Shadow

Viral di Media Sosial, Wanita NTT Tega Tembak Burung Hantu

Peristiwa mengejutkan terjadi di Dusun Nela, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu NTT, seorang wanita menembak mati burung hantu jenis Tyto Alba karena.

Viral di Media Sosial, Wanita NTT Tega Tembak Burung Hantu

Aksi ini direkam saksi dan viral di media sosial, memicu reaksi beragam dari masyarakat. Polisi segera menindaklanjuti kejadian, mengamankan barang bukti, dan memeriksa saksi untuk memastikan proses hukum berjalan adil.

Simak dibawah ini POS VIRAL akan membahas berita viral dan terbaru lainnya yang sedang viral yang akan menambah wawasan anda.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Kasus Penembakan Burung Hantu di NTT Bikin Heboh

Peristiwa mengejutkan terjadi di Dusun Nela, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, NTT. Seorang wanita diduga menembak mati seekor burung hantu jenis Tyto Alba karena merasa terganggu oleh keberadaan burung tersebut di sekitar rumahnya. Kejadian ini langsung menarik perhatian masyarakat setempat karena aksi pelaku dianggap kejam terhadap satwa liar.

Kejadian berlangsung pada Rabu malam, 14 Januari 2026. Burung hantu tersebut ditembak menggunakan senapan angin hingga mati. Aksi ini direkam oleh saksi yang kemudian mengunggahnya ke media sosial, sehingga viral dan memicu reaksi beragam dari netizen serta organisasi lingkungan.

Insiden ini menimbulkan pertanyaan publik terkait kesadaran masyarakat akan perlindungan satwa dan lingkungan. Banyak yang menyayangkan tindakan tersebut, mengingat burung hantu memiliki peran penting dalam ekosistem sebagai predator alami hama.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!

aplikasi nonton bola shotsgoal apk

Kepolisian Sigap Tindaklanjuti Peristiwa

Menindaklanjuti laporan masyarakat, pihak kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Barang bukti berupa senapan angin diamankan, sementara saksi diperiksa untuk memastikan kronologi peristiwa secara menyeluruh.

Proses pemeriksaan bertujuan agar fakta-fakta yang ada dapat terungkap secara objektif. Polisi menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku. Penanganan yang cepat ini juga menjadi bentuk respons terhadap viralnya video aksi pelaku di media sosial.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menegaskan, pihak kepolisian mengutamakan prinsip kehati-hatian dan keadilan dalam menindak kasus ini. Semua pihak, termasuk warga dan pelaku, mendapat perlindungan hukum selama proses penyelidikan berjalan.

Baca Juga: Ammar Zoni Keukeuh Minta Video CCTV Pemeriksaan Diputar di Ruang Sidang

Hukum dan Perlindungan Satwa Liar

Hukum dan Perlindungan Satwa Liar

Kasus ini bukan sekadar masalah kriminal, melainkan juga menyentuh aspek perlindungan satwa dan lingkungan. Burung hantu, termasuk Tyto Alba, merupakan satwa yang dilindungi karena berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Menembak satwa liar tanpa izin melanggar ketentuan perundang-undangan terkait perlindungan hewan.

“Kami menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Kombes Pol Henry Novika Chandra, dilansir dari laman Humas Polri, Kamis (22/1/2026). Penegakan hukum dilakukan dengan mempertimbangkan unsur edukasi masyarakat, perlindungan lingkungan, dan keadilan bagi semua pihak.

Selain aspek hukum, kasus ini menjadi bahan refleksi bagi warga setempat untuk lebih menghargai satwa liar. Kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem serta mematuhi regulasi terkait satwa dilindungi menjadi sorotan utama dari peristiwa ini.

Reaksi Warga dan Kesadaran Lingkungan

Viralnya video penembakan burung hantu di media sosial memicu reaksi beragam dari masyarakat. Banyak warganet dan organisasi lingkungan mengutuk tindakan pelaku, sementara sebagian meminta pihak berwenang menegakkan hukum secara tegas untuk memberikan efek jera.

Peristiwa ini juga menjadi momentum penting bagi edukasi lingkungan. Kepolisian dan pihak terkait menekankan perlunya sosialisasi terkait perlindungan satwa liar agar kasus serupa tidak terulang. Kesadaran masyarakat akan hakikat konservasi hewan menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem lokal.

Kabid Humas Polda NTT menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara berimbang. “Penegakan hukum tetap mengedepankan aspek kemanusiaan, edukasi, dan perlindungan lingkungan,” jelasnya. Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kelestarian satwa.

Selalu update dengan berita terbaru, informasi terpercaya, dan konten menarik yang kami sajikan spesial untuk Anda setiap hari hanya di POS VIRAL.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar pertama dari women.okezone.com
  2. Gambar Utama dari kumparan.com
Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search