Shadow

Viral! Di Tengah Banjir, Pengantin Pekalongan Terobos Arus Demi Akad

Cinta seringkali diuji oleh berbagai rintangan, namun jarang sekali diuji banjir yang merendam seluruh desa mereka dengan haru.

Viral! Di Tengah Banjir, Pengantin Pekalongan Terobos Arus Demi Akad

​Di Pekalongan, pasangan Syaefudin Askuri (26) dan Vivi Risma Ramadhani (20) membuktikan bahwa cinta mereka lebih kuat dari genangan air.​ Kisah pernikahan mereka yang unik, di mana keduanya harus naik perahu karet menuju pelaminan, sontak menjadi viral dan menginspirasi banyak orang.

Momen tak terduga ini terjadi di Desa Sepacar, Kecamatan Tirto, Pekalongan, menjadi simbol keteguhan hati dan komitmen. Meski bencana melanda, semangat untuk bersatu dalam ikatan suci tak sedikit pun luntur. Kisah mereka bukan hanya tentang pernikahan, tetapi juga tentang adaptasi, harapan, dan kebahagiaan di tengah tantangan.

Dapatkan berita paling viral dan menarik yang bisa memperluas wawasan Anda, hanya di POS VIRAL.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Pernikahan Di Tengah Bah, Ketika Janji Suci Lebih Kuat Dari Banjir

Banjir telah merendam Desa Sepacar sejak Jumat malam, namun hal itu tidak menyurutkan niat Syaefudin dan Vivi untuk melangsungkan pesta pernikahan pada Minggu (18/1/2026). Segala persiapan telah dilakukan jauh hari, dan undangan pun telah tersebar luas, menjadikan pembatalan bukan pilihan bagi pasangan ini.

Melihat kondisi rumah Vivi yang kebanjiran, proses tata rias kedua mempelai dipindahkan ke gedung TPQ yang berjarak sekitar 600 meter. Setelah dirias, dengan bantuan relawan desa, pengantin diantar menuju tenda hajatan yang berada di dekat rumah Vivi. Perahu karet milik Pemerintah Desa Sepacar menjadi “kendaraan” istimewa mereka.

Meskipun sebagian tamu undangan juga harus diantar menggunakan perahu karet, prosesi pernikahan berjalan lancar. Momen unik pengantin melintasi banjir dengan perahu karet ini segera menjadi viral setelah diunggah oleh warga ke media sosial, mengundang decak kagum dan simpati dari banyak warganet.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!

aplikasi nonton bola shotsgoal apk

Keteguhan Adat Dan Keluarga, Menghadapi Rintangan Dengan Keyakinan

Vivi Risma Ramadhani mengungkapkan, “Namanya juga musibah, nggak ada yang tahu. Banjirnya datang malam sebelum acara. Jadi sebelumnya kami benar-benar nggak menyangka.” Meski kondisi tak memungkinkan, keluarga memutuskan untuk tetap melangsungkan pernikahan sesuai tanggal yang telah ditentukan.

Syaefudin menambahkan alasan di balik keputusan ini, “Iya, ini karena hitungan adat Jawa.” Keyakinan akan tanggal yang telah diperhitungkan secara adat menjadi salah satu pendorong utama bagi keluarga untuk tetap melanjutkan acara sakral tersebut.

Prosesi ijab kabul berhasil dilaksanakan sekitar pukul 08.00 WIB. Dari sekitar 200 undangan yang disebar, sejumlah tamu tetap hadir dengan semangat, bahkan ada yang datang dengan celana pendek menerjang banjir. Ada pula yang berhalangan namun tetap mengirimkan doa dan hadiah melalui transfer, menunjukkan dukungan penuh untuk pasangan ini.

Baca Juga: Aurelie Moeremans Serukan Perlindungan Anak, Harap Kasus Child Grooming

Dukungan Komunitas Dan Profesional, Merajut Kebahagiaan Di Tengah Bencana

Dukungan Komunitas Dan Profesional, Merajut Kebahagiaan Di Tengah Bencana

Ibu Vivi, Noviyanti (42), menjelaskan bahwa acara tetap dilangsungkan karena undangan sudah menyebar dan hari baik telah dipilih. Meskipun resepsi sebenarnya dijadwalkan siang hari, tamu-tamu mulai berdatangan sejak pagi, rela naik perahu karet melewati genangan banjir setinggi pusar orang dewasa.

“Alhamdulillah sudah dibantu WO (wedding organizer), jadi tetap terkoordinasi dengan baik,” imbuh Vivi, menunjukkan peran penting pihak wedding organizer dalam memastikan kelancaran acara. Bahkan, menantunya juga membawa sepeda motor baru sebagai seserahan untuk putrinya, menambah kebahagiaan di tengah situasi sulit.

Kharisma Hindiyati, Wedding Organizer asal Sragi, yang turut membantu acara ini, mengungkapkan pengalamannya. “Kemarin di Wiradesa dan hari ini di Sepacar. Alhamdulillah lancar semua,” ujarnya, menandakan bahwa mereka telah berhasil menangani dua acara pernikahan di tengah kondisi banjir.

Inspirasi Dari Pekalongan, Adaptasi Dan Semangat Yang Tak Padam

Kisah pernikahan Syaefudin dan Vivi dari Pekalongan ini menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ini adalah bukti bahwa dengan perencanaan yang matang, dukungan keluarga dan komunitas, serta semangat pantang menyerah, sebuah acara penting tetap bisa terlaksana meskipun dihadapkan pada cobaan alam.

Kejadian ini juga menyoroti pentingnya adaptasi dalam menghadapi tantangan yang tak terduga. Masyarakat Desa Sepacar, bersama dengan relawan dan pihak wedding organizer, menunjukkan bagaimana kerja sama dan kreativitas dapat mengatasi kendala besar seperti banjir.

Pada akhirnya, kisah ini bukan hanya tentang sebuah pernikahan, melainkan tentang ketahanan manusia, kekuatan cinta, dan semangat kebersamaan. Perahu karet yang mengantar mereka ke pelaminan akan menjadi simbol tak terlupakan dari perjalanan cinta mereka yang luar biasa.

Pantau terus berita viral terkini dan jangan sampai ketinggalan informasi lengkapnya, hanya di .


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari detik.com
Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search