Sebuah rombongan jemaah asal Jepara menjadi sorotan publik setelah aksi zikir mereka di Candi Prambanan viral di media sosial.
Dipimpin oleh Ahmad Rifai, kelompok ini tidak hanya singgah di candi Hindu tersebut, tetapi juga melanjutkan perjalanan spiritual mereka hingga ke Candi Borobudur, sebuah situs Buddha bersejarah. Kisah mereka mengungkap perpaduan unik antara keyakinan personal dan warisan budaya yang kaya di Indonesia, memicu perbincangan luas mengenai praktik keagamaan di situs-situs bersejarah.
Temukan rangkuman informasi menarik dan paling terviral lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di POS VIRAL.
Misi Unik di Balik Zikir Prambanan
Rombongan jemaah dari Jepara ini menarik perhatian publik karena tujuan zikir mereka di Candi Prambanan yang dianggap tidak biasa. Mereka meyakini bahwa ritual tersebut dilakukan untuk melepaskan kutukan Aji Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang, sebuah narasi yang lekat dengan legenda candi tersebut. Rifai menjelaskan bahwa misi utama ini adalah bagian dari perjalanan spiritual yang mendalam.
Selain itu, zikir ini juga dimaksudkan untuk mendoakan leluhur yang bersemayam di Candi Prambanan. Keyakinan ini menunjukkan adanya penghormatan yang kuat terhadap sejarah dan spiritualitas lokal yang diyakini masih melekat pada situs kuno tersebut. Ini memberikan dimensi lain pada kegiatan zikir yang mereka lakukan, melampaui sekadar ritual keagamaan biasa.
Rifai menegaskan bahwa seluruh kegiatan ini adalah bentuk amanah dan tugas spiritual dari leluhur. Mereka merasa memiliki panggilan untuk datang ke Prambanan guna menjalankan misi tersebut. Hal ini menyoroti bagaimana tradisi dan kepercayaan turun-temurun masih memengaruhi praktik keagamaan dan spiritualitas sebagian masyarakat di Indonesia.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!
Jejak Spiritual Menuju Borobudur
Perjalanan spiritual rombongan jemaah ini tidak berhenti di Prambanan, melainkan berlanjut menuju Candi Borobudur. Setelah tiba di sore hari, mereka juga melaksanakan zikir di pelataran candi Buddha yang megah tersebut. Ini menunjukkan konsistensi dan keseriusan mereka dalam menjalankan rangkaian ritual spiritual yang telah direncanakan.
Menariknya, Rifai menyebutkan bahwa kegiatan zikir di Borobudur berlangsung lebih tenang dan tanpa kegaduhan. Mereka bahkan mendapatkan izin dan disediakan tempat khusus oleh pengelola candi. Hal ini berbeda dengan pengalaman mereka di Prambanan yang kemudian menjadi viral tanpa sepengetahuan mereka sebelumnya.
Perbedaan perlakuan dan penerimaan ini mengindikasikan adanya komunikasi yang lebih baik atau prosedur yang berbeda di antara kedua situs warisan dunia tersebut. Meskipun demikian, tujuan spiritual mereka tetap sama, yaitu melaksanakan zikir sebagai bagian dari perjalanan batin yang mendalam.
Baca Juga: Corak Rok Bikin Penyamaran Pramugari Gadungan Terkuak!
Ketika Zikir Menjadi Viral Tanpa Disadari
Fenomena viralnya video zikir di Candi Prambanan mengejutkan Ahmad Rifai. Ia mengaku sama sekali tidak mengetahui bahwa kegiatan mereka sedang direkam dan akan disebarluaskan di media sosial. Menurutnya, saat itu ia dan jemaahnya sedang fokus menikmati momen zikir yang khusyuk.
Rifai bahkan menegaskan bahwa ia tidak memiliki niat sedikit pun untuk menjadi terkenal atau viral. Ia lebih suka kegiatan spiritualnya tidak diketahui publik. Bahkan, ia melarang jemaahnya untuk mengambil foto atau merekam selama menjalankan tugas spiritual mereka. Ini menunjukkan ketidakinginan mereka akan sorotan.
Keterkejutan Rifai atas viralnya video tersebut menyoroti tantangan di era digital saat ini, di mana setiap momen dapat dengan mudah terekam dan tersebar luas. Ini juga memunculkan pertanyaan mengenai privasi dan etika dalam merekam serta menyebarkan aktivitas orang lain, terutama dalam konteks praktik keagamaan.
Refleksi Dan Makna Perjalanan
Perjalanan spiritual rombongan dari Jepara ini membuka ruang diskusi mengenai bagaimana masyarakat modern berinteraksi dengan situs-situs bersejarah yang kaya makna. Zikir di dua candi besar ini menunjukkan bahwa bagi sebagian orang, tempat-tempat ini bukan hanya monumen sejarah, tetapi juga ruang sakral untuk mencari koneksi spiritual.
Kasus viralnya kegiatan mereka juga menegaskan pentingnya komunikasi dan pemahaman bersama antara peziarah, pengelola situs, dan masyarakat luas. Adanya regulasi yang jelas dan sosialisasi yang efektif dapat mencegah kesalahpahaman serta memastikan bahwa praktik keagamaan dapat berjalan selaras dengan pelestarian warisan budaya.
Pada akhirnya, kisah ini menjadi pengingat bahwa Indonesia adalah negeri dengan kekayaan spiritual dan budaya yang tak terhingga. Berbagai keyakinan dan praktik hidup berdampingan, menciptakan tapestry kehidupan yang unik dan penuh warna. Penting bagi kita untuk saling menghargai dan memahami setiap ekspresi spiritual dalam kerangka kebersamaan.
Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap mengenai berita-berita viral lainnya hanya di seputaran POS VIRAL.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari holaindonesia.id
- Gambar Kedua dari travel.detik.com
