Rekaman kamera CCTV yang memperlihatkan aksi pencurian tas di ruang tunggu Stasiun Tawang Semarang mendadak ramai dibahas di media sosial.

Wajah pelaku terlihat cukup jelas saat mengambil tas milik seorang penumpang yang sedang menunggu jadwal keberangkatan kereta. Video tersebut langsung menyebar luas dan memicu beragam komentar dari warganet.
Tidak butuh waktu lama, polisi bergerak menindaklanjuti laporan korban sekaligus menelusuri rekaman CCTV yang beredar. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang pria berinisial APY. Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku kurang dari lima hari setelah video pencurian itu viral.
Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Aksi Pencurian
Video pencurian pertama kali ramai setelah akun Instagram @kejadiansmg mengunggah rekaman CCTV dari Stasiun Tawang Semarang. Dalam video itu, seorang pria berjaket hitam terlihat mendekati area tempat duduk penumpang. Saat situasi tampak lengang, pria tersebut mengambil tas ransel yang berada di dekat korban lalu berjalan meninggalkan lokasi.
Unggahan tersebut menyebutkan bahwa korban kehilangan tas sekitar pukul 16.20 WIB. Pemilik akun juga meminta bantuan masyarakat yang mengenali sosok pria dalam rekaman agar segera memberikan informasi. Tidak sedikit warganet yang ikut membagikan video itu dengan harapan pelaku segera tertangkap.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Polisi Bergerak Cepat Usai Korban Melapor
Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, menjelaskan bahwa pencurian terjadi pada Selasa, 30 Juni, ketika korban sedang menunggu keberangkatan kereta di ruang tunggu Stasiun Tawang. Pelaku memanfaatkan kelengahan korban yang meletakkan tas ransel hitam di dekat kursi.
Setelah menerima laporan, penyidik langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Tim penyidik juga meminta keterangan sejumlah saksi serta memeriksa rekaman CCTV dari berbagai sudut kamera. Dari proses tersebut, polisi berhasil mengidentifikasi ciri-ciri pelaku hingga akhirnya mengetahui identitasnya.
Penyelidikan terus berlanjut hingga Unit V Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang menemukan keberadaan APY. Polisi kemudian menyusun langkah penangkapan agar pelaku tidak sempat melarikan diri.
Baca Juga: Heboh! Anak Walkot Tangerang Diduga Jadi Korban Pencurian Pecah Kaca, Polisi Turun Tangan
Pelaku Ditangkap di Rumah Kos Kabupaten Demak
Pada Sabtu dini hari, 4 Juli, petugas berhasil menangkap APY di sebuah rumah kos yang berada di Kabupaten Demak. Pria yang merupakan warga Kelurahan Kranggan, Kecamatan Semarang Tengah itu tidak memberikan perlawanan saat polisi datang.
Selain mengamankan pelaku, polisi juga menemukan tas ransel milik korban beserta seluruh barang yang sebelumnya hilang. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa penyelidikan berjalan cukup cepat berkat laporan korban, rekaman CCTV, serta dukungan informasi dari masyarakat.
Polisi langsung membawa APY ke Polrestabes Semarang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik kemudian menetapkan pria tersebut sebagai tersangka dalam kasus pencurian.
Isi Tas Korban Bernilai Puluhan Juta Rupiah
Tas yang diambil pelaku ternyata berisi sejumlah barang penting dengan nilai kerugian yang tidak sedikit. Polisi mengamankan satu unit laptop, kartu identitas, kartu ATM, token perbankan, kunci kendaraan, serta berbagai dokumen penting lainnya.
Korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp20 juta. Seluruh barang bukti kini berada dalam penguasaan penyidik sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berjalan.
Atas perbuatannya, APY harus mempertanggungjawabkan tindakannya di hadapan hukum. Penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 476 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pencurian. Ancaman hukuman maksimal dalam pasal tersebut mencapai lima tahun penjara.
Jangan Lengah Saat Berada di Tempat Umum
Kasus ini menjadi pengingat bahwa aksi pencurian bisa terjadi kapan saja, terutama di lokasi yang ramai seperti stasiun, terminal, pusat perbelanjaan, maupun tempat umum lainnya. Pelaku biasanya mengincar korban yang lengah atau terlalu fokus pada aktivitas lain.
Karena itu, masyarakat perlu menjaga barang bawaan agar selalu berada dalam pengawasan. Hindari meletakkan tas jauh dari jangkauan, terutama saat sedang menunggu keberangkatan atau beristirahat. Jika membawa barang berharga seperti laptop, dompet, maupun dokumen penting, pastikan semuanya tetap melekat pada tubuh atau berada di posisi yang mudah diawasi.
Polrestabes Semarang juga mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila mengalami tindak kriminal atau melihat aktivitas yang mencurigakan. Laporan yang cepat akan memudahkan petugas melakukan penyelidikan sekaligus memperbesar peluang menangkap pelaku sebelum melarikan diri. Kasus pencurian tas di Stasiun Tawang ini menjadi contoh bahwa kolaborasi antara korban, masyarakat, rekaman CCTV, dan aparat kepolisian mampu mempercepat pengungkapan sebuah tindak kejahatan.