Viral petugas kebersihan Kabupaten Buru Selatan memprotes keterlambatan gaji selama tiga bulan dengan membuang tumpukan sampah di depan Kantor Bupati.
Aksi ini terekam dalam video yang menyebar di media sosial, menarik perhatian publik dan menimbulkan kehebohan. Protes dipicu perubahan skema pengelolaan tenaga kebersihan dan administrasi gaji yang tertunda. Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Tumpukan Sampah Tutupi Kantor Bupati Buru Selatan
Pada Kamis pagi (12/3/2026), para petugas kebersihan memprotes dengan menumpuk sampah di halaman Kantor Bupati Buru Selatan. Para petugas kebersihan melakukan aksi ini karena pemerintah belum membayarkan gaji mereka selama tiga bulan terakhir. Protes ini menjadi sorotan publik setelah video aksi tersebut viral di media sosial.
Siaran langsung dari akun Facebook @Opick Tuanaya menampilkan gunungan sampah yang menutup sebagian akses di depan kantor pemerintahan. Warga yang melintas terkejut melihat kondisi tersebut, dan video cepat tersebar ke berbagai platform digital.
Salah satu anggota Satpol PP yang berjaga di lokasi, Latuamury, menyatakan bahwa aksi pembuangan sampah terjadi sekitar pukul 05.30 WIT. Tiga truk sampah menurunkan seluruh muatannya di pintu masuk kantor, sehingga akses utama menjadi terhalang.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Protes Dipicu Gaji Tertunda Tiga Bulan
Kekecewaan petugas pengangkut sampah di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buru Selatan memicu aksi ini. Mereka tetap bekerja seperti biasa, tetapi belum menerima upah selama tiga bulan terakhir.
Para petugas menegaskan bahwa keterlambatan ini membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kondisi ini mendorong mereka untuk mengekspresikan kekecewaan melalui aksi nyata di kantor bupati.
Unggahan media sosial menyebut bahwa perubahan sistem pengelolaan tenaga kerja di lingkungan pemerintah daerah diduga menyebabkan keterlambatan gaji. Hal ini menimbulkan ketidakpuasan dan protes publik dari petugas kebersihan.
Baca Juga: Viral! Kelapa Utuh Jadi Menu MBG, Siswa SMA Gresik Bingung Cara Makan!
Skema Baru Pengelolaan Kebersihan Picu Keterlambatan Gaji
Memasuki tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan mulai menerapkan skema kontrak melalui pihak ketiga (outsourcing) untuk tenaga kebersihan. Selain itu, anggaran pembayaran upah kini berada di bawah pengelolaan Sekretariat Daerah, bukan lagi langsung melalui dinas teknis terkait.
Perubahan skema ini diduga menyebabkan kendala administratif, sehingga petugas kebersihan terlambat menerima gaji. Beberapa pihak menilai pemerintah belum menerapkan prosedur yang jelas saat mentransisikan pengelolaan anggaran, sehingga menimbulkan tumpang tindih tanggung jawab.
Akibatnya, para petugas harus menunggu lebih lama untuk menerima hak mereka, meski tetap menjalankan tugas harian. Kondisi ini memicu ketegangan dan protes publik di depan kantor bupati yang terekam viral.
Desakan Cepat Pembayaran Menjelang Idul Fitri
Situasi menjadi semakin mendesak karena umat Muslim akan segera merayakan Hari Raya Idul Fitri. Para petugas berharap pemerintah daerah segera mencairkan tunggakan gaji agar bisa memenuhi kebutuhan keluarga.
Hingga berita ini ditulis, DLH dan Sekretariat Daerah Kabupaten Buru Selatan belum mengeluarkan keterangan resmi terkait penyelesaian pembayaran gaji. Hal ini membuat warga dan netizen menyoroti transparansi dan manajemen anggaran pemerintah.
Para petugas kebersihan menegaskan bahwa mereka tetap bekerja profesional, tetapi pemerintah harus segera memenuhi hak mereka. Protes ini menjadi perhatian publik dan pengingat pentingnya pembayaran tepat waktu bagi tenaga kerja yang menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari lambeturah.co.id
- Gambar Kedua dari harianmassa.id