berikan Klarifikasi Resmi

Di tengah ramainya pemberitaan, manajemen Atelier Sandwich akhirnya memberikan penjelasan kepada publik. Mereka menegaskan bahwa pihaknya hanya menyediakan tempat serta layanan makanan dan minuman bagi peserta kegiatan.

Manajemen juga menjelaskan bahwa mereka tidak mengelola proses pendaftaran maupun menentukan siapa yang dapat bergabung ke dalam komunitas lari tersebut.

“Peran kami dalam acara tersebut murni sebatas penyedia tempat serta layanan makanan dan minuman bagi para peserta. Kami tidak memiliki wewenang maupun keterlibatan dalam jalur komunikasi dengan peserta, termasuk proses pendaftaran dan keikutsertaan,” tulis manajemen Atelier Sandwich melalui akun Instagram resminya.

Hingga saat ini, publik masih terus menyoroti dugaan penolakan terhadap WNI. Aparat juga belum mengumumkan hasil penelusuran resmi mengenai ada atau tidaknya praktik diskriminasi dalam komunitas tersebut. Karena itu, masyarakat diimbau menunggu hasil penyelidikan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search