Suasana mendadak ricuh ketika sekelompok ibu-ibu berani menghadang mobil merah terduga pelaku penipuan umrah di Senen Jakarta Pusat.
Sebuah insiden menghebohkan terjadi di kawasan Senen, Jakarta Pusat, saat aksi heroik ibu-ibu menggagalkan dugaan penipuan umrah. Kasus ini bermula dari janji keberangkatan yang tak kunjung terealisasi, sehingga menimbulkan kerugian materiil bagi korban. Polisi kini telah turun tangan menyelidiki perkara yang melibatkan dua terduga pelaku tersebut.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Detik-Detik Penangkapan Terduga Pelaku
Video viral di media sosial memperlihatkan momen dramatis saat warga, terutama ibu-ibu, menghentikan mobil merah yang dikendarai terduga pelaku penipuan umrah. Massa mengepung kendaraan di Jalan Kramat Raya, menimbulkan ketegangan. Aksi spontan ini menunjukkan keberanian korban dalam mencari keadilan.
Polisi tiba di lokasi tak lama setelah warga menghentikan mobil, lalu mereka meringkus terduga pelaku menggunakan mobil layanan 110, mengakhiri pengejaran di depan Mapolres lama. Penangkapan ini menjadi bukti meningkatnya kesadaran masyarakat serta kesigapan aparat dalam merespons laporan.
Menurut Kapolsek Senen, Widodo Saputro, peristiwa terjadi pada Jumat (13/2) sekitar pukul 20.45 WIB. Binmas Kramat dan pengadu 110 Polres menyampaikan informasi awal, kemudian SPKT dan piket fungsi Polsek Senen menindaklanjutinya. Kejadian berlangsung di Jalan Kramat Raya No 6, Jakarta Pusat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!
Modus Operandi Dan Kerugian Korban
Dalam narasi video viral, disebutkan bahwa korban telah menyetorkan uang sejak April 2025. Janji manis keberangkatan umrah pada Januari 2026 menjadi daya tarik bagi para calon jemaah. Para penyelenggara menunda keberangkatan korban hingga waktu yang dijanjikan tiba, sehingga menimbulkan kecurigaan dan kekecewaan mendalam.
Kasus penipuan ini mengakibatkan kerugian finansial yang tidak sedikit bagi korban. Salah satu korban, Ade Peni Lita, melaporkan kerugian sebesar Rp 20 juta. Angka ini mencerminkan dampak serius dari praktik penipuan yang memanfaatkan keinginan masyarakat untuk beribadah umrah.
Polisi mengidentifikasi Jemmi Mokodompit dan Djuria Lasabuda yang menipu dan menggelapkan dana umrah. Penyelidikan lebih lanjut akan mengungkap peran masing-masing terduga pelaku dalam kasus ini.
Baca Juga:
Tindak Lanjut Penyelidikan Polisi
Widodo Saputro menyampaikan bahwa perkara ini telah dilaporkan pada 3 Februari 2026 dengan nomor LP.B/347/II/2026/SPKT/POLRES METRO JAK PUS/POLDA METRO JAYA. Ini menunjukkan adanya korban lain yang melaporkan kasus serupa, sehingga mengindikasikan dugaan sindikat penipuan terstruktur.
Polisi menyerahkan terduga pelaku beserta mobilnya ke unit Kamneg Polres Metro Jakarta Pusat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Proses hukum akan segera bergulir guna mengusut tuntas kasus penipuan umrah ini. Penyelidikan akan mencakup pengumpulan bukti dan keterangan dari berbagai pihak terkait.
Polres Metro Jakarta Pusat akan mendalami modus operandi para pelaku dan mencari kemungkinan adanya korban lain. Polisi menangani kasus seperti ini dengan serius untuk memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan serupa. Penegakan hukum yang tegas sangat penting untuk melindungi masyarakat dari praktik penipuan berkedok ibadah.
Pentingnya Kewaspadaan Dalam Memilih Biro Umrah
Kasus penipuan umrah ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada dan teliti dalam memilih biro perjalanan ibadah. Calon jemaah memastikan legalitas dan rekam jejak biro umrah yang akan mereka gunakan sebelum mendaftar. Periksa izin resmi dari Kementerian Agama dan testimoni dari jemaah sebelumnya.
Jangan mudah tergiur dengan tawaran harga yang terlalu murah atau janji-janji yang tidak realistis. Lakukan pengecekan silang informasi dan jangan ragu untuk bertanya kepada pihak berwenang jika ada keraguan. Kewaspadaan adalah kunci untuk menghindari menjadi korban penipuan.
Masyarakat harus segera melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan indikasi penipuan atau praktik mencurigakan terkait perjalanan umrah. Kerjasama antara masyarakat dan aparat penegak hukum sangat vital dalam memberantas kejahatan ini. Lindungi diri dan keluarga dari oknum-oknum tidak bertanggung jawab.
Simak terus dan jangan sampai terlewatkan beragam informasi terlengkap seputar berita viral terkini, hanya di POS VIRAL, sumber informasi update paling hangat!
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari youtube.com
- Gambar Kedua dari youtube.com
